RAPBN 2016

Suryopratomo
19/8/2015 00:00
RAPBN 2016
(MI/Seno)
PRESIDEN Joko Widodo telah menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 kepada DPR. Saya sempat menanyakan kepada Menteri Keuangan Bambang PS Brojonegoro, sosok ekonomi Indonesia seperti apa yang dibayangkan pemerintah dari besaran RAPBN 2016 yang diajukan itu.

Menkeu menjelaskan pemerintah menyadari kondisi perekonomian global yang masih tidak menentu. Pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih berkualitas. Untuk itu, pemerintah akan menjalankan tugas sebagai katalisator pembangunan dengan memfokuskan pembiayaan pada sektor infrastruktur dan pangan. Pemerintah juga akan mendorong investasi pada sektor swasta, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Untuk itu, pemerintah menyediakan stimulus fiskal. Ada kredit usaha rakyat yang nilainya lebih dari Rp100 triliun. Dengan tingkat bunga maksimum 9%, UMKM diharapkan semakin bergairah untuk mengembangkan kegiatannya. Dengan ditambah dengan transfer dana desa sebesar Rp1 miliar per desa, kegiatan di tingkat masyarakat meningkat dan itulah yang diharapkan membuat masyarakat bisa memiliki pekerjaan serta berdaya beli.

Di tengah mulai terjadinya pemutusan hubungan kerja, tugas utama pemerintah membuka lapangan kerja baru. Masyarakat harus diberi kesempatan mengembangkan usaha untuk membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah tidak mungkin membuka lapangan kerja karena sudah menetapkan kebijakan zero growth untuk penerimaan PNS.

Kesadaran itu harus dibangun pada aparat birokrasi agar mereka tidak menghambat investasi. Sikap aparat birokrasi masih belum berubah. Prinsip mereka masih 'kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah'. Akibatnya, investasi baru untuk membuka lapangan pekerjaan belum bisa optimal.

Kita tidak memungkiri, animo investor menanamkan modal di Indonesia tergolong tinggi. Hanya, sering orang kecewa ketika hendak mengeksekusi. Selain persoalan kepastian hukum, yang membuat investor kecewa ialah rendahnya penghormatan kita kepada kontrak. Kita sering terlalu cepat menandatangani kontrak. Kita belum saksama memperhatikan hak dan kewajiban dalam kontrak dan baru menyesal ketika kontrak ditandatangani dan cara yang kita lakukan untuk memperbaiki kontrak dengan tidak menghormatinya.

Sikap 'licik' itu yang juga perlu kita perbaiki. Kalaupun mau memperbaiki hal yang merugikan kita, itu harus dilakukan secara terbuka. Dalam bisnis, kepercayaan merupakan yang paling utama.

Peningkatan kapasitas birokrat diperlukan agar rencana pembangunan bisa berjalan. Tahun ini misalnya, ada sekitar Rp270 triliun dana alokasi daerah yang tidak bisa termanfaatkan dan disimpan di sertifikat Bank Indonesia. Hal itu di antaranya disebabkan rendahnya kemampuan aparat di daerah menggunakan anggaran.

Tugas tahun depan makin berat karena pendampingan harus dilakukan juga kepada aparat di desa. Pemberdayaan desa tidak maksimal bila aparat desa tidak diarahkan dalam menggunakan anggaran. Rp1 miliar per desa bukan dana kecil. Belum tentu aparat desa pernah menangani uang sebanyak itu. Hanya dengan pelaksanaan efektif, RAPBN 2016 akan bisa memberi manfaat kepada pembangunan nasional.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.