Kereta Cepat

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
15/5/2019 05:30
Kereta Cepat
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

KITA tidak pernah membayangkan bahwa akhirnya bisa mempunyai mass rapid transit di Jakarta. Saat menjadi Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa mencoba menembus kebuntuan dengan membuat proyek MRT. Namun, rencana yang baik itu tidak bisa dijalankan.

Banyak kendala yang harus dihadapi. Aura yang diembuskan cenderung negatif. Proyek yang dibiayai Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) itu akan merugikan kita. Kita akan terjerat utang yang tidak pernah bisa kita bayar.

Semua ketakutan seperti itulah yang membuat kita akhirnya maju-mundur. Tanpa keberanian mengambil risiko, kita tidak pernah jalan ke mana-mana. Padahal, persoalan kemacetan Jakarta semakin parah dan setiap tahun kerugiannya diperkirakan mencapai Rp50 triliun.

Ketika menjabat sebagai gubernur pada 2012, Joko Widodo akhirnya mengambil risiko itu. Selama enam tahun proyek kemudian dikerjakan dan April lalu kita akhirnya memiliki transportasi massal pertama yang bernama moda raya terpadu.

Sekarang kita melihat bagaimana bangganya sebagai bangsa, kita memiliki MRT. Setiap hari kita melihat bagaimana orang keluar-masuk stasiun untuk menggunakan moda transportasi umum itu. Bahkan sudah direncanakan membangun lebih dari 200 km jalur MRT tambahan yang akan melayani seluruh wilayah Ibu Kota.

Bahkan bukan hanya Jakarta yang berkeinginan membangun sistem transportasi umum berbasis rel. Kota-kota lain bersiap membangun sarana transportasi yang sama. Bahkan Palembang sudah lebih dulu dengan memiliki light rail train.

Sikap percaya diri dan keinginan meraih pencapaian tertinggi harus menjadi sikap kita. Jangan lagi kita bersikap pesimistis dan seakan tidak bisa melakukannya. Karena kita makhluk berpikir, kita pasti bisa melakukan apa pun.

Orang Inggris selalu mengatakan, “We are what we think we are.” Apa yang kita mimpikan pasti bisa diraih kalau ada kemauan yang kuat dan apabila ada kesempatan yang diberikan untuk meraih mimpi itu.

Semua bangsa di dunia pun tidak ada yang tiba-tiba menjadi bangsa maju. Bangsa Tiongkok 30 tahun lalu nyaris tidak mempunyai apa-apa. Namun, dengan kemauan kuat dan kesempatan yang diberikan, kini mereka bisa melompat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Sekarang ini nyaris tidak ada yang tidak bisa dilakukan Tiongkok. Mereka bisa membuat kapal terbang. Mereka bisa membuat kapal selam. Bahkan untuk sampai ke bulan pun, mereka kini mampu melakukan.

Tantangan kita sekarang, bagaimana mengubah sikap ‘tidak bisa’ menjadi ‘ya, saya bisa’? Kita membutuhkan pikiran terbuka dan kemauan untuk menghargai sekecil apa pun karya anak bangsa. Kalau ada kekurangan, kita sampaikan agar dilakukan perbaikan, bukan malah dicela.

Sekarang kita memimpikan untuk mempunyai kereta cepat yang akan dibangun dari Jakarta menuju Bandung. Sejak proyek ini dijalankan yang lebih kuat mengemuka ialah kita tidak perlu membangun kereta cepat itu. Proyek ini hanya dianggap sebagai sebuah kemubaziran dan menjadi beban negara.

Tidak pernah dimunculkan pandangan bahwa proyek kereta cepat ini akan menjadi ikon baru Indonesia. Kita akan dihormati sebagai negara ASEAN pertama yang memiliki kereta cepat. Dengan putra-putra Indonesia ikut dalam perusahaan patungan itu, pasti ada ilmu berharga yang bisa kita dapatkan.

Sikap untuk pantang mundur yang diperlihatkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno, membuat proyek kereta cepat terus berjalan. Sekarang proyek ini sudah 17% diselesaikan. Kemarin, terowongan pertama dari 13 terowongan yang akan dibangun bahkan sudah berhasil ditembus.

Apa pesan moral yang bisa kita petik? Kita harus menjadi bangsa yang mempunyai sikap no nonsense. Bahwa pelaksanaan proyek ini menyakitkan, itu ialah bagian dari growing pain.

Seperti kepompong yang akan menjadi kupu-kupu, ia pun harus melewati proses yang menyakitkan. Akan tetapi, kelak ketika proyek itu bisa diselesaikan akhir 2020, kita akan memiliki kebanggaan baru seperti sekarang kita bangga mempunyai MRT.

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.