Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP mendengar pidato Wakil Presiden Jusuf Kalla, selalu ada optimisme yang kita dapatkan. Saat berbicara dalam peringatan ulang tahun Rakyat Merdeka dan Warta Ekonomi pada Senin (8/4) malam, Wapres mengajak kita untuk tidak takut dan khawatir menghadapi masa depan.
Kunci yang harus kita pegang ialah bagaimana bisa menguasai teknologi, khususnya artificial intelligence dan biotechnology. Apalagi, menurut Wapres, zamannya sudah berbeda dengan saat dirinya masih aktif menjadi pengusaha. Kedua, bagaimana mempersiapkan orang-orang untuk bisa menjalankan teknologi itu.
Mempersiapkan orang itulah yang sering kali kita lupakan. Seakan-akan semua terjadi dengan sendirinya. Kita menjanjikan lapangan kerja yang otomatis akan tersedia. Padahal, tanpa keterampilan yang memadai, tidak mungkin orang akan bisa melompat untuk bisa menjalankan teknologi yang baru.
Tahun ini pemerintah baru mulai sungguh-sungguh memperhatikan soal vokasi. Bukan hanya anggaran lebih dari Rp490 triliun yang disediakan, pemerintah juga memberikan double deduction pajak kepada pihak swasta yang mau melakukan vokasi sendiri.
Pemerintah menyadari era industri 4.0 tidak bisa dihindari. Kita harus masuk ke era baru di saat sebagian pekerjaan akan ditangani dengan otomasi. Tenaga kerja yang ada harus diberi keterampilan tambahan agar bisa berpindah ke profesi barunya kelak.
Kalau ada pemimpin yang menjanjikan lapangan kerja tanpa menyiapkan penambahan keterampilan, sebenarnya ia sedang memberi angin surga. Mustahil kita akan bisa masuk ke era industri 4.0 dan menjadi bangsa pemenang kalau keterampilan angkatan kerja tidak kita tingkatkan.
Beda pemimpin dengan warga biasa dilihat dari pikiran strategisnya. Kalau pikiran strategisnya tidak masuk akal, pasti pemikirannya tidak pernah akan bisa menjadi kenyataan. Kalaupun dipaksakan untuk jalan, pasti akan terhenti di tengah jalan.
Ambil contoh program entrepreneurship yang dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Warung OK OCE. Ide yang ditawarkan luar biasa karena mencoba memberdayakan masyarakat untuk bisa menjadi pedagang. Akan tetapi, mengapa banyak yang kemudian gulung tikar? Itu karena para pengelolanya tidak cukup dibekali masalah inventori, cara pengadaan barang, efisiensi, dan persaingan dengan warung yang sudah mapan.
Cara yang berbeda diterapkan beberapa kepala daerah di Jawa Tengah. Mereka memulai dengan satu warung. Bahkan pejabat daerah itu mendatangi pemilik korporasi besar seperti Indomaret atau Alfamart. Mereka menyadari dalam pasar bebas tidak mungkin pendatang baru akan bisa menang, apalagi dengan modal yang terbatas.
Dengan prinsip if you can’t beat them, join them, warung serbaada di Jawa Tengah itu bisa bertahan. Apalagi untuk membedakan dengan toko-toko milik korporasi besar, mereka menjual produk khas dari daerah itu yang diminati masyarakat setempat.
Jusuf Kalla menjelaskan modal yang dimiliki bangsa ini untuk bisa maju sangatlah besar. Sekarang tinggal bagaimana kita meningkatkan produktivitas, mendorong ekspor, menguasai ilmu dan teknologi, serta menguasai perdagangan.
Apabila kita ingin menjadi bangsa pemenang, kita harus juga mampu membangun sinergi, terutama sinergi di antara tiga pilar, yaitu pemerintah, ahli teknologi, dan dunia usaha.
Sinergi itu harus ditingkatkan karena akan menciptakan efisiensi dan akhirnya daya saing.
Modal yang kita miliki untuk bisa maju semakin besar dengan infrastruktur yang sudah tersedia. Empat tahun ini pemerintah gencar membangun berbagai infrastruktur. Memang infrastruktur itu bukan tujuan, melainkan alat yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menjalankan kegiatan yang produktif.
Dengan modal yang baik itu, kita tinggal menjaga dan merawatnya. Kalau kita mampu menciptakan keamanan dan ketertiban, orang akan semakin berbondong menanamkan modal di Indonesia. Dengan investasi itulah kita kemudian berharap semakin terbuka lebar lapangan pekerjaan untuk masyarakat kita.
Untuk itulah berulang kali kita sampaikan, pemilihan umum yang sedang kita jalani jangan sambil merusak rumah besar yang kita miliki. Silakan terus bersaing untuk menarik suara masyarakat. Namun, jangan sampai kemudian kita putuskan rasa persaudaraan, apalagi sampai ingin mengoyak persatuan yang sudah 74 tahun kita bangun bersama-sama.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved