Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKAR korupsi kiranya tertanam-dalam pada diri yang tidak mengenal kata cukup dan patut menyangkut harta. Salah satu wujudnya ialah harta yang diperoleh karena takhta.
Hubungan itu dapat dibalik, yang tertanam-dalam pada diri bukan harta, melainkan takhta. Untuk mendapatkan dan mempertahankan takhta diperlukan harta.
Bukan sembarang harta, bergerak atau tidak bergerak, tapi harta likuid. Itu demi politik uang. Karena itu salah satu yang menarik perhatian publik ketika orang tertangkap basah KPK ialah banyaknya uang yang ikut tertangkap tangan. Ketika Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap KPK, uang yang disita Rp156.758.000. Sopir yang membawa kami di Jawa Tengah berkomentar, "Orang sekelas ketua partai uang segitu ditelateni."
Modus korupsi bukan makan uang yang berkaitan dengan anggaran proyek. Namun, uang suap urusan seleksi jabatan di Kementerian Agama.
Uang memang keperluan duniawi. Uang tidak beragama. Sekalipun punya negara, uang sesungguhnya tidak kenal nasionalisme, terlebih di saku koruptor.
Realitas pahit ialah cash is king berlaku sangat deras dalam politik Indonesia. Elite politik paham benar makna uang dalam pemilu. Makna cash is king juga kian merasuk ke tingkat warga yang punya hak pilih sehingga terciptalah hubungan uang yang sangat rasional dan realistik, yaitu cash and carry, tanpa pelayanan purnajual.
Tanpa pelayanan purnajual dalam arti yang paling brutal. Setelah orang terpiih, tidak ada ikatan selain ketemu kembali pada pemilu mendatang dengan pola yang sama, cash is king, dan hubungan dengan konstituen terulang cash and carry tanpa pelayanan purnajual.
Dalam hal uang kiranya perlu pengakuan yang jujur bahwa demokrasi kita demokrasi jual beli. Habis perkara. Partai sebagai salah satu pilar utama demokrasi ialah institusi kepublikan yang makan ongkos sangat mahal bahkan sejak partai dilahirkan di era demokrasi ini. Terlebih untuk membesarkannya melalui pemilu yang berwatak cash is king serta cash and carry, tanpa pelayanan purna jual.
Apakah ada yang aneh dengan kenyataan sebanyak lima ketua umum partai ditangkap KPK? Mereka ialah Romahurmuziy/PPP, Anas Urbaningrum/Partai Demokrat, Luthfi Hassan Ishaaq/PKS, Suryadharma Ali/PPP, dan Setya Novanto/Golkar.
Korupsi layak dicurigai enak. Kenapa? Ternyata banyak yang suka.
Pernyataan bahwa korupsi enak muncul di benak begitu saja ketika mendengar berita Romahurmuziy ditangkap KPK. Bukankah sebelumnya telah begitu banyak yang ditangkap KPK? Kok, tidak takut? Jawabnya mungkin korupsi itu enak banget sehingga mengalahkan rasa takut ditangkap KPK.
Kasus itu semakin menunjukkan kecenderungan elite politik negeri ini lebih memilih status daripada integritas. Lebih buruk lagi menjual integritas demi status.
Seseorang sampai pada kedudukan ketua umum partai seyogianya bukan lagi jenis pribadi pemburu status, apalagi pecinta uang dengan segala cara. Dia pribadi yang integritasnya teruji dan mumpuni, contoh yang hidup di ranah kepublikan.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved