Inspirasi dari "Negeri Kiwi"

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
26/3/2019 05:30
Inspirasi dari
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

INILAH ibadah salat Jumat yang paling istimewa di Selandia Baru. Di Masjid Al Noor, Christchurch, kumandang azan Jumat lalu disiarkan ke seluruh penjuru negeri. Suasana khidmat amat terasa di negara berpenduduk 5 juta jiwa itu. Inilah 'Negeri Kiwi'.

Suara khatib Imam Gamal Fouda bergetar, tetapi pesannya tegas; meneguhkan persatuan. “Kita patah hati, tetapi kita tidak hancur. Kita tetap hidup, kita bersama-sama, kita bertekad tak akan membiarkan orang memecah belah kita."

Sementara itu di depan masjid, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama 20 ribu orang mengheningkan cipta. Perempuan berusia 38 tahun itu berbusana serbahitam dan berhijab warna serupa. Kerudung juga dikenakan ribuan perempuan di sana. Kerudung solidaritas!

Aksi simpati juga digelar di dekat Masjid  Al Noor hingga Minggu malam lalu. Sedikitnya 40 ribu manusia hadir di situ. Seorang siswa SMA membacakan sajak Martin Luther King Jr. 'Kegelapan tak bisa diusir dengan kegelapan. Hanya cahaya yang mampu. Kebencian tak bisa dihapus dengan kebencian. Hanya cinta kasih yang mampu'.

Itulah aksi nyata. Seluruh elemen bangsa bersatu menghadapi aksi biadab teroris kulit putih asal Australia, Brenton Tarrant. Ia memberondong ratusan jemaah salat Jumat, 15 Maret lalu, di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Islamic Center, yang menewaskan 50 jemaah dan melukai 50 orang lainnya. Jemaah Al Noor yang terbanyak meninggal. Polisi cepat menangkap sang teroris bersama tiga pelaku lainnya. 

Terorisme benar-benar menyatukan Selandia Baru. Tak ada yang menyebar kabar dusta. Perdana Menteri Jacinda Ardern dengan cepat menunjukkan kepemimpinan berkelas. Ia tak hanya berbalut busana hitam, mengenakan berkerudung, mendatangi keluarga korban, tetapi juga memeluk mereka dan menyatakan hatinya ada pada para korban.

Ardern dengan cepat pula menyebut tindakan itu sebagai aksi teroris. Sesuatu yang tak lazim dalam umunya pandangan Barat. Ini menjawab perasaan kaum muslim yang selama ini terus distigma: terorisme identik dengan Islam. Ardern memahami betul perasaan terdalam kaum muslim. 

Ia juga tak mau menyebut nama teroris. "Dia (teroris) mencari banyak hal dari aksi terornya, salah satunya ialah ketenaran. Itulah sebabnya Anda semua tak akan pernah mendengar saya menyebut namanya. Dia adalah teroris. Dia penjahat. Dia ekstremis. Namun dia, saat saya berbicara, (dia) akan menjadi orang tanpa nama," ungkapnya.

Dalam waktu cepat pula, 10 hari, ia mampu mengubah undang-undang. Sebelumnya, Selandia Baru mengizinkan anak di atas 16 tahun memiliki sejumlah senjata jenis senapan umum. Brenton Tarrant, misalnya, memiliki  lima senjata api, termasuk dua senapan semiotomatis dan senapan serbu yang sering digunakan pasukan militer. K

Kita bandingkan dengan Amerika Serikat, yang tak terbilang kali menghadapi penembakan brutal, termasuk di beberapa sekolah, tetapi presiden demi presiden gagal mengubah aturan.

Di parlemen, sidang pertama setelah penembakan, yang dihadiri oleh banyak kelompok agama sebagai tanda persatuan, juga dibuka dengan bacaan ayat Alquran yang dilantunkan Imam Nizam ul haq Thanvi. Perdana Menteri  mengawali pidatonya dengan mengucap Assalamualaikum dan mengungkapkan serangan teror sebagai peristiwa terkelam yang pernah terjadi di Selandia Baru. Para korban ialah para imigran; dan kaum imigran inilah yang dibenci para teroris kulit putih seperti Tarrant. 

Aksi cepat Ardern yang mempersatukan seluruh unsur di negerinya menuai pujian dunia. Namun, simpatinya yang dalam kepada kaum minoritas muslim bukan tanpa risiko. Ia juga mendapat ancaman. Via sebuah akun Twitter, seseorang mengirim gambar pistol disertai tulisan 'You are next' (Anda giliran berikutnya) kepada sang perdana menteri. 

Ardern memang dipuji sebagai pemimpin muda yang progresif. Kesibukannya dalam berpolitik juga tak lantas melupakan perannya sebagai ibu. Ia melahirkan tahun lalu dalam usia 37 tahun. Komitmennya untuk terus memberi ASI luar biasa. Ketika Sidang Umum PBB pada September tahun lalu, ia membawa serta putrinya yang berusia tiga bulan.

Perempuan itu teguh melindungi kaum minoritas. Bersatunya seluruh rakyat Selandia Baru di bawah Perdana Menteri Jacinda Ardern, dalam menghadapi masalah, ialah sebuah inspirasi untuk kita kembali. Kembali pada jati diri bangsa yang bersatu dalam perbedaan. Terlalu sayang demokrasi yang mahal ini dikotori caci maki dan kebencian.
 



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima