Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ERA digital membawa kebanggaan kepada kita sebagai bangsa. Banyak anak Indonesia berhasil membangun perusahaan aplikasi digital yang telah menjadi unicorn dan bahkan decacorn. Para pengembangan mereka menjadi orangorang kaya baru Indonesia.
Valuasi yang mereka peroleh memang luar biasa. Go-Jek misalnya. Nilai 1% saham mereka bisa mencapai US$100 juta. Bisa dibayangkan, nilai perusahaan aplikasi ojek daring itu kini mencapai US$10 miliar. Padahal, perusahaan itu baru didirikan 10 tahun lalu. Noblesse oblige, di balik kehormatan ada tanggung jawab.
Di tengah pandemi virus korona sekarang ini, para aplikator dituntut bertanggung jawab. Mereka harus peduli kepada para mitra yang selama ini ikut membesarkan mereka. Bayangkan, selama ini para pengemudi ojek daring membeli sendiri kendaraan mereka.
Mereka juga melindungi sendiri jiwa mereka. Para aplikator menikmati aset milik para mitra menjadi branding mereka tanpa harus mengeluarkan investasi besar. Sekarang pemerintah sudah mengambil langkah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Untuk menjaga keselamatan warga dari ancaman covid-19, warga diminta tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Akibatnya, jumlah penumpang transportasi umum, termasuk ojek daring, menurun drastis. Satu-satunya yang bisa diandalkan para pengemudi ojek daring ialah pengantaran barang.
Itu pun jumlahnya terbatas sementara jumlah ojek daring telanjur besar. Banyak ojek daring mengalami kesulitan baik untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun mencicil kendaraan. Beban itu tentu tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
Aplikator harus ikut turun tangan membantu mitra mereka. Kebersamaan untuk memikul beban berat itu akan menjadi kunci untuk keluar dari kesulitan sekarang ini. Itu termasuk membantu pemerintah dalam mendistribusikan bantuan kepada kelompok masyarakat yang kehilangan pekerjaan.
Database yang dimiliki aplikator seharusnya bisa memetakan di mana para mitra itu tinggal. Dengan alamat jelas, tidak harus pemerintah mengumpulkan pengemudi ojek daring untuk menerima bantuan.
Wabah covid-19 seharusnya membukakan mata kita untuk menata kembali kehidupan sosial. Sudah saatnya kita menggeser para pekerja yang terlalu bertumpu di sektor informal masuk ke sektor formal. Bahkan tidak keliru jika
ada yang berpendapat, sekaranglah momentum untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Mengapa? Dampak pandemi covid-19 akan berlangsung lama. Setidaknya tiga tahun dibutuhkan untuk mengembalikan perekonomian ini ke kondisi normal setelah wabah ini kelak berakhir. Pada masa itu yang lebih dibutuhkan setiap negara ialah ketersediaan pangan.
Mereka yang kehilangan pekerjaan sekarang ini jangan terlalu berharap segera mendapat pekerjaan mereka kembali di kota besar. Apalagi jika tidak memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan untuk bisa membawa perusahaan keluar dari situasi krisis.
Kelompok masyarakat yang selama ini bekerja di sektor informal lebih baik menggeluti sektor pertanian di desa. Pemerintah perlu memfokuskan kegiatan di desa agar banyak warga memiliki pekerjaan yang memungkinkan mereka mempunyai kesibukan.
Sektor pertanian, peternakan, dan budi daya perikanan merupakan bidang yang bisa dioptimalkan untuk membuat warga menjadi lebih produktif. Bahkan pembangunan infrastruktur pertanian di desa-desa harus lebih diprioritaskan agar produktivitas pertanian kita bisa meningkat.
Kita tidak perlu berkecil hati karena kondisi ini dihadapi semua negara. Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperkirakan 195 juta orang kehilangan pekerjaan di kuartal II tahun ini. Secara keseluruhan akan ada 1,25 miliar dari total 3,3 miliar angkatan kerja dunia terdampak oleh pandemi covid-19.
Kondisi mencekam ini membutuhkan sikap hemat dari kita semua. Yang paling penting dilakukan ke depan, negara harus mampu menyediakan kebutuhan pangan untuk seluruh rakyat. Hanya dengan perut kenyang kita bisa berpikir membangun kembali negara ini.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved