Rasa yang Dalam

Minggu, 13 Januari 2019 21:52 WIB Pengirim: Syarief Oebaidillah Uhamka Aktif Galang Kerjasama Pendidikan di Asean Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) aktif dalam melaksanakan program kerjasama internasional di tingkat Asean. Pada awal 2019
14/1/2019 05:30
Rasa yang Dalam
()

BEBERAPA hari ini visi dan misi pasangan calon presiden-wakil presiden kiranya menjadi topik perbincangan publik. Kenapa? Karena tiga hari lagi, Kamis (17/1), debat publik yang pertama diselenggarakan KPU.

Visi dan misi merupakan bahan pokok debat publik. Visi ialah kemampuan melihat ke depan. Visi menjawab ke mana kita sebagai bangsa dan negara bakal dibawa sang pemimpin.

Misi ialah apa yang ingin dilakukan sang pemimpin dalam lima tahun sampai berakhir masa jabatannya kalau terpilih sebagai presiden-wakil presiden.

Apa yang ingin dilakukan sehingga masa depan yang dinyatakan dalam visi dapat diwujudkan? Itulah sebabnya visi dan misi merupakan pasangan yang tidak terpisahkan.

Dalam debat publik capres-cawapres berbagi visi dan misi atau membela visi dan misinya dan berharap sebanyak-banyaknya orang bakal memilihnya.

Untuk bisa mencapai 'sebanyak-banyaknya' orang memilih, visi dan misi itu haruslah disusun dan disampaikan sedemikian rupa agar 'bunyi' untuk sebanyak-banyaknya rakyat yang berhak memilih. Siapa mereka?

Menurut data BPS, pada 2016 rata-rata lama sekolah rakyat Indonesia 7,95 tahun. Pada 2017 naik menjadi 8,10 tahun. Dengan kata lain rata-rata SLTP kelas 2.

Profil pendidikan itu nyata dan jelas menunjukkan bahwa mereka hanya dapat dijangkau dengan visi dan misi yang dibahasakan dengan sederhana,disampaikan dengan sederhana, dan menyentuh 'rasa yang dalam' sebagai rakyat.

Di situlah letak persoalan. Tidak mudah untuk membuat visi dan misi yang sederhana dan mengomunikasikannya dengan sederhana pula sehingga mudah dipahami 'seumumnya' rakyat yang rata-rata lama sekolah 8,10 tahun.

Terlebih tidak mudah menyentuh rasa yang dalam di sanubari mereka. Visi dan misi memang dibuat elite terdidik. Kiranya di di situ  bersarang pula arogansi intelektual kaum perkotaan. Berkeinginan merevisi visi dan misi yang telah menjadi dokumen resmi KPU agar lebih estetis--bukan agar lebih komunikatif bagi kebanyakan rakyat--kiranya pertanda arogansi itu.

Ada jurang pendidikan pembuat visi dan misi dengan rakyat kebanyakan.

Pembuat visi dan misi sedikitnya lama sekolah 16 tahun (S-1), mungkin 17 tahun  (S-2), bahkan 20 tahun (S-3). Bandingkan dengan rakyat yang dituju yang rata-rata lama sekolah 8,10 tahun. Tidak mengherankan bila visi dan misi tidak 'bunyi', lalu yang dijual isu yang menyerang capres secara personal.

Ada substansi yang seperti abadi dari masa ke masa. Visi dan misi pasangan presiden-wakil presiden selalu mengandung perihal mengurangi kesenjangan.
Namun, tiada kunjung berkurang signifikan. Apa pasal?

Jurang kaya dan miskin melebar antara lain karena penyusun visi-misi dan 'kawan-kawannya', dan 'rombongannya',  dan 'saudara-saudaranya', menjadi jauh lebih kaya setelah yang dibuatkan visi dan misi itu menjadi presiden-wakil presiden. Kekuasaan melipatgandakan kekayaan.

Karena itu penting mencermati rekam jejak calon presiden-wakil presiden, apakah betul punya 'rasa yang dalam' terhadap rakyat. Apakah betul punya 'kekuatan dari dalam dirinya' untuk mengatasi kesenjangan dan menyisihkan pengeruk kekayaan dari lingkaran dalam kekuasaannya.

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.