Kabinet Singapura

14/9/2015 00:00
Kabinet Singapura
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

DUA pekan lagi, kabinet baru Singapura terbentuk. Hal itu disampaikan Perdana Menteri petahana Lee Hsien Loong, yang juga Sekretaris Jenderal People's Action Party (PAP), sehari setelah partai berkuasa itu kembali berkuasa (Sabtu, 12/9). PAP meraih 69,9% suara, memenangi 83 dari 89 kursi, termasuk di dapil Punggol East, yang pada Pemilu 2011 dimenangi partai oposisi Workers' Party. Total sura PAP bertambah hampir 10%, dari 60,1% pada Pemilu 2011 menjadi 69,9%.

Partisipasi pemilih juga meningkat. Dari 2.462.926 berhak memilih, 93,56% menggunakan hak suara, sedikit meningkat dari 93,06% pada Pemilu 2011 yang merupakan partisipasi terendah dalam tujuh pemilu (1988-2015). Partisipasi tertinggi pada Pemilu 1997, yaitu 95,91%. Tingginya partisipasi, rata-rata 94,41% selama 27 tahun, menunjukkan tingginya kepercayaan pada pemilu.

Setelah kemenangan itu, PM Lee Hsien Loong berbicara pentingnya tiga elemen politik. Pertama, jujur dan bersih. Kedua, pemerintah urus rakyat sebaik-baiknya sekarang dan masa depan. Ketiga, orang cakap harus bekerja untuk politik, duduk di pemerintahan. Bahkan lebih tajam lagi, Hanya yang terpilih anggota parlemen bakal menjadi menteri.

Pemilu bukan saja bertarung mempertahankan kekuasaan, juga ajang menentukan duduk di kabinet atau tidak. Karena itu, mantan Menteri Senior Goh Chok Tong membahasakan kemenangan PAP sebagai bentuk dukungan rakyat akan lahirnya generasi pemimpin masa depan.

Yang menarik ialah digadang-gadangnya empat nama, yaitu Ng Chee Meng, Ong Ye Kung, Chee Hong Tat, dan Amrin Amin. Amrin, 36, anak orang biasa dari etnik minoritas, lolos menjadi anggota parlemen dari dapil Sembawang. Meraih LLM dari Columbia Univesity, New York, ia pernah bekerja sebagai pengacara perusahaan, lalu mengabdikan diri di akar rumput sebagai penggerak komunitas.

Ong Ye Kung, 46, juga terpilih anggota parlemen dari dapil Sembawang. Ia pernah ikut pemilu 2011 dari dapil Aljunied, tetapi dikalahkan oleh Workers' Party sehingga gagal menjadi menteri. Pernah menjadi sekretaris PM Lee Hsien Loong, memimpin tim perundingan perdagangan bebas AS-Singapura, direktur independen SMRT Corporation, Ong meraih MBA dari International Institute for Management Development, Swedia.

Chee Hong Tat, 41, meraih S-1 dari University of California di Berkeley dan MBA dari Adelaide University, Australia. Ia pernah menjadi sekretaris Mentor Menteri Lee Kwan Yew (2008-20011). Kini ia terpilih menjadi anggota parlemen dari dapil Bishan-Toa Payoh.

Yang keempat, dan paling penting, ialah Letnan Jenderal Ng Chee Meng. Pilot pesawat tempur, kini 47, belajar di Akademi Angkatan Udara AS, serta meraih gelar master of arts dalam hubungan internasional dari Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, AS. Pada 18 Agustus lalu, mantan komandan Skuadron 144 itu menyatakan setelah pensiun dari Angkatan Perang Singapura bakal terjun ke dunia politik. Ia terpilih anggota parlemen dari dapil Pasir Ris-Punggol.

Mengikuti pemikiran bapak bangsa Singapura, Lee Kwan Yew, yang perlu ditandai ialah siapa menteri pertahanan kini dan di masa depan. Katanya, menhan orang paling kuat di kabinet, dekat dengan PM, paling tangguh, paling mampu. Karena itu tidak usah heran, dalam kampanye lalu PM Lee Hsien Loong khusus berkunjung ke Bishan-Toa Payoh, dapil Menhan Ng Eng Hen.

Untuk Indonesia masa depan, sebutlah 2019, kiranya menarik mengikuti pikiran pemimpin Singapura dalam menyeleksi menteri. Orang partai gagal dalam pemilu legislatif jangan dijadikan menteri. Kabinet mestinya tempat orang sukses, bukan orang gagal tak dipilih rakyat.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima