Koalisi Juru Selamat

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
05/8/2020 05:00
Koalisi Juru Selamat
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KIAMAT pasti datang. Begitu keyakinan agama-agama. Menjelang kiamat, kejahatan, kemungkaran, kezaliman, kesesatan, kerusakan, bencana, krisis, resesi, datang silih berganti. Dalam agama, hal-hal negatif itu disimbolkan dengan makhluk bernama dajal.

Agama Abrahamik meyakini bakal hadir juru selamat sebelum datang kiamat. Yahudi, Kristen, Islam, mengenal juru selamat itu sebagai Al Masih, yang tiada lain Yesus Kristus atau Nabi Isa. Selain Al Masih, Islam juga mengenal Imam Mahdi sebagai penyelamat.

Juru selamat akan menyelamatkan dunia dari dajal. Keyakinan akan datangnya juru selamat untuk menyelamatkan dunia dan manusia itu lazim disebut messianisme, messianism.

Dunia kini menjelang ‘kiamat’. Dajalnya berupa resesi ekonomi dunia gara-gara pagebluk covid-19. Satu negara dikatakan mengalami resesi ekonomi bila dua kuartal berturut-turut ekonomi tumbuh negatif. Ekonomi Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, Uni Eropa tumbuh negatif di kuartal pertama dan kedua. Negara-negara tersebut sudah mengumumkan ekonomi mereka mengalami resesi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama masih positif. Diprediksi kuartal kedua ekonomi Indonesia tumbuh negatif. Pemerintah berharap dan berupaya keras supaya di kuartal ketiga ekonomi tidak tumbuh negatif agar Indonesia tidak dikatakan memasuki resesi.

Namun, tetap saja kita khawatir ekonomi tumbuh negatif di kuartal ketiga. Kita khawatir Indonesia mengalami resesi ekonomi. Jangan-jangan malah ada yang berharap dan berdoa Indonesia betul-betul memasuki resesi ekonomi.

Di tengah Indonesia menghadapi ancaman krisis ekonomi, muncul sekelompok juru penyelamat. Mereka mendeklarasikan diri sebagai Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Mereka mengklaim hadir untuk menyelamatkan Indonesia dari dajal resesi ekonomi supaya kapal Indonesia tidak karam, agar Indonesia tidak kiamat.

Bagi mereka resesi ekonomi membuat Indonesia kiamat, tenggelam, hilang dari permukaan Bumi. Padahal, Singapura, Amerika, Korsel, dan Uni Eropa masih ada, tidak tenggelam. Bahkan Amerika yang mengalami the great depression pada 1920 hingga 1930 masih utuh sampai sekarang.

Biarlah, mereka memang memerlukan narasi-narasi heroik dan dramatik supaya aksi penyelamatan yang mereka lakukan kelak penuh drama dan heroisme ala fi lm-fi lm superhero.

Kaum penyelamat itu terdiri atas para mantan. Ada mantan menteri, mantan terpidana korupsi, mantan penasehat KPK, mantan juru bicara istana, mantan anggota parlemen, mantan komisaris BUMN, mantan utusan khusus presiden. Ini menarik, ada pelaku korupsi dan pemberantas korupsi bersatu dalam satu koalisi. Namun, tidak pas bila menyebut mereka ‘koalisi para mantan’. Itu karena di antara mereka masih ada yang berhak menyandang titel sebagai pakar atau filsuf.

Salah seorang juru selamat dalam deklarasi mengatakan aksi menyelamatkan Indonesia bukan barang baru. Pada 2015, kata sang juru selamat, sejumlah tokoh termasuk dirinya telah beraksi menyelamatkan Indonesia. Saya kira hingga 2020 ini Indonesia masih tegak berdiri ialah berkat aksi penyelamatan yang mereka lakukan. Hebat!

Belakangan ini banyak yang mengaku-aku sebagai juru selamat. Mereka mengaku sebagai Al Masih atau Imam Mahdi.

Pada 2019, seorang pria di Depok, Jawa Barat, mengaku sebagai Imam Mahdi. Belum lama ini, pada April 2020, seorang pemuda di Serang, Banten, juga mengaku sebagai Imam Mahdi.

Pada 2009, seorang warga Cirebon mengaku sebagai Isa Al Masih. Pada 2016, lelaki di Jombang, Jawa Timur, juga mengaku sebagai Isa Al Masih. Pun belum lama ini, pada Februari 2020, seorang warga Kalimantan Selatan mengaku sebagai Isa Al Masih.

Alih-alih menyelamatkan mereka malah meresahkan. Apa boleh buat, mereka harus berurusan dengan aparat keamanan.

Kita tentu percaya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia berbeda dengan mereka yang hanya mengaku-aku sebagai juru selamat. Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia terdiri atas orang-orang hebat dan mantan orang-orang hebat. Orangorang hebat akan beraksi memamerkan kehebatan mereka dan mantan orang-orang hebat akan mempertontonkan sisa-sisa kehebatan mereka untuk menyelamatkan Indonesia.

Para ekonom mengatakan meningkatkan daya beli masyarakat merupakan cara kita menghindari resesi. Menggenjot daya beli ada di tangan pemerintah melalui pemberian stimulus, insentif, bantuan sosial, bantuan langsung tunai.

Kita lihat apa yang kelak bisa dilakukan ‘Koalisi Juru Selamat’ itu untuk menyelamatkan Indonesia dari dajal resesi ekonomi.

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.