Paralisis

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
07/8/2015 00:00
Paralisis
(Grafis/SENO)
HARI-HARI ini kita tak lagi kaget pada yang lancung dan durjana.  Emosi kita seperti datar, bahkan cenderung melandai, pada soal ini: korupsi.  Mungkin karena terus terjadi, dan yang muskil-muskil telah pula menguras emosi. Lalu, apa yang harus kita sikapi ketika korupsi melibatkan jejaring keluarga, terutama istri?

Kita lihat lagi fakta-fakta itu. Ketika seorang pejabat publik amat santun, profesor, cendekia-sujana, pernah ditahbiskan sebagai dosen-teladan, lalu dibui karena korupsi, bagaimana pejabat yang biasa-biasa saja? Jika seorang petinggi dari 'partai bersih', seorang ustaz, wakil rakyat, korupsi sapi, bagaimana politisi dari partai yang biasa-biasa saja?

Jika urusan 'sakral' seperti dana haji dikorupsi menteri dan dana kitab suci diembat masuk kantong pribadi, bagaimana urusan-urusan yang ' profan'? Jika Mahkamah Konstitusi menjerumuskan diri karena ketuanya berbisnis perkara, apa yang kita katakan pada 'yang lain'?  Jika para hakim yang berucap-janji sumpah jabatan agar serupa 'Dewi Keadilan' karenanya penuh pengawasan berlapis-lapis, lewat internal dan eksternal (Komisi Yudisial), tapi tetap berdagang hukum, apa yang harus kita katakan tentang Mahkamah Agung?

Jika beberapa hakim agung yang dianggap 'bermasalah' justru mendapat promosi, bagaimana kita merancang-bangun sebuah keteladanan total akan kejujuran-keadilan? Jika para pokrol, terlebih pokrol senior, yang wawasan hukumnya kaliber internasional, lalu menyuap hakim untuk memenangi perkara dan bukan dengan postulat-postulat hukum, apa namanya hubungan keduanya, kalau bukan main mata dan bersekutu dalam pengingkaran profesi?

Ini bukan Republik dengan 'kelas guardian', yang penuh orang-orang terbaik-terpilih-terlatih, seperti yang disarankan Plato. Itu muskil.  Ini 'Republik Demokrasi' yang bergemuruh tapi akalsehat mengurus publik masih jadi adendum, lampiran. Yang utama mengurus barter kepentingan-kekuasaan diri sendiri dan kelimunnya.

Bukankah fakta-fakta durjana (jahat) di atas membuktikan betapa di banyak strata pejabat negara mengalami kelumpuhan akal sehat mengurus publik, sebagai tugas utamanya? Inilah sebuah paralisis, kondisi kehilangan daya bergerak, yang amat serius. Alegori apa yang paling mewakili perasaan kita untuk menggambarkan keadaan ini selain paralisis (kelumpuhan) mengurus warga negara? Dan, publik mulai mengalami kelumpuhan kepedulian pula.

Korupsi memang kerap melibatkan banyak pihak. Namun, melibatkan para istri, memang jejaring baru dalam kejahatan ini. Sungguh amat mengerikan. Ia menggoyahkan benteng terpenting, yakni keluarga, ruang persemaian dan internalisasi nilai-nilai kebajikan utama bagi para tunas muda bertumbuh.

Persangkaan suap dan korupsi mengarah kepada Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti; Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri dan sang istri, Suzanna Budi Antoni; Wali Kota Palembang Romi Herton dan Masyito Herton; Bupati Karawang Ade Swara dan Nurlatifah Ade Swara; anggota DPR Nazaruddin dan Neneng Sri Wahyuni; Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan istrinya, Ratu Rita, meski Rita belum terbukti bersalah.

Agaknya benar kata pepatah Italia ini, "Bila akal sehat tertidur, para monsterlah yang menguasai malam." Mungkin saja korupsi dengan jejaring keluarga akan kian menggurita. Namun, dalam 'tidur panjang' dan 'para monster terus menguasai malam', kita tak hanya lumpuh. Bisa jadi, mungkin mati suri, 'pengantar perjalanan' sebelum benar-benar menemui ajal.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.