Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu dampak dari demokrasi di Indonesia ialah masyarakat suka berkatakata. Tidak berlebihan apabila ada yang mengatakan, kita ‘berhasil’ membangun talking democracy. Apa pun sekarang ini lebih sering menjadi bahan perdebatan daripada menerjemahkannya menjadi aksi nyata.
Masalah mudik dan pulang kampung, misalnya, dijadikan perdebatan berkepanjangan. Padahal bertahun-tahun kita memahami, mudik adalah peristiwa orang pulang untuk bertemu orangtua di kota kelahiran dan kemudian kembali lagi ke kota asal guna bekerja kembali.
Sekarang ini dalam situasi wabah covid-19 ada sesuatu yang berbeda. Perlambatan ekonomi yang terjadi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Setidaknya ada sekitar 3 juta warga terkena pemutusan hubungan kerja. Mereka ini ingin pulang kampung dalam arti yang sesungguhnya.
Pulang kampung ini jangan diartikan hanya mereka yang ingin keluar dari Jakarta. Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan, banyak warga yang selama ini bekerja di Bali tidak sanggup lagi bertahan di sana. Mereka ingin kembali ke kampung halaman.
Namun, sekarang mereka tertahan di Ketapang, tidak bisa kembali ke kampung halaman karena adanya pembatasan sosial berskala besar. Jumlah orang seperti ini tidaklah sedikit. Wabah covid-19 ternyata menciptakan deurbanisasi.
Apabila dulu kita dipusingkan oleh banyaknya orang dari desa yang ingin pindah ke kota, sekarang ini ada arus balik orang ingin keluar dari kota untuk kembali ke desa. Deurbanisasi ini yang harus dipikirkan jalan keluarnya untuk menghindarkan the hungry man become the angry man.
Tentu protokol kesehatan harus tetap dijalankan karena kita tidak mau mereka menjadi pusat penyebaran covid-19 di desanya. Mereka itu harus menjalani pemeriksaan dan isolasi mandiri sebelum bisa tinggal di desanya. Hal kedua yang harus dipikirkan ialah bagaimana memberikan kegiatan produktif bagi mereka di desanya.
Memang, banyak hal bisa dikerjakan di desa. Apalagi biaya kebutuhan relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan tinggal di kota. Akan tetapi, tetap mereka tidak boleh menjadi orang yang subsisten. Kita ulangi gagasan untuk menjadikan momentum wabah covid-19 ini sebagai kesempatan untuk melakukan revolusi pertanian.
Kita gerakkan orang di desa untuk mengembangkan pertanian yang lebih modern dan berbasis teknologi agar produktivitas pertanian kita meningkat. Tidak perlu malu untuk kembali menjadi negara pertanian. Kita bisa mengembangkan pertanian seperti yang dilakukan Israel, misalnya.
Semua berbasiskan kepada teknologi dan produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan manusia modern, yakni pertanian organik. Pertanian tetap akan menjadi pilar kehidupan di masa depan. Semua makhluk hidup membutuhkan hasil pertanian untuk bisa mengembangkan peradabannya.
Kuliner bahkan dijadikan identitas sebuah bangsa, dan itu harus ditopang produk pertanian. Sekarang ini kita mengaku negara agraris, tetapi tidak mampu membangun pertanian yang tangguh. Masih begitu banyak bahan kebutuhan pokok masyarakat yang harus kita impor.
Bahkan karena wabah covid-19 ini, banyak kegiatan pertanian yang terancam eksistensinya. Salah satunya ialah peternakan ayam, baik itu pedaging maupun petelur. Sebentar lagi kita bisa-bisa tidak mendapatkan pasokan yang cukup untuk daging ayam dan telur.
Pasalnya, banyak peternak gulung tikar karena hasil penjualan tidak mampu menutupi biaya produksi. Kalau para peternak dibiarkan mati seperti sekarang ini, ke depan kita akan menghadapi ancaman keterbatasan pasokan protein hewani.
Di tengah kelangkaan dan mahalnya daging sapi, selama ini daging ayam dan telur menjadi pengganti sumber protein hewani bagi masyarakat. Wabah covid-19 dan deurbanisasi yang terjadi seharusnya bisa kita jadikan momentum untuk memperbaiki strategi pembangunan pertanian.
Tepat apabila Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Agraria untuk mencari lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian.
Apalagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah mengalokasikan anggaran untuk program padat karya tunai di desa-desa. Apabila Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Kementerian Desa memfokuskan kegiatan untuk pembangunan pertanian, beberapa tahun ke depan kita pantas berharap bisa memiliki pertanian yang tangguh.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved