Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUDUL itu dipetik dari pernyataan tegas Presiden Jokowi tatkala memimpin rapat terbatas mengenai impor sampah dan limbah plastik ke Indonesia di Istana Bogor, Selasa (27/8).
Penegasan Presiden itu perkara mendasar yang kiranya perlu dicamkan kembali para menteri. Satunya suara kabinet mencerminkan soliditas dan taat asas.
Tiap menteri dalam domainnya masing-masing tentu punya titik berdiri masing-masing. Dari titik berdiri masing-masing itu tampaklah 'pemandangan' berbeda-beda.
Akan tetapi, rapat kabinet bukan perjalanan wisata tiap turis boleh punya pandangan berbeda sekalipun yang dilihat pemandangan yang sama. Turis boleh selfie, menteri tidak boleh 'selfie' dengan kewenangannya demi kepentingan titik berdiri kementeriannya.
Contoh, impor sampah demi industri kiranya pemandangan 'indah' di mata menteri perindustrian, sebaliknya kiranya pemandangan 'busuk' di mata menteri lingkungan hidup. Bolehkah kabinet dua suara? Tidak. Harus satu suara, kata Presiden. Siapakah yang dimenangkan?
Jawaban harus lebih dulu dikembalikan kepada prinsip dasar. Kita bukan sedang mengelola barang bernama sampah impor, kita sedang berurusan dengan lingkungan tempat manusia hidup. Kita bukan sedang berurusan dengan hidup manusia 'hari ini' saja, tapi hidup 'hari depan' manusia.
Menteri perindustrian mewakili mereka yang fokus utamanya barang dan jasa. Menteri lingkungan hidup mewakili mereka, kaum environmentalist yang fokus utamanya kebersihan lingkungan, bukan barang dan jasa. Hampir mustahil mempertemukan keduanya dalam damai.
Kata Prof Lester C Thurow, mantan dekan Sloan School of Management MIT, pecinta lingkungan hidup tidak khawatir dengan indahnya ekonomi bebas. Tapi, bagi mereka lingkungan hijau (green environment) lebih berharga, lebih bernilai daripada uang hijau (green money).
Kabinet berhadapan dengan besarnya tingkat pemahaman bersama dan besarnya rasa saling hormat. Kabinet berhadapan pula dengan dua kewenangan besar, yakni kewenangan moral dan kewenangan formal. Bagaimana Presiden menyelesaikannya?
Presidenlah yang punya puncak dua kewenangan itu sekaligus. Persoalan ialah tergantung perkaranya, apakah Presiden berani memilih dari dua puncak kewenangan itu untuk mengambil titik berdiri tertentu demi terciptanya kabinet satu suara? Dalam bahasa yang padat, Presiden memberikan keteladanan dengan menentukan arah ke mana negara mau dibawa.
Ke mana negara mau dibawa, apakah pro-uang hijau atau lingkungan hijau, bukan hanya perlu berpikir besar, melainkan juga menunjukkan karakter pribadi besar. Hemat saya itulah yang terjadi tatkala Presiden Jokowi tegas bilang kabinet harus satu suara.
Dengan begitu, dalam kabinet, Presiden mengambil keputusan yang mengilhami, yakni dia membangun besarnya pemahaman bersama dan tingginya rasa saling hormat atas satu suara yang diputuskan kabinet.
Kabinet sekarang umurnya kurang lebih tinggal 2 bulan. Harapan kita jadilah menteri yang 'berarti', di atas itu jadilah anak bangsa yang 'berarti'.
Presiden sekarang ialah juga presiden terpilih yang masih akan memimpin kabinet 5 tahun 2 bulan. Akan ada menteri-menteri wajah baru. Di masa akhir kabinet ini kiranya bagus Presiden memberi contoh kejelasan peran menteri sebagai 'pedoman' untuk yang baru.
Dalam pro dan kontra yang tinggi perihal isu kepublikan, kabinet harus satu suara. Untuk itu, kali ini kewenangan moral menang atas kewenangan formal bahwa Indonesia bukan tong sampah.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved