Pusat Kesakitan Masyarakat

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
23/3/2020 05:00
Pusat Kesakitan Masyarakat
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/EBET)

PUSKESMAS bukan lagi sebagai pusat kesehatan masyarakat. Kini, puskesmas dipelesetkan sebagai pusat pengobatan masyarakat. Layaknya rumah sakit, puskesmas malah fokus melayani masyarakat yang sakit sehingga dijuluki sebagai pusat kesakitan masyarakat.


Keberadaan puskesmas yang sejatinya memegang teguh prinsip paradigma sehat dan pertanggungjawaban wilayah sudah bergeser jauh, jauh sekali. Puskemas dijadikan tambang uang untuk mengisi pundi pendapatan asli daerah sejak dikelola daerah.

Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan agar puskesmas jangan salah orientasi. "Jangan ada puskesmas yang bangga karena income-nya banyak. Keliru, lo, itu. 'Pak, saya bisa nyetor PAD sekian'. Keliru itu. Puskesmas dirancang untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujar Jokowi pada 29 Januari lalu.

Jokowi menekankan fungsi utama puskesmas untuk mencegah penyakit, bukan sebagai pusat pengobatan. "Perlu saya tegaskan kita semua harus utamakan pencegahan. Puskesmas itu pusat kesehatan masyarakat, bukan pusat pengobatan. Jadi, menyehatkan masyarakat. Artinya, puskesmas memang dirancang untuk mencegah penyakit," tuturnya.

Puskesmas salah orientasi sejak dikelola daerah sebagai konsekuensi pelaksanaan otonomi daerah. Undang-Undang Pemerintahan Daerah membagi urusan pemerintahan terdiri atas urusan pemerintahan absolut, urusan pemerintahan konkuren, dan urusan pemerintahan umum.

Urusan pemerintahan absolut ialah urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Urusan pemerintahan konkuren ialah urusan pemerintahan yang dibagi antara pemerintah pusat dan daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota. Kesehatan masuk klasifikasi urusan pemerintahan konkuren, dan puskesmas dikelola kabupaten/kota. 

Sejak dikembangkan pada 1968, puskesmas memegang teguh prinsip paradigma sehat dan pertanggungjawaban wilayah. Kini, di bawah pemerintah daerah, puskesmas justru dikomersialkan maksimal untuk mengisi kas daerah.

Prinsip pertanggungjawaban wilayah puskesmas ialah menggerakkan dan bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Wilayah kerja puskesmas meliputi wilayah kerja administratif, yaitu satu kecamatan, atau sebagian wilayah kecamatan bila di kecamatan itu ada lebih dari satu puskesmas.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskemas, pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di puskesmas bertujuan mewujudkan wilayah kerja puskesmas yang sehat, dengan masyarakat yang memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat; mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu; hidup dalam lingkungan sehat; dan memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

Fungsi puskesmas harus dikembalikan untuk menyehatkan masyarakat dengan mencegah penyakit sehingga bisa dilibatkan untuk menangkal penyebaran covid-19.

Presiden sudah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (Covid-19) untuk menjaga kesehatan masyarakat yang masih dalam keadaan sehat.

Dibutuhkan kemandirian daerah untuk menjaga kesehatan masyarakat. Daerah, menurut Doni, diharapkan bisa fokus untuk edukasi, sosialisasi, dan mitigasi. ”Presiden juga meminta agar mengefektifkan kelurahan dan desa sampai dengan tingkat RT dan RW mengingat perangkat tersebut memiliki PKK dan karang taruna serta relawan-relawan yang ada di daerah,” kata Doni dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis (19/3).

Menjaga kesehatan masyarakat yang masih dalam keadaan sehat itu sejatinya menjadi tugas utama puskesmas. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah puskesmas di Indonesia sebanyak 9.993 unit pada 2018. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.623 unit (36%) telah memiliki layanan rawat inap.

Setiap puskesmas memiliki dokter layanan primer, dokter gigi, tenaga kesehatan lainnya, dan tenaga nonkesehatan. Tenaga kesehatan lainnya meliputi perawat, bidan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku; tenaga sanitasi lingkungan; nutrisionis; tenaga apoteker dan/atau tenaga teknis kefarmasian.

Sayangnya, rapor puskemas banyak merahnya. Catatan merah perihal puskesmas itu dimuat dalam buku Penguatan Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas yang diterbitkan Bappenas 2018. Disebutkan bahwa fungsi utama puskesmas yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, termasuk di dalamnya penjangkauan kepada masyarakat, juga menurun.

Puskesmas sangat fokus pada upaya kuratif mencari untung sehingga tidak berhasil menekan angka kematian bayi, mengendalikan penyebaran penyakit menular, dan memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Saatnya puskesmas kembali ke khitah, kembali fokus promotif dan prefentif sehingga tegak lurus sebagai pusat kesehatan masyarakat, bukan pusat kesakitan masyarakat.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.