Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung Post, Jumat pekan lalu, seorang tim kreatif harian ini menyodorkan sebuah karya beserta spidol kepada Kepala Negara untuk ditandatangani. Berkali-kali Presiden berupaya menggoreskan tanda tangan di atas kartun diri sang pembuatnya yang telah dibingkai dan dilapisi mengaman kaca. Namun, ujung spidol itu tak meninggalkan jejak alias gagal. Jenis spidol yang digunakan licin di permukaan kaca.
Tentu saja sang pembuatnya gusar karena bakal gagal mendapatkan tanda tangan Presiden. Ibu Negara, Ny Iriana Joko Widodo yang mendampingi kunjungan Presiden, segera memberi solusi.
"Biar kami bawa pulang saja nanti dicarikan spidol yang bisa dipakai untuk tanda tangan. Nanti kalau sudah ditandatangani kami kirim ke sini (Lampung Post)," kata Ny Iriana seraya mengambil lukisan itu. Tiga kali ia mengatakan hal itu untuk meyakinkan sang pembuat lukisan bahwa karyanya akan aman-aman saja dan tanda tangan bakal didapatkan.
Beberapa hari kemudian lukisan itu telah dikirim pihak Istana ke Lampung Post. Tentu sudah dibubuhi tanda tangan Presiden Jokowi.
Yang tak saya sangka pikiran Ibu Negara sampai ke detail membawa pulang lukisan dan mencari spidol yang cocok untuk menandatangani lukisan. Pastilah ia berpikir, betapa kecewa pelukisnya jika 'perburuan' tanda tangan Presiden gagal.
Saya ikut menyambut kedatangan rombongan Presiden Jokowi di kantor surat kabar tertua di Lampung itu. Di koran ini saya pernah menjadi pemimpin redaksi. Ada banyak petinggi negara berkunjung ke Lampung Post, tapi kunjungan seorang presiden baru kali ini. Selain didampingi Ibu Negara, Jokowi antara lain didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Pasukan pengawal Presiden terlihat sangat sedikit.
Dalam kunjungan itu Presiden lebih banyak mendapat pertanyaan dari para reporter cilik Lampung Post daripada para reporter senior. Sebelum era Jokowi, reporter cilik Lampung Post pernah mewawancarai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri, Kapolri, dan para tokoh lainnya. Hasil wawancara dibukukan dengan judul Anak-Anak Menggali Tokoh (2011).
Saya lihat tangan kanan di dekat jari Presiden Jokowi diperban. Saya menanyakan kepada Ny Iriana, ihwal perban itu? Ia menjawab, efek jabat tangan. Jokowi ialah presiden yang berupaya bersalaman dengan banyak masyarakat di mana pun ia berkunjung. Namun, saya tak pernah membayangkan, bisa terluka akibat jabat tangan. Rupanya bagi Jokowi itu hal biasa.
Saya tak sering bertemu Presiden, terlebih Ny Iriana. Pertemuan di Lampung Post, ialah kali pertama. Saya tahu perempuan ini sosok yang irit bicara, tetapi murah senyum. Ia pula yang mengatur makanan dan kapan sang suami harus berganti pakaian dalam setiap kunjungan Presiden yang padat ke banyak tempat. Fisik Jokowi yang langsing selalu terlihat gesit.
Ny Iriana juga rajin menyimak program perbincangan Editorial Media Indonesia yang ditayangkan Metro TV setiap pagi. "Oh, saya penggemar acara Editorial," katanya ketika saya tanyakan acara televisi kesukaannya.
Sebelum kunjungan ke Lampung Post, di Lampung Jokowi juga meresmikan Tol Trans-Sumatra Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan pengoperasian Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Ia juga menghadiri deklarasi ‘Jokowi Sekelik Lampung’ yang digagas Relawan Pendukung Jokowi. Sore harinya ia dan rombongan terbang ke Sumatra Selatan untuk meresmikan sejumlah proyek.
Esok harinya saya melibat di akun resmi Instagram Jokowi, ia foto bergandengan tangan dengan sang istri di tengah kebun karet. Penuh ceria. Foto terindah Jokowi-Ny Iriana yang pernah saya lihat. Foto yang jadi viral di media sosial.
"Wartawan-wartawan meminta kami berjalan bergandengan tangan berdua seperti ini di tengah kebun karet Banyuasin. Jadilah pose romantis ditonton awak media. Selamat bermalam minggu," tulis Jokowi.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved