Team Work

08/8/2015 00:00
Team Work
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

DARI mengikuti kunjungan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel ke Jepang, ada satu pelajaran baik yang bisa dipetik dari negara itu, yaitu koordinasi. Komunikasi yang dilakukan di antara pejabat dan politikus di negeri itu begitu baiknya. Mereka bekerja di dalam satu tim dan semua bermuara kepada kepentingan negara mereka.

Satu pesan yang disampaikan Rachmat Gobel langsung menjadi perhatian pejabat yang lain. Kepada Penasihat Khusus PM Jepang Hiroto Izumi, misalnya, Mendag menyampaikan harapan agar Jepang ikut membantu merevitalisasi industri tekstil dan gula di Indonesia.

Kita tahu industri maju Jepang dimulai dari pembangunan industri tekstil. Karena bukan pejabat teknis, Izumi hanya mengatakan akan mengusahakan. Ternyata pesan itu langsung disampaikan kepada Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Yoichi Miyazawa.

Ketika Rachmat Gobel bertemu Miyazawa, Menteri METI itu sudah tahu apa yang diinginkan Indonesia dan langsung sudah memberi jawaban.

Satu lagi contoh kekuatan team work Jepang ialah ketika Mendag diterima Izumi di Kantor PM Shinzo Abe untuk mendengar penjelasan tentang proposal Jepang atas pembangunan Shinkansen Jakarta-Bandung.

Ada enam pejabat yang menemani Izumi mulai Kementerian Transportasi, Japan International Cooperation Agency, hingga Japan Bank for International Cooperation.

Hal yang sama terjadi saat Rachmat Gobel bertemu mantan PM Yasuo Fukuda yang juga Ketua Perhimpunan Jepang-Indonesia. Mendag berharap agar Fukuda membantu melobi pejabat pemerintah Jepang untuk menurunkan tarif bea masuk produk perikanan.

Staf khusus Menteri Perdagangan Chris Kanter memohon juga agar Fukuda bisa melobi pers Jepang agar memberikan perhatian kepada Indonesia.

Seusai melakukan kunjungan ke Japan Transport Engineering Company di Yokohama, Rachmat Gobel dihubungi wartawan Nikkei Shimbun untuk wawancara.

Lobi Fukuda rupanya langsung direspons surat kabar ekonomi Jepang itu dan mereka membuat laporan tentang Indonesia.

Kita sungguh membutuhkan koordinasi seperti itu. Kebijakan pemerintah Indonesia sejak dulu selalu hebat. Namun, pelaksanaannya sering kedodoran karena tidak ada koordinasi antara satu lembaga dan lembaga lainnya.

Indonesia Incorporated hanyalah sebuah slogan. Sekarang ini kita dihadapkan kepada situasi krisis. Pelemahan ekonomi global menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus melambat.

Kita tahu untuk mendorong penurunan konsumsi, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan stimulus fiskal seperti peningkatan pendapatan tidak kena pajak dan penghapusan pajak penjualan barang mewah.

Bank Indonesia juga mengeluarkan stimulus moneter seperti penurunan tingkat loan to value dan cara penghitungan loan to deposit ratio. Langkah serupa dilakukan Otoritas Jasa Keuangan yang mengeluarkan 35 paket kebijakan. Namun, serangkaian kebijakan itu tidak memberikan dampak yang segera terhadap pertumbuhan ekonomi.

Penyebabnya setiap lembaga berjalan sendiri-sendiri. Bahkan pelaksanaan stimulus fiskal dan moneter tidak terpantau dengan baik. Padahal, dalam situasi krisis yang dibutuhkan langkah cepat. Tidak bisa lagi kebijakan dijalankan dengan business as usual.

Kalau Presiden Joko Widodo menjanjikan semester II akan lebih baik, koordinasi dan aksi harus dilakukan all-out. Kalau tidak, siap-siap gigit jari.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.