Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABINET Jokowi jilid 1 sekarang ini tinggal 78 hari. Kabinet memasuki masa demisioner, yakni masa menteri menahan ‘keinginan’ untuk mengambil keputusan strategis.
Menahan ‘keinginan’ bukan perkara mudah di masa akhir jabatan. Justru yang cenderung terjadi perkara sebaliknya, mumpung ‘masih’ berkuasa.
Aji mumpung berkuasa bisa mencapai puncaknya dalam masa demisioner. Orang malah lebih tergoda untuk memaksimalkan kekuasaannya dalam waktu pendek yang tersisa untuk sebesar-besarnya ‘keinginan’.
Dalam masa demisioner ini menteri yang kiranya dapat dinilai tidak mampu menahan keinginannya ialah Menteri BUMN Rini Soemarno. Dia tidak peduli dengan arahan Presiden Jokowi yang melarang para menteri mengambil keputusan strategis.
Larangan menteri mengambil keputusan strategis itu disampaikan Presiden Jokowi dalam sidang kabinet awal Agustus, Senin (5/8). Larangan itu berlaku hingga Oktober 2019. Hemat saya, tepatnya hingga 19 Oktober 2019, sehari sebelum Presiden terpilih dilantik.
Akan tetapi, belum lagi ludah Presiden Jokowi kering, Menteri Rini Soemarno berani melanggar larangan Presiden. Melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pekan lalu, Kamis (29/8), pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas melalui Menteri BUMN seenaknya mengangkat Suprajarto sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara.
Seenaknya, karena Suprajarto tidak pernah diajak bicara. Seenaknya, karena Menteri Rini tidak menaruh hormat pada profesionalisme dan jam terbang seorang bankir.
Suprajarto ialah direktur utama BRI yang pada 2018 mencetak laba bersih Rp32,52 triliun. Pada Juni 2019, laba bersih BRI mencapai Rp16,3 triliun, atau naik 12,01% jika dibandingkan dengan laba bersih Rp14,55 triliun pada Juni 2018.
Sebagai perbandingan, laba bersih BTN Rp1,3 triliun pada semester 1 2019. Laba bersih itu turun 8,4% jika dibandingkan dengan laba bersih Rp1,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BTN baru diselenggarakan pada 17 Mei 2019. Apa keadaan yang memaksa sehingga belum 4 bulan harus dilakukan rapat umum pemegang saham luar biasa? Inilah rapat ‘luar biasa’ yang ‘amat luar biasa’ karena diselenggarakan di masa kabinet demisioner, di masa Presiden Jokowi melarang menteri mengambil keputusan strategis. Ada apa Menteri Rini kok seenaknya?
Suprajarto menolak pengangkatan dirinya sebagai dirut BTN hanya dalam tempo sekitar 3 jam setelah RUPSLB BTN. Dia mengambil langkah berani yang dipujikan banyak kalangan dari industri keuangan. Sebaliknya, Menteri Rini dikecam.
Rapat umum pemegang saham luar biasa setelah Presiden melarang menteri mengambil keputusan strategis juga dilakukan Menteri Rini di BNI, Jumat (30/8). Terjadi perombakan susunan direksi dan komisioner, tetapi posisi direktur utama tetap diduduki Achmad Baiquni yang ditengarai tidak akan tergantikan sepanjang Rini menjabat Menteri BUMN.
Publik patut menggugat keputusan seenaknya Menteri Rini yang memperlakukan bank milik negara seperti bukan badan usaha strategis. Bahkan, dia memperlakukannya bagai miliknya sendiri. Sebaliknya, komunitas industri keuangan mengapresiasi Suprajarto sebagai bankir profesional yang berani bersikap.
Kepada menteri lainnya kita serukan agar menaati larangan Presiden untuk tidak mengambil keputusan strategis di masa kabinet demisioner. Tahanlah ‘keinginan’ demi tegaknya fatsoen (decency) dalam kekuasaan sebagai pembantu presiden.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved