NTW

SAUR HUTABARAT/Dewan Redaksi Media Group
31/8/2015 00:00
NTW
(MI/SUMARYANTO)
SETELAH Joop Ave tak lagi menjadi menteri pariwisata, kuat pandangan negeri ini sesungguhnya tak lagi memiliki tokoh besar di bidang penghasil devisa itu. Menteri pariwisata setelah Joop Ave dinilai belum mampu menyamai, terlebih melampaui. Di tengah kompetisi pasar turisme internasional kian sengit dan berat, mereka yang menduduki kursi menteri pariwisata tak memiliki pikiran sekelas Joop Ave mengenai turisme global serta sekaya-setajam Joop Ave dalam pengembangan destinasi. Akibatnya, Indonesia sebagai negara tujuan wisata (NTW) yang lebih kaya daerah tujuan wisata kian tertinggal ketimbang Singapura, Malaysia, Thailand.

Sudah sering terdengar Menteri Pariwisata Arief Yahya bergairah bakal mempromosikan pariwisata Indonesia di mancanegara. Terakhir ia menyebut menyediakan dana Rp10 miliar khusus untuk mempromosikan Danau Toba di tingkat internasional. Dikabarkan pula, kini sedang dipersiapkan keputusan presiden tentang dewan pengelolaan Danau Toba. Sejujurnya, berita bagus atau berita burukkah itu? Jawabannya, sebaiknya dicari dalam konteks besar, perbandingan regional.

Di saat kita masih menunggu terbitnya keppres ihwal Danau Toba, pada 16 Agustus lalu Thailand menyambut khusus kedatangan turis asing ke-19 juta di Bandara Phuket. Sepuluh hari kemudian (26/8), mereka menyambut istimewa kedatangan turis asing ke-20 juta, Shoji Omoru, asal Jepang, di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Semua itu rangkaian Green Marketing Strategy (menyambut khusus setiap pertambahan sejuta turis asing) dari 30 Juni hingga 30 September 2015.

Kendati Malaysia Airlines secara teknis bangkrut dan wisatawan dari Tiongkok anjlok 11% akibat hilangnya MH 370 dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing (8 Maret 2014), jumlah wisatawan asing tetap tumbuh mencapai 28 juta dengan pengeluaran 76 miliar ringgit (US$21,1 miliar). Tahun ini Malaysia menargetkan 29,4 juta turis asing dengan pengeluaran 89 miliar ringgit (US24,7 miliar). Turisme tetap menjadi penghasil devisa terbesar kedua setelah produk manufaktur.

Singapore Airlines, Changi Airport, dan Singapore Tourism Board (STB), seperti ditulis the Straits Times (30/6), dalam dua tahun ini akan menggelontorkan dana S$20 juta atau kini senilai Rp200 miliar. Dana bersama itu dipakai bersama-sama memasarkan Singapura sebagai NTW. Dana itu dipakai untuk lebih banyak menarik turis asing dari lebih 15 pasar dunia.

Selain itu, dana dipakai juga untuk mengembangkan turis asing kelas atas; tinggal di hotel bintang lima terpilih, pelayanan check-in khusus, antar jemput bandara privat, diskon voucer, dan akses ke semua atraksi. Dana S$20 juta itu merupakan ekspansi dari dana sebelumnya S$35 juta April lalu. Total anggaran S$55 juta (lebih setengah triliun rupiah) itu untuk mencapai pertumbuhan 3%-4% turis asing dalam satu dasawarsa. Pada 2014, Singapura menarik 15,1 juta turis asing.

Apakah arti Rp10 miliar (sekitar S$1 juta) untuk mempromosikan Danau Toba di internasional? Menteri Pariwisata Arief Yahya kiranya tidak sedang bercanda dengan dana 'sebesar' 1,8% anggaran Singapura itu. Tapi apa gunanya mempromosikan suatu destinasi bila ulasan turis asing mengatakan sulit tidur karena banyak nyamuk? Sebelum mendapat pengakuan UNESCO menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kebumian (geopark), sebaiknya menteri pariwisata dan tujuh bupati di kawasan itu lebih dulu menjadikan hotel-hotel bebas nyamuk. Uang Rp10 miliar mudah-mudahan bisa bikin takut nyamuk bila tidak bocor di perjalanan.

Lagi pula, untuk menjadikan Indonesia sebagai NTW, diperlukan pikiran besar, strategi besar, program terpadu, sehingga anggaran efektif. Contoh, saya tidak bisa mengerti kaitan Indonesia sebagai NTW dengan promosi Garuda sebagai sponsor klub sepak bola Inggris, Liverpool. Turis asing dari pasar dunia mana hendak diangkut Garuda dari Liverpool? Apakah bijak, karena pengambil keputusan Garuda pengagum klub Liverpool, BUMN itu mengalokasikan dana untuk klub itu? Bagaimana dengan penggemar Arsenal dan Chelsea yang bermarkas di London? Pikiran parsial dan parokial harus dibuang jauh-jauh.

Pikiran besar dan program besar dapat diwujudkan bila diurus bersama-sama seperti di Singapura. Garuda seperti Singapore Airlines, Angkasa Pura seperti Changi Airport, dan Kementerian Parwisata seperti Singapore Tourism Board.


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima