Pemimpin Global

10/9/2015 00:00
Pemimpin Global
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

SIAPAKAH pemimpin global saat ini? Jawabnya bukan Presiden AS Barack Obama, bukan PM Inggris David Cameron, bukan Presiden Prancis Francois Hollande, bukan Presiden Tiongkok Xi Jinping, bukan PM Jepang Shinzo Abe, bukan pula Presiden Rusia Vladimir Putin.

Semua pemimpin negara besar pria itu tak layak disebut pemimpin global. Yang kini patut menyandangnya ialah perempuan, Kanselir Jerman Angela Merkel.

Perlunya pemimpin global terbetik ketika televisi CNN pada Senin (7/8) membahas pengungsi Suriah masif melanda Eropa. Dalam hal Suriah, Obama telah gagal.

Ketika Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia menghabisi warganya dalam perang sipil, Obama menyatakan tidak akan tinggal diam.

Ternyata AS memilih diam. Bukan karena pengalaman pahit perang Afghanistan dan Irak, melainkan AS memang tak memiliki kepentingan dengan Suriah.

Sahabat utama AS ialah negara penghasil minyak dan Suriah tidak termasuk. Urat saraf AS juga tak bisa rileks, dihantui ketakutan, jangan-jangan di antara pengungsi ada teroris.

Prancis dan Inggris pada mulanya cuek. Hongaria bahkan memusuhi, mengusir pengungsi Suriah, termasuk anak-anak dan orang cacat di kursi roda.

Mereka berjalan kaki berjam-jam menuju Austria yang menyambut mereka hangat, untuk kemudian berlabuh di negara harapan, Jerman.

Jerman dengan sejarah Adolf Hitler tidak dicitrakan sebagai pejuang HAM, tetapi kini pejuang kemanusiaan. Halaman depan International New York Times Selasa (8/9) bahkan menurunkan liputan Jerman jadi contoh menangani pengungsi.

Diceritakan, Sabtu malam Rania al-Hamawi tidur di atas pelbet hijau bersih, di sisi tiga putranya, bersama ribuan pengungsi lainnya di tempat penampungan di Muenchen.

Ibu itu kaget ketika terbangun Minggu pagi, separuh pengungsian itu kosong.

Sepanjang malam hingga pagi, mesin birokrasi Jerman yang canggih memindahkan sebagian pengungsi baru dari Bavaria ke sejumlah tempat di Jerman.

Sebanyak 1.500 ke Dortmund, 650 ke Braunschweig, dan 470 ke Saalfeld. Terjadilah distribusi beban.

Keteladanan Jerman di bawah kepemimpinan Merkel kiranya menggugah Hollande dan Cameron.

Prancis bakal menampung 24 ribu dan Inggris 20 ribu pengungsi. Jerman tahun ini saja siap menerima 800 ribu pengungsi, menjadikannya sebagai role model bagi Eropa, bahkan dunia.

Kanselir Angela Merkel, 61, sarjana kimia fisika, tipe pemimpin kalem. Ia berasal dari warga negara Jerman Timur, komunis. Dalam menghadapi krisis Eropa, ketika euro bakal kiamat akibat krisis Yunani, Merkel menjadi anutan. Negaranya, Jerman, menjadi sandaran solusi sementara Inggris, misalnya, justru berpikir keluar dari Uni Eropa.

Kini, menghadapi ribuan pengungsi Suriah, Merkel kembali dipuji visinya, keberaniannya, serta kemampuannya memikul beban di dalam negeri. Sampai pertengahan 2015, terjadi 200 serangan terhadap pengungsi.

Di Jerman juga muncul gerakan antiimigran, yang menyesalkan 'islamisasi Eropa'. Gerakan antiimigran mendapat tempat di Eropa. Di Swedia, contohnya, partai antiimigran menjadi partai terbesar ketiga.

Merkel maju terus. Jerman bakal mengalokasikan 6 miliar euro. Ia berusaha tercapainya kuota Eropa, berbagi jumlah pengungsi. Katanya, Eropa berkewajiban moral dan legal menerima pengungsi. Sebaliknya, bukankah pemimpin di negara demokrasi berkewajiban moral dan legal menghormati aspirasi konstituennya?

Merkel melampaui semuanya, sejatinya pemimpin global.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.