Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUATU malam di kepadatan jalanan Jakarta, sopir taksi yang membawa saya ke sebuah acara bercerita ihwal kerjanya. Lelaki lulusan sebuah sekolah kejuruan itu, dengan bahasa yang santun dan tata bahasa yang rapi, menuturkan sebelum menjadi sopir taksi ia mencoba rupa-rupa pekerjaan.
Mulai tukang bangunan, tenaga kebersihan, penjual alat pembersih mobil, satpam, hingga sopir pribadi, sebelum menjadi sopir taksi. Akbar namanya, 33 tahun usianya.
"Maaf, Bapak muslim, kan?"
Saya terkejut, jarang sopir taksi bertanya agama.
"Memangnya kenapa?" tanya saya penasaran.
"Ini saja, Pak, saya bahkan pernah bekerja 'membelah jalan'. Tapi, hanya kuat sebulan," katanya tanpa menjelaskan apa itu membelah jalan.
Apa hubungan agama dan 'membelah jalan'?
Maksudnya mencari sumbangan di tengah jalan untuk pembangunan masjid atau surau. Ia bilang, pekerjaan membelah jalanlah yang amat menyiksa. Tidak saja ia berpanas dan berdebu, tapi merasa bersalah pada pemakai jalan.
Jalanan dibagi dua dengan pembatas drum atau benda lain. Amat menganggu. Kerap kendaraan besar sampai harus ke parit. Itu mempercepat kerusakan jalan.
"Saya pernah hampir tertabrak mobil. Besoknya saya langsung berhenti," katanya.
Bukan sesuatu yang jauh.
Hampir saban hari, di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, saya melewati para 'pembelah jalan', di ujung jalan yang agak menikung menjelang tol. Tak ketinggalan dengan 'jaring kupu-kupu'--meminjam istilah seorang komedian--di tangan. Kami kerap bersungut-sungut, di tengah kemacetan Jakarta yang sudah akut. Di negeri ini lokasi aktivitas 'membelah jalan' tak terhingga jumlahnya.
Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sampang dan Pasuruhan setahu saya pernah mengeluarkan fatwa haram bagi aktivitas pencari amal di tengah jalan raya. Alih-alih surut, titik-titik lokasi membelah jalan justru kian bertambah. Ada yang berpendapat, jika efeknya mempersempit jalan, itu haram. Kalau tak mempersempit, itu halal.
Kementerian Agama secara halus menganjurkan agar umat membangun tempat ibadah tak meminta-minta di jalanan.
Tulisan Moch Cholid Wardi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdhatyut Thulab Sampang, Madura, berjudul Pencarian Dana Masjid di Jalan Raya dalam Perspektif Hukum Islam, punya beberapa alasan yang kuat kenapa aktivitas serupa itu ia nilai haram.
Pertama, sesuai dengan sebuah hadis yang mengatakan jika ada rintangan di tengah jalan, yang menyingkirkan rintangan itu masuk kategori shadaqoh. Meminta amal di tengah jalan ialah rintangan. Ia berpotensi menghadirkan penderitaan orang lain.
Kedua, meminta-minta dalam konteks baik individu maupun sosial tak sejalan dengan napas Islam. Islam menegaskan 'tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah'.
Ketiga, secara sosiologis, jalanan milik umum. Ia bukan hanya milik orang Islam. Implikasinya terhinanya martabat dan citra Islam.
Keempat, apakah persentase pembagiannya menurut hukum Islam sah?
Kalau tak ada pendapatan bagi yang mencari, itu tak mungkin.
Saya boleh menambahkan yang kelima, bagaimana auditnya?
Bukankah seluruh dana publik harus bisa dipertanggungjawabkan?
Siapa yang bisa menjamin tak ada manipulasi?
Mestinya negara, umat Islam khususnya (Dewan Masjid), serius mencari solusi atas persoalan itu. Jangan memelihara kultur meminta-minta dan mengganggu umum pula. Banyak juga masjid didirikan, terkadang, untuk gengsi tetapi kurang dikelola secara profesional.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved