Beras

SURYOPRATOMO/Dewan Redaksi Media Group
28/2/2015 00:00
Beras
(GRAFIS/SENO)
TIDAK ada satu negara pun di dunia yang tidak mengendalikan harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga dijaga karena urusan pangan bukan hanya berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, melainkan juga bisa memengaruhi sistem pertahanan dan keamanan negara. Amerika Serikat yang menjadi embahnya kapitalisme dan liberalisme sejak 1926 memberi perhatian khusus kepada persoalan pengelolaan pangan. Menteri Pertanian Henry Wallace mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan petani dan menjaga daya beli masyarakat. Wallace dikenal sebagai menteri pertanian terbaik AS dan prestasi itulah yang membuat ia diminta menjadi wakil presiden (1941-1945) oleh Presiden Franklin Delano Roosevelt.

Lembaga yang bertugas sebagai buffer stock masih ada sampai sekarang di AS. Apabila terjadi gagal panen atau harga jatuh karena gejolak harga komoditas dunia, negara hadir mengganti rugi atau membeli dengan harga keekonomian yang tinggi agar petani bisa kembali bercocok tanam. Stok besar yang dimiliki negara dipakai ketika musim paceklik tiba. Bahkan stok pangan dipakai pemerintah AS sebagai alat kepentingan politik global. Melalui Kebijakan PL 480, pemerintah AS memberi bantuan pangan kepada negara-negara yang dianggap sebagai sekutunya.

Uni Eropa melakukan hal yang sama. Ketika negara-negara Eropa bersepakat membentuk Uni Eropa, peran pengendalian pangan ditangani Brussels. Karena itu, nyaris tidak pernah kita mendengar ada gejolak harga kebutuhan pokok di AS dan Eropa. Meski harga komoditas pangan dunia berfluktuasi, masyarakat di kedua kawasan itu menerima harga yang bisa diprediksi.

Kita pun harus mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Kini, harga beras naik sehingga Presiden Jokowi ikut turun tangan. Padahal, kita memiliki Badan Urusan Logistik yang seharusnya menjadi buffer stock. Ketika Prof Saleh Affif dan Leon Mears mengusulkan pembentukan Bulog di 1967, tugas yang digariskan ialah menetapkan harga dasar agar petani mempunyai kepastian berproduksi dan harga atas agar konsumen tak tercekik oleh harga tinggi. Perbedaan antara harga dasar dan harga atas ditujukan agar ada ruang bagi pedagang ikut berperan menjaga stabilitas harga.

Pada 1998, karena perintah Dana Moneter Internasional, kita diharuskan mengerdilkan peran Bulog. Sampai akhir hayatnya, Prof Saleh Affif menyayangkan langkah tersebut. Sering saya menerima e-mail dari Prof Saleh berkaitan peran buffer stock yang umum dilakukan negara di dunia. Kini kita praktis sudah lepas dari IMF. Seharusnya kita bisa lebih independen menjalankan kebijakan yang kita maui, termasuk mengembalikan peran Bulog sebagai buffer stock.

Memang ada masa ketika Bulog disalahgunakan. Namun, itu kesalahan individu, bukan lembaga. Kita tangkap tikusnya, tidak harus membakar rumahnya. Kini, permainan ternyata masih terjadi, meski peran Bulog sudah diamputasi. Mafia beras merajalela untuk memainkan pasokan dan memberikan informasi yang menyesatkan. Tujuannya satu, membuat negara seakan-akan tidak berdaya dan mereka bisa bebas mengimpor beras. Keuntungan seribu rupiah saja 1 kilogram akan memberikan keuntungan Rp1 triliun kalau dapat izin impor 1 juta ton beras.

Ketahanan pangan tidak mungkin akan optimal tanpa dukungan Bulog yang kuat. Seperti halnya energi, ketahanan pangan harus dilihat sebagai alat meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menjaga pertahanan dan keamanan negara.


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima