Zaman Kaliyuga?

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
24/8/2019 05:10
Zaman Kaliyuga?
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI)

DEMOKRASI kita di ambang kebangkrutan! Ia tampak hidup, berkembang, dan rancak, tapi sesungguhnya permainan simulakra penuh tipu daya. Yang tampak elok itu prosedur-prosedurnya, yang mati itu substansinya. Intinya. Jiwanya.

Topeng-topeng nan elok, tapi wajah-wajah sesungguhnya penuh luka. Para politikus dan kaum cerdik pandai tahu, tapi tak berdaya. Kita telah terperangkap sistem politik yang mahal, transaksional, prosedural, dan akhirnya banal.

Begitu kira-kira pendapat beberapa aktivis demokrasi di Jawa Tengah yang saya ajak bicara baik secara bersama ataupun sendiri-sendiri, baru-baru ini. Mereka ada yang pernah menjadi anggota partai, anggota KPU, Panwaslu, bahkan birokrat yang mengurusi politik. Mereka tahu bagaimana politik 'dimainkan'! Politik dibusukkan!

Pendapat itu menjawab pertanyaan yang saya kepada mereka, "Adakah anggota dewan perwakilan rakyat daerah sekarang ini punya manfaat bagi demokrasi?" Pertanyaan aktual karena Agustus-September ini 'musim' pelantikan anggota DPRD seluruhnya Indonesia yang totalnya sekitar 20 ribu orang.

Saya lantas ingat almarhum Dr Sjahrir di masa pemerintahan Gus Dur, di awal pembentukan Partai Perhimpunan Indonesia Baru. Dalam sambutan lahirnya partai itu, ia cemas Indonesia mengawali demokrasi dengan banyaknya kasus seperti Buloggate, Brunneigate, Baligate, Pertaminagate, Kostradgate, dan aneka problem.

Kini kita juga dikiaskan hidup di era Kaliyuga. Era yang menurut pujangga Jawa Ronggowarsito, sebagai zaman kegelapan, era kehancuran. Era ketika 'lautan mengalir ke sungai'. Bukan sebaliknya.

Korupsi memang ancaman pertama dalam demokrasi kita. Ia nyata dan terang benderang. Ini pula yang diungkapkan Indonesianis William Liddle, ketika memberikan 'tausiah politik' di DPP Partai Golkar, dua pekan silam.

Dalam penelitiannya di Pematang Siantar dan Simalungun, Sumatra Utara, pada 1962-1964, ia menemukan fakta money politics sudah terjadi waktu itu. Fakta konkretnya ialah seorang yang paling tak layak menjadi wali kota, akhirnya bisa terpilih karena permainan fulus.

Ancaman demokrasi berikutnya ialah islamisme, komunisme, dan separatisme. Menurut saya, ketidakadilan juga menjadi ancaman demokrasi yang nyata. Ia bom waktu.

Kita tahu demokrasi ialah pelembagaan berbagai kepentingan, yakni konflik dan kekuasaan dikelola secara beradab. Bukan biadab. Demokrasi yang dikelola secara beradab, mestinya tak hanya bertumbuh tapi juga tangguh. Tangguh untuk menyejahterakan rakyat.

Tangguh untuk menangkal kemungkinan kembalinya Orde Baru, pada otoritarianisme yang mengerikan itu. Korbannya tak hanya rakyat, tapi juga tentara. (Salim Haji Said, 2016).

Selalu ada jalan perubahan. Selalu percaya bahwa dalam siklus zaman, era pencerahan setelah era kegelapan. Zaman Kaliyuga semoga hanya sejarah yang harus dilewati untuk menuju era pencerahan.

Kita tetap percaya era ketika 'air sungai menglir deras ke lautan'. Bukan sebaliknya. Sebab, ada yang 'terus menyalakan lilin daripada terus sibuk mengutuk kegelapan'.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.