Fakta Sebuah Reuni

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
10/12/2018 08:05
Fakta Sebuah Reuni
()

BERAPA banyak orang yang menghadiri Reuni 212? Prabowo bilang dihadiri 11 juta orang. Dia protes karena jurnalis tidak memberitakan jumlah itu, bahkan ada yang menyebut hanya dihadiri ratusan orang.

Yang diprotes, bahkan dikecam, ialah jurnalis yang dibahasakan sebagai tidak dapat dipercaya. Sebagai jurnalis, kecaman itu menyuruh diri ini berkaca, setulusnya. Kenapa?

Pertama, kecaman tidak perlu dibalas dengan kecaman. Dalam kecam-mengecam, mungkin ada yang terluka. Sesama anak bangsa kenapa mesti ada yang melukai dan yang terlukai?

Kedua, sebuah profesi bukan kompetensi yang 'selesai', demikian sempurnanya. Termasuk jurnalisme. Karena itu, menerima kecaman dengan lapang dada dan pikiran terbuka justru petunjuk sejatinya kaum profesional.

Berapa banyak 'persisnya' orang yang hadir di acara Reuni 212? 'Persisnya' saya yakin tidak ada yang tahu. Juga Prabowo tidak tahu. Tuhan Mahatahu sepersis-persisnya, setepat-tepatnya.

Jurnalisme presisi (precision journalism) mengajarkan reporter di lapangan untuk berupaya secermat-cermatnya, sepersis mungkin. Contoh perkara yang gampang ialah meliput pertandingan sepak bola di Stadion Gelora Bung Karno yang kapasitasnya telah terukur. Jumlah tiket terjual pun bisa persis diketahui. Yang tidak diketahui dengan persis, berapa banyak yang masuk tanpa membayar? Berapa pula karcis palsu terjual?

Untuk liputan di Stadion Bung Karno itu, saya cuma mau bilang jurnalisme sampai pada angka minimal, tetapi tidak sampai pada angka yang persis sekalipun reporter telah dibekali jurnalisme presisi.

Di ruang publik yang terbuka, seperti kawasan Monas, belum pernah ada yang mengukur kapasitas/daya tampungnya. Namun, jurnalis pemula diajari ukuran standar. Di lapangan ia dapat melakukan verifikasi fakta, dengan menghitung jumlah kendaraan yang dipakai.

Sebuah bus besar antarkota antarprovinsi bermuatan 52 orang. Apa artinya? Jika 11 juta orang semua datang menggunakan bus jenis itu, kawasan Monas dan sekitarnya bakal dipenuhi 200 ribu lebih bus besar (tepatnya 211.538 bus). Sebuah jumlah yang dramatis.

Tidak semua datang dengan bus besar. Bila separuh naik bus besar dan separuh lagi naik bus mini yang berpenumpang 32, diperlukan 105 ribu lebih bus besar (tepatnya 105.679 bus) dan 170 ribu lebih bus mini (tepatnya 171.857). Total tepatnya 277.536 kendaraan.

Ada yang naik mobil sendiri, sebutlah Kijang Innova bermuatan delapan orang, termasuk sopir. Jika separuh yang hadir (5,5 juta orang) naik kendaraan itu, seperempat (2,250 juta) naik bus besar dan seperempat lagi naik bus mini, diperlukan 687.500 mobil Kijang, 43.269 bus besar, serta 70.312 bus mini. Total ada 801.081 kendaraan.

Bila naik sedan, lebih banyak lagi sedan diperlukan karena muatannya lebih sedikit. Naik sepeda motor hanya untuk dua orang. Katakanlah ada sejuta orang datang berjalan kaki ke Monas, yaitu mereka yang dari kediaman mereka naik angkutan umum, antara lain naik kereta api atau memarkir mobil mereka di semua gedung di sekitar Monas. Tetap saja Monas dan sekitarnya kiranya tidak cukup untuk menampung 11 juta orang dan ratusan ribu kendaraan.

Perbandingan lain ialah jumlah penduduk DKI Jakarta. Berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Badan Pusat Statistik dan United Population Fund, jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10,47 juta jiwa. Sulit membayangkan kurang lebih sebanyak semua penduduk Jakarta berada di kawasan Monas merayakan Reuni 212.

Jurnalisme kiranya gagal meyakinkan dirinya sendiri secara objektif karena itu tidak membawanya ke ruang publik, bahwa sebanyak 11 juta orang yang menghadiri Reuni 212. Pertanyaan pokok, dari mana bisa sampai ke jumlah itu?

Kiranya diperlukan semacam pembuktian terbalik dari mereka yang menyebut jumlah 11 juta sebagai jumlah yang benar, yang faktual, yang dapat menjadi pembelajaran bagi jurnalis. Apa perlunya pembelajaran itu?

Jawab yang singkat dan padat ialah karena bagi jurnalis yang sejati, fakta itu suci. Kepada siapa pun, ajarilah kami untuk setia pada yang suci itu.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima