WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla bereaksi keras terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Kalla menilai pernyataan Rizal yang mengkritisi proyek listrik 35 ribu megawatt (Mw) tidak tepat, bahkan menggerus kewibawaan Presiden Joko Widodo.
"Kalau begitu, mengurangi kewibawaan Presiden, karena yang resmikan kan Presiden, bukan saya. Policy pemerintah, Pak Jokowi yang meresmikannya, berarti memandang kurang pantas Pak Jokowi kalau gitu kan," cetus Kalla saat ditanya pers soal pernyataan Rizal, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Pada hari pertama menjabat menko bidang kamiritiman, Rizal Ramli menyebutkan bahwa proyek listrik 35 ribu megawatt tidak realistis karena membangun 1/3 dari total proyek dalam waktu lima tahun saja sudah cukup hebat.
Bahkan, kepada Metro TV, Sabtu (15/8) malam, mantan menko perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan, "Itu (proyek listrik 35 ribu Mw) kan proyek Pak Jusuf Kalla, bukan Presiden Jokowi."
Kalla meminta menteri Kabinet Kerja untuk mempelajari program sebelum memberikan komentar. "Sebagai menteri harus pelajari dulu sebelum berkomentar. Memang tidak masuk akal, tapi menteri harus banyak akalnya. Kalau kurang akal, pasti tidak paham itu," jelasnya.
Menurut dia, jangankan 35 ribu Mw, angka 50 ribu Mw dapat dikabulkan jika ada keinginan. Selain soal proyek listrik 35 ribu Mw, Rizal juga menyoroti pembelian Airbus 350 oleh PT Garuda Indonesia. Menurut dia, pembelian pesawat itu harus dibatalkan karena hanya akan membuat Garuda bangkrut.
Wapres JK pun menyebut Rizal telah mendapatkan teguran terkait dengan komentarnya terhadap pembelian Garuda. "Itu sudah ditegur oleh Presiden."
Balik menantang Secara terpisah, Menko Kemaritiman Rizal Ramli berkukuh bahwa proyek listrik 35 ribu Mw harus dievaluasi. Bahkan, ia balik menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar debat di depan publik.
"Kalau mau paham, minta Pak Jusuf Kalla ketemu saya, kita diskusi di depan umum," ujarnya di Istana Negara seusai mengikuti rapat terbatas, kemarin.
Sebelumnya, Rizal mengikuti rapat koordinasi dengan tiga menko lainnya, yakni Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, serta Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin. "Kami berharap kabinet ini suaranya satu," ujar Luhut seusai rapat.
Terkait dengan proyek listrik 35 ribu Mw, Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM Jarman menegaskan pihaknya tetap harus merampungkan proyek tersebut. (Pol/Wan/X-6)
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima