Garuda Indonesia

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
30/3/2019 05:30
Garuda Indonesia
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

TIDAK mudah bagi sebuah perusahaan untuk melakukan turnaround. Garuda Indonesia merupakan salah satu yang mampu melakukan itu. Perusahaan penerbangan nasional Indonesia yang merugi sampai Rp3 triliun pada 2017, itu mampu membukukan keuntungan Rp100 miliar tahun lalu.
        
Menteri Badan Urusan Milik Negara Rini Mariani Soemarno menjelaskan, salah satu kunci dari keberhasilan turnaround Garuda ialah sinergi. Dengan mendorong sinergi di antara BUMN, terciptalah efisiensi.
         
Tantangan bagi pimpinan Garuda selanjutnya ialah bagaimana mempertahankan kinerja yang sudah membaik tersebut. Transformasi harus terus dilakukan agar perusahaan tidak kembali mengalami pertumbuhan yang negatif dan bahkan kemudian merugi lagi.
         
Untuk itu pimpinan Garuda harus diberikan keleluasaan menjalankan aksi korporasinya. Jangan sampai ada intervensi yang membuat aksi korporasi tidak didasarkan pertimbangan bisnis yang benar dan akhirnya menjadi beban.
          
Baru saja Garuda bisa bernapas lega, kini mereka dibebani tugas untuk meningkatkan pariwisata. Perhimpunan perhotelan mengeluhkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan akibat harga tiket pesawat yang terlalu mahal.
          
Keluhan kalangan perhotelan membuat Kementerian Koordinator Kemaritiman turun tangan. Mereka meminta Garuda untuk menurunkan harga tiket agar bisa menggerakkan pariwisata. Pemerintah sudah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara tahun ini harus bisa mencapai 20 juta orang agar menyumbangkan devisa sekitar US$20 miliar.
          
Wajar saja apabila pemerintah menjadikan pariwisata sebagai andalan. Bukan hanya potensi Indonesia yang sangat bagus untuk menarik wisatawan, dampak pariwisata itu bisa langsung menyentuh kehidupan rakyat banyak.
          
Hanya, menetapkan satu faktor sebagai penyebab turunnya jumlah wisatawan terlalu prematur. Apalagi sampai kemudian menyimpulkan mahalnya harga tiket Garuda sebagai penyebabnya, sehingga Garuda diminta menurunkan harga tiket.
         
Seharusnya persoalan dilihat secara lebih lengkap. Upaya untuk mendorong pariwisata sebagai andalan, bebannya harus ditanggung oleh semua sektor yang bergerak di bidang pariwisata. Perhitungan yang cermat tentang biaya yang Dibutuhkan untuk mendatangkan seorang wisatawan ke Indonesia, sehingga manfaatnya juga bisa dihitung.
          
Tanpa ada perhitungan lengkap dan pembagian beban yang jelas dari semua sektor yang bergerak di bidang pariwisata, maka akan ada yang menanggung beban dan ada pihak lain yang menangguk untung. Garuda sekarang ini keberatan kalau harus menanggung semua beban, sedangkan keuntungannya akan dinikmati pihak lain.
         
Jangan lupa Garuda sekarang ini merupakan perusahaan publik. Direksi tidak bisa mengambil kebijakan yang merugikan kepentingan publik yang menjadi pemegang saham. Garuda akan kembali menjadi perusahaan merugi apabila diminta untuk menanggung beban itu sendiri.
         
Sekali lagi kita tentu mendukung untuk menjadikan pariwisata sebagai andalan ekonomi nasional. Tetapi, cara untuk mencapai tujuan harus dilakukan dengan lebih benar. Perlu ada sinergi di antara pelaku pariwisata agar semua bisa menikmati manfaatnya.
         
Berulang kali kita sampaikan, kita tidak boleh kalah dari Singapore Tourism Board. Mereka mampu menggerakkan semua komponen yang menjadi penopang pariwisata mulai dari perusahaan penerbangan, perhotelan, restoran, penyelenggara event hingga pemilik mal untuk sama-sama menjadikan Singapura sebagai tujuan wisata masyarakat dunia.
         
Tidak mungkin kita bisa menang dalam persaingan apabila tidak mau berpikir dan bekerja secara kolektif. Apalagi mengambil langkah yang emosional bukan dirumuskan secara strategik.
           
Kita memerlukan hadirnya Indonesia Incorporated khususnya di bidang pariwisata. Kita hanya membutuhkan sikap inovatif dan kreatif karena sumber daya yang akan dijual sudah ada di depan mata. Mulai dari alam hingga budaya, apa yang ada di Indonesia itu sangat unik. Kita hanya perlu mengemas dan menjual dengan cara lebih baik sehingga orang  tertarik dan benar-benar puas setelah melihatnya sendiri.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima