Mundur (?)

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
15/1/2019 05:30
Mundur (?)
()

INI sungguh kabar mengejutkan. Kabar bahwa calon presiden Prabowo Subianto akan mundur jika potensi kecurangan dalam pemilihan presiden tak bisa dibendung. Wacana itu muncul justru ketika hari H pemungutan Pemilu 2019 kian dekat, tiga bulan lagi.

Yang pertama meniupkan kabar itu ialah Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Ia katakan hal itu saat bertemu Gerakan Milenial Indonesia Malang Raya, Ahad silam.

Ada beberapa pertanyaan yang bisa diajukan dalam menanggapi hal itu. Pertama, adakah potensi kecurangan memang sudah tercium dan kian nyata baunya sehingga pihak Prabowo perlu mengucapkannya secara terbuka? Kedua, adakah tanda-tanda kekalahan Prabowo-Sandi sudah di depan mata sehingga berat untuk bersaing melawan Joko Widodo-Ma'ruf Amin?

Prabowo kerap dipersepsikan para pendukungnya sebagai kesatria, pemberani, kenapa sang pemberani seperti memilih kalah sebelum bertanding? Ketiga, apakah Prabowo tak memikirkan risiko hukumnya? Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu melarang dan akan memberi sanksi.

Pasal 552 ayat (1) menyebutkan, 'Setiap calon Presiden atau Wakil Presiden yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah penetapan calon Presiden dan Wakil Presiden sampai dengan pelaksanaan pemungutan suara putaran pertama, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)'.

Jika menyebut potensi kecurangan pemilu, pastilah pihak pertama dicurigai ialah KPU, sang penyelenggara. Lembaga ini selama reformasi telah menyelenggarakan lima kali pemilu legislatif, empat kali pemilihan presiden, dan ratusan kali pemilihan kepala daerah. Memang ada beberapa kali dugaan kecurangan, tetapi proses hukum juga dilakukan. Secara umum pemilu kita selalu dipuji banyak pihak, bahwa pemilu di Indonesia memberikan harapan dan inspirasi bagi demokrasi.

Ucapan selamat pun kerap mengalir dari banyak pihak, terutama dari negara-negara demokrasi yang sudah mapan. "Bangsa Indonesia juga pantas diberi ucapan selamat karena menjalani transisi demokrasi secara luar biasa dan atas penyelenggaraan Pemilu yang lancar," puji Perdana Menteri Australia ketika itu, Tony Abbott, pada Pemilu 2014.

Tahun lalu ketika Indonesia menyelenggarakan pilkada serentak yang digelar di 171 daerah, peneliti pemilu dari Filipina yang tergabung di Asian Network for Free Elections (Anfrel), Damaso Maqbual, menilai pemilu Indonesia terbaik di Asia Tenggara dan ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan India.

Kita sepakat, seprofesional apa pun KPU harus terus dikritisi. Penyelenggara pemilu negara sebesar Indonesia pastilah godaannya juga besar. Namun, apakah wacana mundur Prabowo sebagai warning agar KPU serius tak berlebihan?

Beberapa bulan terakhir KPU memang diterpa beberapa isu. Misalnya isu 31 juta penduduk sebagai data siluman yang berpotensi menggelembungkan daftar pemilih tetap Pemilu 2019, isu orang menderita gangguan jiwa yang bisa memilih, isu surat suara dari kardus/kotak yang rentan rusak, dan isu tujuh kontainer surat suara dari Tiongkok yang telah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01. Meski telah diklarifikasi KPU, masih banyak masyarakat yang memercayainya.

Meskipun ada yang pernah mendesak Prabowo mundur dari status calon presiden setelah hoaks Ratna Sarumpaet, wacana mundur kali ini pastilah jadi warta lebih buruk: seorang jenderal mundur sebelum bertempur. Sebab dalam negera demokrasi seperti Indponesia, KPU bekerja dengan berlapis-lapis pengawasan.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.