Jatuhnya Status Sosial

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
07/1/2019 05:30
Jatuhnya Status Sosial
()

TAHANAN KPK diperlakukan lebih ketat. Sebelumnya hanya mengenakan baju tahanan, kini mereka diborgol sama seperti tahanan kriminal umumnya.

Borgol itu tampak berpengaruh. Selintas tampak di foto yang dipublikasikan media bagaimana koruptor berupaya menutupi borgol dengan jemari tangan yang satu. Saya menduga mereka malu diborgol.

Yang jelas pemborgolan itu membuat koruptor tidak bisa lagi melambaikan tangan. Selama ini kendati berpakaian tahanan KPK, koruptor sepertinya gembira ditangkap KPK yang diekspresikan dengan  melambaikan tangan.

Ekspresi itu membuat orang jengkel. Baju tahanan KPK malah seperti menjadi baju kehormatan. Mereka melambaikan tangan seperti hendak berpisah dengan kerabat karena pulang kampung.

Menurut KPK, pemborgolan itu semata melaksanakan peraturan KPK. Tidak ada penjelasan KPK kenapa baru sekarang memberlakukan pemborgolan. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kenapa?

Hemat saya pemborgolan itu dapat berpengaruh terhadap kedudukan sosial dan martabat koruptor. Pemborgolan mengubah status koruptor dari kejahatan kerah putih (white-collar crime) menjadi sama statusnya dengan kejahatan kerah biru (blue-collar crime). Koruptor yang umumnya pejabat itu samalah derajatnya dengan penjahat yang status sosialnya rendah.

Suap dan korupsi jelas tergolong kejahatan kerah putih. Konsep kejahatan kerah putih merupakan 'magnum opus' sosiolog Amerika Edwin Hardin Sutherland, yang dilansir pada 1939. Ia berpandangan kelas sosial merupakan faktor yang menciptakan kejahatan kerah putih.

Pandangan itu pas benar dengan korupsi di negeri ini. Korupsi dilakukan orang-orang yang dihormati, yang berstatus sosial tinggi di masyarakat mereka selaku pejabat publik.

Status sosial yang tinggi itu bahkan masih melekat setelah mereka keluar dari penjara. Mereka tidak punya malu sebagaimana ditunjukkan dengan gairah kembali menjadi pejabat publik dengan mencalonkan diri kepala daerah atau calon legislatif.

Vonis hakim berupa hukuman tambahan mencabut hak politik bagi koruptor menghabisi ambisi koruptor untuk kembali ke panggung kekuasaan. Namun, rasanya tidak membuat malu atau jera. Kiranya predikat pernah diborgol dapat membuat malu seumur hidup.

Bayangkan orang yang berstatus sosial tinggi di masyarakat itu, saban kali habis diperiksa di KPK atau sidang pengadilan, tangannya diborgol untuk dibawa kembali ke tempat penahanan. Saban kali itu pula gambar dirinya yang diborgol itu masuk ke ruang publik melalui liputan media.

Riset yang dilakukan Jiangnan Zhu, asisten profesor di Departemen Politik dan Administrasi Negara Universitas Hong Kong, menunjukkan hukuman yang berat, bahkan hukuman mati, tidak efektif mencegah korupsi di Tiongkok. Saya rasa di sini pun demikian. Sebagai gambaran, fakta hukuman mati tidak membuat kejahatan narkoba berkurang.

Begitu masif operasi tangkap tangan dilakukan KPK, tetapi tidak ada tanda-tanda menimbulkan efek jera. Kini KPK memborgol koruptor yang menjatuhkan status sosial karena status kejahatannya diturunkan dari kejahatan kerah putih menjadi kejahatan kerah biru.
Kiranya tepercik harapan jatuhnya status sosial dan martabat itu dapat berdampak pada pencegahan korupsi.

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.