Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK mudah bagi sebuah perusahaan untuk melakukan turnaround. Garuda Indonesia merupakan salah satu yang mampu melakukan itu. Perusahaan penerbangan nasional Indonesia yang merugi sampai Rp3 triliun pada 2017, itu mampu membukukan keuntungan Rp100 miliar tahun lalu.
Menteri Badan Urusan Milik Negara Rini Mariani Soemarno menjelaskan, salah satu kunci dari keberhasilan turnaround Garuda ialah sinergi. Dengan mendorong sinergi di antara BUMN, terciptalah efisiensi.
Tantangan bagi pimpinan Garuda selanjutnya ialah bagaimana mempertahankan kinerja yang sudah membaik tersebut. Transformasi harus terus dilakukan agar perusahaan tidak kembali mengalami pertumbuhan yang negatif dan bahkan kemudian merugi lagi.
Untuk itu pimpinan Garuda harus diberikan keleluasaan menjalankan aksi korporasinya. Jangan sampai ada intervensi yang membuat aksi korporasi tidak didasarkan pertimbangan bisnis yang benar dan akhirnya menjadi beban.
Baru saja Garuda bisa bernapas lega, kini mereka dibebani tugas untuk meningkatkan pariwisata. Perhimpunan perhotelan mengeluhkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan akibat harga tiket pesawat yang terlalu mahal.
Keluhan kalangan perhotelan membuat Kementerian Koordinator Kemaritiman turun tangan. Mereka meminta Garuda untuk menurunkan harga tiket agar bisa menggerakkan pariwisata. Pemerintah sudah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara tahun ini harus bisa mencapai 20 juta orang agar menyumbangkan devisa sekitar US$20 miliar.
Wajar saja apabila pemerintah menjadikan pariwisata sebagai andalan. Bukan hanya potensi Indonesia yang sangat bagus untuk menarik wisatawan, dampak pariwisata itu bisa langsung menyentuh kehidupan rakyat banyak.
Hanya, menetapkan satu faktor sebagai penyebab turunnya jumlah wisatawan terlalu prematur. Apalagi sampai kemudian menyimpulkan mahalnya harga tiket Garuda sebagai penyebabnya, sehingga Garuda diminta menurunkan harga tiket.
Seharusnya persoalan dilihat secara lebih lengkap. Upaya untuk mendorong pariwisata sebagai andalan, bebannya harus ditanggung oleh semua sektor yang bergerak di bidang pariwisata. Perhitungan yang cermat tentang biaya yang Dibutuhkan untuk mendatangkan seorang wisatawan ke Indonesia, sehingga manfaatnya juga bisa dihitung.
Tanpa ada perhitungan lengkap dan pembagian beban yang jelas dari semua sektor yang bergerak di bidang pariwisata, maka akan ada yang menanggung beban dan ada pihak lain yang menangguk untung. Garuda sekarang ini keberatan kalau harus menanggung semua beban, sedangkan keuntungannya akan dinikmati pihak lain.
Jangan lupa Garuda sekarang ini merupakan perusahaan publik. Direksi tidak bisa mengambil kebijakan yang merugikan kepentingan publik yang menjadi pemegang saham. Garuda akan kembali menjadi perusahaan merugi apabila diminta untuk menanggung beban itu sendiri.
Sekali lagi kita tentu mendukung untuk menjadikan pariwisata sebagai andalan ekonomi nasional. Tetapi, cara untuk mencapai tujuan harus dilakukan dengan lebih benar. Perlu ada sinergi di antara pelaku pariwisata agar semua bisa menikmati manfaatnya.
Berulang kali kita sampaikan, kita tidak boleh kalah dari Singapore Tourism Board. Mereka mampu menggerakkan semua komponen yang menjadi penopang pariwisata mulai dari perusahaan penerbangan, perhotelan, restoran, penyelenggara event hingga pemilik mal untuk sama-sama menjadikan Singapura sebagai tujuan wisata masyarakat dunia.
Tidak mungkin kita bisa menang dalam persaingan apabila tidak mau berpikir dan bekerja secara kolektif. Apalagi mengambil langkah yang emosional bukan dirumuskan secara strategik.
Kita memerlukan hadirnya Indonesia Incorporated khususnya di bidang pariwisata. Kita hanya membutuhkan sikap inovatif dan kreatif karena sumber daya yang akan dijual sudah ada di depan mata. Mulai dari alam hingga budaya, apa yang ada di Indonesia itu sangat unik. Kita hanya perlu mengemas dan menjual dengan cara lebih baik sehingga orang tertarik dan benar-benar puas setelah melihatnya sendiri.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved