Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN perang dagang antara Tiongkok dan AS mereda. Kedua pemimpin negara itu memilih jalan untuk tidak melanjutkan perang tarif bea masuk. Dunia pun bernapas lega karena ketika gajah bertarung dengan gajah, yang biasanya menjadi korban ialah pelanduk yang ada di tengah-tengah.
Nuansa perdamaian muncul ketika Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump bertemu secara bilateral di sela-sela pertemuan para pemimpin G-20 di Buenos Aires, Argentina. Pernyataan Presiden Xi rupanya meluluhkan hati Trump. Menurut Xi, Tiongkok tidak ingin menang dalam perang dagang karena yang lebih penting masyarakat AS bisa hidup lebih damai, aman, dan sejahtera di bawah kepemimpinan Presiden Trump.
Mendengar sanjungan dari Xi, Presiden Trump meminta tim perdagangannya untuk tidak mengenakan lagi tarif bea masukan tambahan sebesar 15%. AS baru mengenakan tarif bea masukan tambahan 10% untuk impor dari Tiongkok yang nilainya mencapai US$200 miliar setahun.
Dengan adanya rencana negosiasi untuk mencari jalan keluar yang saling menguntungkan, Tiongkok untuk sementara tidak harus membayar bea masuk tambahan sebesar US$30 miliar. Bagi pengusaha Tiongkok, ini sudah merupakan benefit besar guna dilanjutkannya bisnis dengan AS.
Kita tentu masih harus menunggu kompromi yang menguntungkan bagi kedua negara itu. Akan tetapi, dengan dihentikannya saling ancam untuk mengenakan tarif bea masuk tambahan sudah merupakan kemenangan bagi perdagangan internasional. Harga komoditas di pasar dunia mulai kembali bergerak naik karena melihat adanya bisnis yang lebih wajar di depan.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Christine Lagarde berulang kali menyampaikan perang dagang akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia. Tingkat pertumbuhan dalam tiga tahun sampai 2019 akan plateau atau mendatar pada tingkat 3,7%. Ini tentunya merupakan opportunity lost yang disayangkan karena potensi tumbuh lebih besar daripada angka itu.
Pertanyaan selanjutnya, apa manfaat yang bisa kita petik dari perdamaian dagang antara Tiongkok dan AS itu? Inilah hal terpenting yang harus menjadi perhatian kita. Harus ada strategi khusus yang kita persiapkan agar bangsa ini mendapatkan manfaat besar.
Dalam pertemuan dengan para chief executive officer di Jakarta, Presiden Joko Widodo meminta para pengusaha membangun industri dan menggunakan teknologi. Janganlah sumber daya alam yang dimiliki negara ini hanya terus-menerus dijual dalam bentuk mentah.
Untuk itu, pengusaha merupakan faktor yang penting. Pada merekalah kita berharap ada kemauan untuk menanamkan investasi agar sumber daya alam bisa memberikan nilai tambah terlebih dulu sebelum dijual. Presiden mencontohkan bauksit yang harus diolah agar menjadi aluminium.
Pengusaha tentunya mau menanamkan modal kalau arah pembangunan negara ini memang ditujukan ke sana. Hanya, pengusaha berharap pemerintah tidak sekadar meminta. Mereka ingin pemerintah juga mendengar dan kemudian dengan ringan tangan menawarkan bantuan yang bisa memudahkan pengusaha untuk berinvestasi.
Sekarang ini pejabat pemerintah lebih sering bersikap seperti priyai. Pengusaha lebih dilihat sebagai bawahan yang bisa dimarahi dan disuruh-suruh. Tidak pernah pengusaha dilihat sebagai pahlawan ekonomi karena ikut membangun negara ini.
Ada pengusaha yang dalam setahun membayar pajak badan kepada negara mencapai Rp10 triliun. Namun, sampai sekarang tidak pernah ada pejabat keuangan datang untuk menyampaikan apresiasi dan menanyakan apa yang bisa dibantu agar investasi bisa bertambah dan kontribusinya kepada negara bisa lebih tinggi lagi.
Di Tiongkok, pejabat setingkat wali kota bisa datang untuk menanyakan kesulitan yang dihadapi seorang pengusaha. Ketika Sinar Mas kesulitan menyelesaikan pembangunan hotel di kawasan The Bund, Wali Kota Shanghai berani mengembalikan pajak yang sudah dibayarkan pengusaha untuk dipakai menyelesaikan hotel terlebih dulu. Nanti ketika hotel selesai dan beroperasi, baru utang itu dikembalikan kepada pemerintah kota.
Sikap melayani dan membantu menyelesaikan persoalan tidak ada pada aparatur sipil negara kita. Mereka umumnya masih bersikap feodal. Mereka tidak pernah mau melayani, tetapi lebih suka dilayani. Kalaupun pengusaha menghadapi masalah, dianggap masalah mereka sendiri. Padahal ketika pengusaha dihadapkan pada krisis, negara tidak bisa mendapatkan apa pun dari pengusaha yang merugi.
Kalau kita mau memanfaatkan situasi damai yang diciptakan Tiongkok dan AS, yang dibutuhkan ialah kecerdasan. Pemerintah membutuhkan peran serta pengusaha untuk memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. Pengusaha itu adalah aset. Tiongkok dan AS selalu membela kepentingan pengusaha karena itulah yang menjadi modal utama negara untuk meraih kemajuan.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved