Disegel

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
05/10/2015 00:00
Disegel
(ANTARA/Maril Gafur)
MEMINJAM celotehan Sutan Bhatoegana, ada fakta 'ngeri-ngeri sedap' dipandang yang kian hari kian terpampang di Jakarta.

Fakta itu ialah papan pengumuman yang menyatakan sebuah bangunan disegel pemerintah DKI.

'Ngeri-ngeri' karena ada bangunan telah lama tegak berdiri, bahkan berwujud mal yang telah beroperasi, tiba-tiba disegel.

'Sedap' karena itu menunjukkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berani menegakkan peraturan.

Akan tetapi, begitu banyak bangunan yang disegel menimbulkan pertanyaan, siapakah yang mencari gara-gara.

Pemerintah daerah yang sewenang-wenang menunjukkan kekuasaannya atau pemilik bangunan yang menantang pemerintah daerah?

Kiranya tidak ada warga yang tidak tahu bahwa sebelum mendirikan bangunan wajib memiliki izin mendirikan bangunan atau IMB.

Peraturan itu bukan pula terbit kemarin sore.

Bahkan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, misalnya, ada baliho besar berisi pesan preventif, yaitu tanpa IMB tidak bakal mendapat listrik PLN.

Wow, ngeri.

Bayangkanlah hidup tanpa listrik di metropolitan seperti Jakarta ini.

Pemilik bangunan tentu tahu betul persyaratan itu.

Kenapa masih nekat?

Saya mencoba menerka apa yang terjadi.

Pertama, IMB telah dikantongi, tapi pemilik bangunan berlebihan uang, banyak keinginan, tidak mudah puas, sehingga bangunan pun berubah.

Katakanlah, semula hanya tiga tingkat, berkembang menjadi empat tingkat.

Pemilik yang 'kreatif' dan 'destruktif' itu mengira pemda dapat 'dikelabui'.

Dengan begitu, banyak bangunan di Jakarta dalam tahap konstruksi, dikira hanya pemda yang kurang kerjaan sempat menginspeksi bangunan tanpa IMB atau menyimpang dari IMB.

Kalau toh ketahuan, gampanglah diatur, cincailah.

Kedua, pemda (biasanya disebut oknum) 'menjanjikan' IMB segera dikeluarkan.

Pemilik bangunan diberi lampu hijau membangun.

Akan tetapi, sampai bangunan setengah selesai, bahkan sudah rampung sekalipun, IMB tak kunjung terbit.

Ketiga, pemilik bangunan memang nekat. Moto hidupnya, bangun dulu, urusan belakangan.

Keempat, bentuk protes kepada pemda karena prosedur mengurus IMB berbelit-belit, makan waktu, makan uang, membuat hilang kesabaran.

Sekali lagi, semua itu terkaan saya saja.

Semoga semuanya keliru.

Pertanyaannya, sampai kapan semua bangunan itu dibiarkan 'terpasung', 'tersandera', 'terpidana', terbengkalai tak berguna?

Banyaknya bangunan yang telah tegak berdiri kemudian disegel kiranya bukti buruknya pengawasan pemda.

Mestinya bangunan disegel sedini mungkin, ketika baru peletakan batu pertama.

Membiarkan bangunan itu berkepanjangan disegel, juga bukti buruknya kemampuan mencari solusi teknis ataupun yuridis.

Lagi pula fenomena banyaknya bangunan disegel di ibu kota negara bukan saja bikin 'sakit mata' melihatnya, melainkan juga petunjuk rendahnya tingkat keadaban warga dan penyelenggara negara.

Jadi, apa pun penyebabnya, segeralah dituntaskan, jangan biarkan bangunan itu menjadi rumah hantu yang semula 'ngeri-ngeri sedap' dipandang menjadi betul-betul mengerikan dan seram.


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima