Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TAKDIR dan tragedi kini seru diperdebatkan. Adakah tragedi Mina yang menewaskan lebih dari 800 jemaah-- Iran menyebut 1.300 jemaah--pekan silam sebuah takdir? Para petinggi Arab Saudi menyebut tragedi Mina sebagai takdir Illahi.
"Jenis kecelakaan bisa dihindari. Namun, ini adalah takdir Allah," kata Menteri Kesehatan Arab Saudi, Khaled al-Falih. Namun, ia minta dunia bersabar menunggu hasil investigasi.
Bukankah ia sendiri terjebak dalam paradoks itu: takdir yang aksioma dan upaya investigasi yang perlu pembuktian?
Suara umara pun seperti tak cukup. Ulama besar Arab Saudi Sheikh Abdul Aziz al-Sheikh pun membela sang umara.
"Anda tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi karena untuk hal-hal yang tak bisa dikendalikan manusia, Anda tidak bisa disalahkan. Ini nasib dan takdir yang tak ter-elakkan," katanya kepada Putra Mahkota Mohammed, Mendagri Arab Saudi.
Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud juga memerintahkan pemenggalan 28 petugas yang tak mengikuti petunjuk. Namun, lagi-lagi, bukankah investigasi juga belum berakhir?
Dunia telanjur tak percaya. Terlebih seperti ditulis harian Libanon, al-Diyar, rombongan Pangeran Mohammad bin Salman Al Saud menjadi penyebab tragedi itu.
Rombongan pangeran itulah yang menyebabkan dua jalur melempar jumrah ditutup, justru ketika manusia tengah menyemut dalam panas tiada terkira. Injak-menginjak pun tak bisa dihindari.
Itu sebabnya Iran yang warganya paling banyak menjadi korban, sekitar 140 korban tewas, amat marah. Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei meminta pemerintah Saudi bertanggung jawab atas tragedi Mina.
"Dalam setiap bencana, Saudi mengatakan itu takdir Tuhan. Hal ini bukan semata-mata kehendak Tuhan, ini adalah inkompetensi manusia," kata penasihat operator tur travel haji dan umrah Inggris, Mohammed Jafari.
Ia menuduh tragedi Mina kesalahan keluarga kerajaan.
Pro-kontra juga terjadi di Indonesia.
Debat di media sosial, yang membela Arab Saudi dituduh sebagai pembela Wahabi, dan yang menentang sebagai pendukung Syiah.
Kita tak ada urusan dengan Syiah dan Wahabi. Kita hanya melihat manajemen pengelolaan haji yang dimonopoli Arab Saudi kian buruk.
Bukankah dua pekan sebelum tragedi Mina, ada mesin derek (crane) di Masjidil Haram menewaskan lebih dari 100 jemaah?
Sementara tragedi Mina, sejak 1990 telah delapan kali terjadi, lebih dari 3.000 jemaah meninggal. Kalau bukan kegagalan, apa yang lebih pantas dialamatkan pada negeri kaya minyak itu?
Tragedi demi tragedi terjadi. Selama itu pula umat Islam dunia terus menerima perkabungan itu sebagai takdir.
Akan tetapi, dalam ritual ibadah yang berat dan mahal secara material, dan mendatangkan keuntungan ekonomi yang besar pada negara penyelenggara, apakah takdir bisa terus menjadi tempat 'bersembunyi'?
Terlebih ketika jelas-jelas, ada kesalahan manusia?
Justru kelaziman, setiap perhelatan digelar, terlebih perhelatan raksasa bernama ibadah haji, yang melibatkan sekitar 2 juta jemaah dengan rupa-rupa kultur dari berbagai negara dan bangsa, harus dikelola dengan profesional dan manajemen yang transparan.
Saudi sebagai pengelola harus terbuka menerima masukan dari negeri mana pun, sejauh bisa memperbaiki pengelolaan haji.
Berhaji, menjadi tamu Allah, sudah selayaknya dilakukan dalam kenyamanan dan jaminan keselamatan. Bukan dalam ketegangan, ketakutan, dan bayang-bayang kematian yang memilukan.
Untuk itu, kita menunggu hasil investigasi yang objektif, independen, dan jujur, yang jadi modal kepercayaan kembali pada penyelenggaraan haji.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved