Pidato Kenegaraan

12/8/2015 00:00
Pidato Kenegaraan
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

PADA 14 Agustus nanti, Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka peringatan 70 tahun kemerdekaan Indonesia. Pada kesempatan itu juga akan disampaikan pengantar nota keuangan untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.

Momen pidato kenegaraan menjadi penting karena inilah pertama kali Presiden Jokowi akan berpidato pada peringatan kemerdekaan Indonesia. Peringatan kemerdekaan terasa istimewa karena kita akan memasuki usia ke-70 sebagai sebuah bangsa merdeka. Pidato kenegaraan nanti seharusnya bisa membangkitkan rasa keindonesiaan.

Seperti pidato-pidato yang selalu disampaikan Bung Karno pada awal berdirinya Republik, kemerdekaan adalah jembatan emas untuk menciptakan kesejahteraan. Namun, semua itu tidak akan terjadi dengan sendiri, tetapi membutuhkan tangan-tangan seluruh warga bangsa untuk mau bekerja keras dan cerdas membangun negeri.

Apalagi, kini kita tidak sedang hidup dalam kondisi yang menguntungkan. Kondisi perekonomian global sedang bergejolak untuk membentuk pola yang baru. Negara-negara di dunia tidak bisa lagi mengandalkan komoditas alam. Dengan harga yang tergerus sampai 50%, penerimaan devisa negara turun secara signifikan.

Di sinilah kita berharap Presiden menyampaikan pidato yang realistis. Presiden harus meninggalkan era pencitraan karena kita tidak sedang berkampanye lagi. Sikap menggampangkan masalah harus diubah menjadi sikap membumi. Pidato yang realistis penting agar Presiden bisa mengelola ekspektasi masyarakat.

Setelah 10 bulan memimpin negeri ini Presiden tentunya sadar bahwa perubahan besar tidak bisa dilakukan seketika. Presiden harus berani mengakui, 10 bulan ini belum banyak yang bisa diberikan. Pertumbuhan ekonomi semakin lambat. Kepala Negara tidak perlu malu merevisi janji pertumbuhan tahun ini dari 5,7% menjadi 5%.

Sikap itu penting untuk membuat masyarakat bersiap bekerja lebih keras. Tak perlu meninabobokan dengan janji yang terlalu muluk dan pada akhirnya membuat kita justru tidak percaya diri.

Yang dibutuhkan masyarakat ialah penjelasan mengapa perlambatan itu terjadi, apa respons pemerintah untuk menghadapi tantangan ini. Juga, apa yang akan terjadi di dua kuartal terakhir tahun ini dan bagaimana pembangunan yang dilakukan tahun depan. Kita menunggu pidato kenegaraan yang kredibel.

Kalau Presiden sering mengatakan membutuhkan para menteri yang kredibel, saatnya itu dimulai dari Presiden sendiri. Kita berharap Presiden mempersiapkan pidato kenegaraan secara serius dan menyampaikannya dengan baik agar bisa menggugah semangat seluruh bangsa.

Kita tidak boleh kalah dari Singapura yang tahun ini merayakan 50 tahun kemerdekaan. Jubilee Singapura dipersiapkan secara serius sepanjang setahun ini karena inilah momentum untuk membangun kebanggaan kepada Singapura. Apalagi Singapura ke depan akan dipimpin generasi muda setelah era pendiri bangsa berakhir.

Sampai saat ini kita tidak mendengar persiapan khusus peringatan 70 tahun Indonesia merdeka yang mengentakkan. Padahal, semua bangsa besar selalu menggunakan momentum Hari Kemerdekaan untuk menggaungkan kebanggaan kepada negeri.

Peringatan 70 tahun kemerdekaan seharusnya dipakai sebagai pijakan menuju bangsa yang maju dan berperadaban tinggi.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima