Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 14 Agustus nanti, Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka peringatan 70 tahun kemerdekaan Indonesia. Pada kesempatan itu juga akan disampaikan pengantar nota keuangan untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.
Momen pidato kenegaraan menjadi penting karena inilah pertama kali Presiden Jokowi akan berpidato pada peringatan kemerdekaan Indonesia. Peringatan kemerdekaan terasa istimewa karena kita akan memasuki usia ke-70 sebagai sebuah bangsa merdeka. Pidato kenegaraan nanti seharusnya bisa membangkitkan rasa keindonesiaan.
Seperti pidato-pidato yang selalu disampaikan Bung Karno pada awal berdirinya Republik, kemerdekaan adalah jembatan emas untuk menciptakan kesejahteraan. Namun, semua itu tidak akan terjadi dengan sendiri, tetapi membutuhkan tangan-tangan seluruh warga bangsa untuk mau bekerja keras dan cerdas membangun negeri.
Apalagi, kini kita tidak sedang hidup dalam kondisi yang menguntungkan. Kondisi perekonomian global sedang bergejolak untuk membentuk pola yang baru. Negara-negara di dunia tidak bisa lagi mengandalkan komoditas alam. Dengan harga yang tergerus sampai 50%, penerimaan devisa negara turun secara signifikan.
Di sinilah kita berharap Presiden menyampaikan pidato yang realistis. Presiden harus meninggalkan era pencitraan karena kita tidak sedang berkampanye lagi. Sikap menggampangkan masalah harus diubah menjadi sikap membumi. Pidato yang realistis penting agar Presiden bisa mengelola ekspektasi masyarakat.
Setelah 10 bulan memimpin negeri ini Presiden tentunya sadar bahwa perubahan besar tidak bisa dilakukan seketika. Presiden harus berani mengakui, 10 bulan ini belum banyak yang bisa diberikan. Pertumbuhan ekonomi semakin lambat. Kepala Negara tidak perlu malu merevisi janji pertumbuhan tahun ini dari 5,7% menjadi 5%.
Sikap itu penting untuk membuat masyarakat bersiap bekerja lebih keras. Tak perlu meninabobokan dengan janji yang terlalu muluk dan pada akhirnya membuat kita justru tidak percaya diri.
Yang dibutuhkan masyarakat ialah penjelasan mengapa perlambatan itu terjadi, apa respons pemerintah untuk menghadapi tantangan ini. Juga, apa yang akan terjadi di dua kuartal terakhir tahun ini dan bagaimana pembangunan yang dilakukan tahun depan. Kita menunggu pidato kenegaraan yang kredibel.
Kalau Presiden sering mengatakan membutuhkan para menteri yang kredibel, saatnya itu dimulai dari Presiden sendiri. Kita berharap Presiden mempersiapkan pidato kenegaraan secara serius dan menyampaikannya dengan baik agar bisa menggugah semangat seluruh bangsa.
Kita tidak boleh kalah dari Singapura yang tahun ini merayakan 50 tahun kemerdekaan. Jubilee Singapura dipersiapkan secara serius sepanjang setahun ini karena inilah momentum untuk membangun kebanggaan kepada Singapura. Apalagi Singapura ke depan akan dipimpin generasi muda setelah era pendiri bangsa berakhir.
Sampai saat ini kita tidak mendengar persiapan khusus peringatan 70 tahun Indonesia merdeka yang mengentakkan. Padahal, semua bangsa besar selalu menggunakan momentum Hari Kemerdekaan untuk menggaungkan kebanggaan kepada negeri.
Peringatan 70 tahun kemerdekaan seharusnya dipakai sebagai pijakan menuju bangsa yang maju dan berperadaban tinggi.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved