Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH ketegasan di mata publik kiranya perlu dicanangkan bahwa tsunami di Selat Sunda bukan disebabkan gempa bumi tektonik. Tsunami itu terjadi gara-gara erupsi Gunung Api Krakatau.
Rasanya perlu ditambahkan pula kenyataan yang menyangkut kewenangan pendeteksian. BMKG tidak punya alat yang dapat menangkap kaitan aktivitas gunung api dengan tsunami. Itu bukan domain mereka. Yang mereka punya alat pendeteksi kaitan gempa bumi dengan tsunami.
Urusan erupsi gunung api merupakan kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebuah unit di lingkungan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Merekalah yang punya alat yang dapat mendeteksi kaitan erupsi gunung api dengan tsunami. Bukan BMKG.
Fakta lain yang perlu juga dikemukakan erupsi kembali Gunung Krakatau mengakibatkan alat seismometer setempat rusak. Apa yang bisa kita katakan tentang alat untuk mengukur seismik rusak akibat erupsi? Hemat saya, dia mestinya 'tahan banting', dalam semua 'cuaca'.
Malapetaka yang terjadi di Selat Sunda ialah kemarahan alam yang kembali menggugah pentingnya koordinasi kelembagaan. Siapa yang bertanggung jawab untuk mendeteksi kaitan tiga faktor alam, yaitu gunung api, gempa bumi, dan tsunami, bila serentak 'marah' di satu lokasi?
Kepada lembaga manakah negara memberi otoritas dalam satu tangan guna memprediksi kaitan tiga keganasan alam itu? Kenapa BMKG dan PVMBG tidak diintegrasikan saja di bawah satu atap? Sebagai orang awam saya pun bertanya, apakah tidak ada alat yang dapat mendeteksi bersatunya tiga keganasan alam itu?
Negeri ini punya alam yang indah untuk disyukuri dan juga alam yang ganas yang tidak dapat ditaklukkan. Alam yang ganas itu hanya dapat dimengerti dan dipahami dengan kelakuan kita yang tahu diri.
Contoh yang pertama mengenai pelancong. Telah ada pemberitahuan bahwa anak Gunung Krakatau sedang 'bekerja'. Pelancong di Selat Sunda toh datang mendekatinya. Nekat atau bodoh terkadang tiada beda.
Contoh lain tentang penduduk yang bermukim di patahan gempa. Kenapa tidak muncul kesadaran kolektif untuk menjaga agar alat pendeteksi gempa bumi atau tsunami tidak dicuri?
Contoh lain lagi tentang negara. Melalui aparat yang berkeahlian di bidangnya, negara tahu benar di mana potensi kerawanan dua serangkai gempa bumi dan tsunami. Sekarang terjadi dua serangkai yang lain, yaitu erupsi gunung api berakibat tsunami. Terbuka kemungkinan kita dihadapkan dengan tiga serangkai, terjadi tsunami serentak akibat gempa tektonik dan erupsi gunung api. Tidakkah diperlukan reorganisasi kelembagaan dan juga anggaran?
Alam yang marah mengajarkan kita untuk dimengerti. Pengertian yang besar. Belum lagi air mata kita kering karena bencana di NTB, datang bencana di Palu dan Donggala. Belum pula kering, datang bencana di Selat Sunda. Kapankah air mata kita kering?
Kata orang suci, pada hari mujur bergembiralah. Akan tetapi, pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Sang Mahapencipta seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved