Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM bisnis salah satu tujuan yang ingin didapatkan ialah keuntungan. Itulah yang membuat pengusaha tidak merasa sia-sia dalam bekerja dan semakin bersemangat dalam mengembangkan perusahaannya.
Konglomerasi merupakan buah keberhasilan pengusaha mengakumulasikan modal.
Apakah untung hanya dinikmati pengusaha itu sendiri? Tentu tidak. Negara diuntungkan bila perusahaan untung karena sekitar 25% merupakan pajak untuk negara. Belum lagi ketika keuntungan dibagikan kepada pemilik perusahaan, negara mendapat pajak dividen.
Banyak perusahaan juga memberikan bonus kepada karyawaan ketika mereka untung.
Atas dasar itu, negara jangan takut apabila perusahaan untung. Termasuk kelompok masyarakat, jangan fobia kepada perusahaan. Kita justru harus mendorong mereka semakin pofesional agar berkembang dan untungnya semakin besar.
Sayangnya kita ini sering hiprokrit. Pemerintah mengeluarkan Paket September untuk menarik investasi. Namun, di sisi lain pemerintah tidak memberi kemudahan kepada pengusaha mengembangkan usaha. Bahkan curiga dan tidak suka ketika pengusaha mendapatkan keuntungan.
Saat Presiden Joko Widodo mengundang pengusaha secara bergiliran ke istana, beberapa pengusaha menyampaikan sikap hipokrit, termasuk kepada pejabat negara dan direksi badan usaha milik negara. Ada pengusaha yang berniat ikut membangun pembangkit listrik, tetapi proses tendernya tidak masuk akal.
Ada yang merespons tawaran pemerintah untuk membangun kilang mini, tetapi tidak jelas siapa sebenarnya yang memutuskan alokasi minyak. Bahkan ada ajakan meningkatkan aset BUMN, tetapi sampai satu tahun tidak mau memutuskan mau atau tidak.
Kalau coba kita telusuri, ada sikap takut kalau perusahaan itu kelak berhasil. Pada kita selalu ada perasaan 'saya bisa' ketika orang lain bisa.
Kita tidak pernah mau mengakui perjuangan berat yang dilakukan ketika pengusaha itu berhasil. Bahkan tidak pernah mau tahu ketika pengusaha itu gagal dan kemudian merugi.
Sikap 'tidak percaya' merupakan penyakit bangsa ini. Akibatnya, kita selalu curiga terhadap niat baik orang lain. Itulah yang menyebabkan bangsa ini tidak bisa maju karena penuh dengan energi negatif dan tidak percaya kepada orang lain.
Pada negara-negara yang maju peradabannya, mereka 'selalu percaya'. Baru ketika orang itu terbukti tidak bisa dipercaya, habislah kredibilitasnya.
Pengalaman kita justru sebaliknya. Mereka yang terbukti menyalahgunakan kepercayaan pun masih mendapat tempat untuk menjadi pejabat publik.
Pertanyaannya, apakah kita akan seumur-umur hipokrit seperti ini?
Saya sangat khawatir, khususnya dalam situasi seperti sekarang.
Ketika daya beli melemah dan tingkat pemutusan hubungan kerja tinggi, kita membutuhkan geliat ekonomi.
Kita berharap dunia usaha berani mengambil risiko dan menggerakkan perekonomian agar kondisi tidak semakin memburuk.
Namun, pengusaha tentunya tidak bisa 'menari' sendiri. It takes two to tango.
Pejabat pemerintah dan BUMN jangan bermain aman dan takut mengambil keputusan. Pembiaran ialah kesalahan besar karena artinya kita membiarkan perekonomian ini terus terpuruk.
Tentu bukan keputusan asal-asalan juga yang kita harapkan. Namun, semua didasarkan keputusan bisnis yang matang, tetapi harus disertai 'good faith', bukan takut orang berhasil.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved