Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPERGIAN mereka yang dulu warga negara Indonesia untuk bergabung dengan Islamic State semestinya kepergian yang tak kenal pulang, tak hendak kembali.
Serupa jelangkung yang datang tak diundang dan pulang tak diantar, mereka pergi bergabung dengan IS tidak disuruh, pulang pun tak usah dijemput.
Bila pemerintah memutuskan menerima kepulangan mereka, pemerintah sama saja mengundang mereka pulang. Biasanya bila pemerintah menerima atau mengundang mereka pulang, pasti akan ada yang menjemput mereka.
Para simpatisan IS bekas WNI ini bukan Bang Toyib. Dalam lagu, Bang Toyib ditanya mengapa tak kunjung pulang. Dalam kenyataan, tak ada yang bertanya-tanya mengapa para simpatisan IS itu tak kunjung pulang. Bisa dikatakan sebagian besar kita malah menghendaki mereka tak pulang.
Pun dalam lagu dikisahkan, anak-anak Bang Toyib memanggil-manggil namanya. Dalam dunia nyata, mereka bahkan mengajak anak-anak mereka bergabung dengan IS sehingga anak-anak tak perlu menanyakan keberadaan orangtua mereka.
Mereka berangkat ke Irak atau Suriah untuk berjihad. Mereka yang berjihad biasanya berharap gugur dalam medan jihad supaya bisa pulang ke surga. Itu artinya, kalau pun mereka kepingin pulang, pulang saja ke surga, bukan ke Indonesia.
Aneh juga mereka yang dulu gagah perkasa pergi berjihad dan bersumpah setia kepada IS sampai membakar paspor segala, tiba-tiba merengek-rengek minta dipulangkan.
IS bekas WNI, bukan WNI eks IS, sepertinya istilah yang pas disematkan kepada mereka. Disebut IS bekas WNI karena mereka telah kehilangan kewarganegaraan. Mereka bekas WNI.
Dikatakan bukan WNI bekas IS karena sangat sulit--bila tak boleh disebut tidak bisa--orang yang telanjur berbaiat atau bersumpah setia kepada ideologi berbalut agama untuk melepaskan diri dari ideologi tersebut.
Undang-Undang Kewarganegaraan kita menyebutkan WNI yang bergabung ke dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari presiden otomatis hilang kewarganegaraannya.
Muncul perdebatan soal istilah tentara asing. Apakah IS masuk kategori tentara yang dimiliki suatu negara? Sekelompok orang yang berperang biasa disebut tentara. Kita dulu punya tentara pelajar. Mereka sebetulnya para pelajar, tetapi karena ikut berperang melawan Belanda, disebut tentara.
Undang-Undang Kewarganegaraan juga menyebutkan WNI yang secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut gugurlah kewarganegaraan mereka.
Timbul lagi perdebatan ihwal istilah negara. Apakah IS termasuk negara? Per nama, Islamic State jelas state, negara. Per cita-cita IS juga negara karena mereka ingin mewujudkan khilafah dan khilafah itu sistem kepemimpinan, sistem pemerintahan, sistem kenegaraan. Serupa reklame 'apa pun makanannya, teh anu minumannya,' bagi mereka, apa pun masalahnya, khilafah solusinya.
Pun, per definisi objektif IS juga negara. Kita tidak mengakui Israel atau Taiwan sebagai negara, tetapi ada negara lain yang mengakui mereka sebagai negara sehingga bila ada WNI yang mengangkat sumpah setia kepada Israel atau Taiwan, dia akan kehilangan kewarganegaraannya.
Oleh karena itu, kewajiban negara melindungi warga negara otomatis gugur karena ke-689 IS eks WNI itu bukan lagi warga negara, melainkan bekas warga negara. Lagi pula, jauh lebih penting negara melindungi 267 juta warga negara di mana pun berada yang setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI.
Jika negara memulangkan IS bekas WNI, negara malah bisa dituduh abai melindungi warga negara. Melindungi dari apa? Melindungi dari terorisme. Mereka disebut foreign terrorist fighter atau teroris lintas batas. Sangat mungkin mereka menjalankan aksi terorisme di dalam negeri. Bukan tidak mungkin mereka melibatkan istri dan anak-anak mereka untuk melancarkan terorisme serupa yang terjadi di gereja di Surabaya pada peringatan Natal 2018.
Syukurlah, pemerintah kemarin memutuskan menolak pemulangan atau kepulangan IS bekas WNI. Kita layak mengapresiasi pemerintah. Kita kawal pemerintah supaya konsisten, tidak mencla-mencle pada keputusan itu. Biarlah kepergian mereka yang dulunya WNI untuk bergabung dengan IS menjadi kepergian yang tak kenal pulang.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved