Untung

30/9/2015 00:00
Untung
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

DALAM bisnis salah satu tujuan yang ingin didapatkan ialah keuntungan. Itulah yang membuat pengusaha tidak merasa sia-sia dalam bekerja dan semakin bersemangat dalam mengembangkan perusahaannya.

Konglomerasi merupakan buah keberhasilan pengusaha mengakumulasikan modal.

Apakah untung hanya dinikmati pengusaha itu sendiri? Tentu tidak. Negara diuntungkan bila perusahaan untung karena sekitar 25% merupakan pajak untuk negara. Belum lagi ketika keuntungan dibagikan kepada pemilik perusahaan, negara mendapat pajak dividen.

Banyak perusahaan juga memberikan bonus kepada karyawaan ketika mereka untung.

Atas dasar itu, negara jangan takut apabila perusahaan untung. Termasuk kelompok masyarakat, jangan fobia kepada perusahaan. Kita justru harus mendorong mereka semakin pofesional agar berkembang dan untungnya semakin besar.

Sayangnya kita ini sering hiprokrit. Pemerintah mengeluarkan Paket September untuk menarik investasi. Namun, di sisi lain pemerintah tidak memberi kemudahan kepada pengusaha mengembangkan usaha. Bahkan curiga dan tidak suka ketika pengusaha mendapatkan keuntungan.

Saat Presiden Joko Widodo mengundang pengusaha secara bergiliran ke istana, beberapa pengusaha menyampaikan sikap hipokrit, termasuk kepada pejabat negara dan direksi badan usaha milik negara. Ada pengusaha yang berniat ikut membangun pembangkit listrik, tetapi proses tendernya tidak masuk akal.

Ada yang merespons tawaran pemerintah untuk membangun kilang mini, tetapi tidak jelas siapa sebenarnya yang memutuskan alokasi minyak. Bahkan ada ajakan meningkatkan aset BUMN, tetapi sampai satu tahun tidak mau memutuskan mau atau tidak.

Kalau coba kita telusuri, ada sikap takut kalau perusahaan itu kelak berhasil. Pada kita selalu ada perasaan 'saya bisa' ketika orang lain bisa.

Kita tidak pernah mau mengakui perjuangan berat yang dilakukan ketika pengusaha itu berhasil. Bahkan tidak pernah mau tahu ketika pengusaha itu gagal dan kemudian merugi.

Sikap 'tidak percaya' merupakan penyakit bangsa ini. Akibatnya, kita selalu curiga terhadap niat baik orang lain. Itulah yang menyebabkan bangsa ini tidak bisa maju karena penuh dengan energi negatif dan tidak percaya kepada orang lain.

Pada negara-negara yang maju peradabannya, mereka 'selalu percaya'. Baru ketika orang itu terbukti tidak bisa dipercaya, habislah kredibilitasnya.

Pengalaman kita justru sebaliknya. Mereka yang terbukti menyalahgunakan kepercayaan pun masih mendapat tempat untuk menjadi pejabat publik.

Pertanyaannya, apakah kita akan seumur-umur hipokrit seperti ini?

Saya sangat khawatir, khususnya dalam situasi seperti sekarang.

Ketika daya beli melemah dan tingkat pemutusan hubungan kerja tinggi, kita membutuhkan geliat ekonomi.

Kita berharap dunia usaha berani mengambil risiko dan menggerakkan perekonomian agar kondisi tidak semakin memburuk.

Namun, pengusaha tentunya tidak bisa 'menari' sendiri. It takes two to tango.

Pejabat pemerintah dan BUMN jangan bermain aman dan takut mengambil keputusan. Pembiaran ialah kesalahan besar karena artinya kita membiarkan perekonomian ini terus terpuruk.

Tentu bukan keputusan asal-asalan juga yang kita harapkan. Namun, semua didasarkan keputusan bisnis yang matang, tetapi harus disertai 'good faith', bukan takut orang berhasil.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.