Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAM itu universal. Universal dalam dua hal. Pertama, setiap kelompok masyarakat di muka bumi, bahkan setiap individu, punya tradisi menyampaikan salam. Bahkan, binatang pun saling memberi salam. Hal kedua terkait dengan substansi makna salam.
Salam kiranya merupakan ekspresi atau respons atas kehadiran orang lain. Ekspresi atau respons itu bisa berupa gerakan dan/atau ucapan, bergantung pada tradisi, kebudayaan, dan kebiasaan.
Kita menyampaikan salam bisa dengan menganggukkan kepala, membungkukkan badan, melambaikan tangan, berjabat tangan, mencium tangan, berpelukan, cium pipi kiri-kanan alias cipika-cipiki.
Kita bisa juga menyampaikan salam seraya berucap assalamualaikum, shalom, om swastiastu, namo buddhaya, salam kebaikan, selamat pagi, semangat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.
Pun kita bisa mengombinasikan ucapan dan gerakan. Sesama muslim, bukan muslim dengan muslimah yang bukan muhrim, di Timur Tengah sering kali mengucapkan assalamualaikum lalu diikuti dengan saling merangkul atau cipika-cipiki. Di Barat, laki-laki dan perempuan, meski bukan muhrim, biasa mengucapkan good morning atau how are you sambil cipika-cipiki.
Apa pun ekspresinya, dengan gerakan, dengan ucapan, atau kombinasi keduanya, substansi makna salam ialah menghormati, mendoakan, serta merayakan kehadiran dan keberadaan orang lain. Menyampaikan salam berarti bersilaturahim. Menebar salam berarti menebar kebaikan.
Menebar kebaikan semestinya kepada siapa pun, tidak pandang bulu, tak peduli latar belakang agama, budaya, tradisi. Salam justru hendak menerobos sekat-sekat kultural. Salam hendak merayakan keberagaman.
Itulah sebabnya Presiden Jokowi memborong semua ekspresi ucapan salam agama-agama resmi di Indonesia di awal setiap pidato.
Presiden Jokowi, dengan mengucapkan salam borongan itu, hendak bersilaturahim, mendoakan, serta menebar kebaikan kepada semua penganut agama-agama.
Kita pun terbiasa mendengar salam borongan Presiden Jokowi dan menerimanya sebagai satu kearifan negarawan sampai terbit fatwa yang melarang mencampuradukkan salam agama-agama.
Perbincangan tentang fatwa itu berlangsung di dunia nyata maupun maya. Di tengah pro-kontra itu, Presiden tetap memborong salam ketika mengawali pidatonya. Banyak yang mengapresiasi Presiden.
Akan tetapi, mohon maaf, semestinya Bapak Presiden juga mengucapkan salam agama-agama lokal, semisal sampurasun, bukan cuma salam-salam agama impor.
Bayangkan betapa panjangnya pidato Presiden bila harus melakukan itu. Daripada repot, kata Gus Dur, ucapkan saja selamat pagi, siang, sore, atau malam. Toh, maknanya serupa.
Namun, ide lama Gus Dur itu juga mengundang pro-kontra ketika itu. Kita memang gemar mempersoalkan salam sejak dulu.
Seorang teman di satu grup pertukaran pesan berkomentar kira-kira, "Negeri lain sudah terbang ke matahari, kita masih sibuk diskusi ucapan salam."
Kita sepertinya sedang berebut terbang ke surga.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved