Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN ulang tahun ke-18 Metro TV tahun ini diisi curah pendapat tentang bagaimana sebaiknya kita menatap 2019 mendatang. Di tengah ketidakpastian global dan tahun politik yang cenderung ‘membelah’, kita sebagai bangsa harus melakukan yang terbaik untuk menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Kita tahu sekarang ini Indonesia dipenuhi anak-anak milenial. Bahkan, menurut Saiful Mujani Research Center, 55% pemilih pada pemilihan umum tahun depan ialah para milenial. Merekalah yang akan menjadi penentu masa depan Indonesia.
Presiden Joko Widodo melihat kaum milenial Indonesia bukan hanya memiliki rata-rata pendidikan lebih baik, melainkan juga mereka sangat kreatif. Apa yang bisa dilakukan bangsa lain, bisa dilakukan anak milenial Indonesia. Mereka paham tentang artificial intelligence, tahu soal internet of things, cryptocurrency, dan semua yang berkaitan dengan teknologi informasi.
Anak-anak milenial itu harus diberi ruang untuk mengembangkan terus kreativitas mereka. Janganlah cara berpikir mereka dirusak oleh cara pandang sempit. Jangan pikiran mereka dijejali dengan informasi yang menyesatkan, hoaks, fitnah, dan pikiran yang memecah belah bangsa.
Dalam bidang ekonomi pun, kita harus mengedepankan kolaborasi. Sekarang bukan zamannya kompetisi untuk saling mengalahkan, melainkan saling menopang untuk membesarkan. Apalagi, ada teknologi yang memungkinkan untuk dilakukannya kolaborasi.
Kita bisa melihat bagaimana perang dagang yang dilakukan AS terhadap Tiongkok. Pembalasan yang dilakukan Tiongkok membuat akhirnya tidak ada yang menang. Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi AS yang tahun ini mencapai 3%, tahun depan akan turun menjadi 2,5%. Sebaliknya, inflasi akan meningkat karena konsumen harus membayar barang kebutuhan dengan harga lebih mahal.
Seperti kata pepatah, dalam perang itu tidak pernah ada yang meraih kemenangan. Yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang. Tiongkok pun dibayangi pertumbuhan tahun depan yang akan melambat akibat dari pilihan perang dagang melawan AS.
Pengalaman perusahaan transportasi Blue Bird menarik untuk menjadi pembelajaran. Kehadiran taksi online yang nyaris tanpa investasi membuat Blue Bird sempat limbung. Namun, dengan adaptasi yang dilakukan serta kolaborasi yang dilakukan dengan perusahaan berbasis teknologi, seperti Go-Jek dan Traveloka, kini Blue Bird mampu tumbuh kembali.
Negara seperti Jepang dan Taiwan sudah sejak lama mengembangkan ekonomi kolaborasi. Kedua negara tersebut menjelma sebagai kekuatan ekonomi dunia bukan karena konglomerasi. Jepang dan Taiwan menjadi besar justru karena banyaknya usaha kecil dan menengah yang ada di negara itu.
UKM di Jepang dan Taiwan memang ditopang sumber daya manusia yang kuat dan mampu beradaptasi terhadap teknologi. Mereka mampu menjadi bagian dari mata rantai produksi. Perusahaan kecil dan menengah itu berperan sebagai pemasok untuk perusahaan-perusahaan besar.
Dengan sistem yang disebar banyak seperti itu, beban tidak menjadi terlalu berat. Pegawai tidak harus menumpuk pada satu perusahaan. Investasi tidak harus dikeluarkan dari satu kantong. Ekonomi kolaborasi membuat semua mempunyai peran dan kemudian menikmati bagian dari peran yang dijalankannya.
Presiden Jokowi melihat kerja sama dan kolaborasi merupakan jawaban terhadap tantangan masa depan. Hanya, itu tidak mudah dijalankan karena ini berkaitan dengan cara pandang, cara berpikir, dan cara bertindak. Harus ada kemauan untuk berubah dan menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan.
Perekonomian kita sekarang ini agak tersendat karena ada dikotomi antarkekuatan. Seakan badan usaha milik negara dan perusahaan swasta itu ialah dua kelompok usaha yang harus bersaing dan saling mengalahkan. Perusahaan besar itu dianggap sebagai ancaman bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
Begitu sulitnya kita hidup berdampingan. Sikap untuk saling mengalahkan begitu kuatnya. Seakan menjadi ‘raja’ itu merupakan kehebatan. Padahal, tanpa ada kekuatan yang mendampingi, posisi ‘raja’ tidak ada artinya. Ketika kita besar sendiri dan tidak ada siapa pun di sampingnya, kita sebenarnya juga menjadi tidak berarti.
Betapa indahnya apabila kebersamaan itu bisa kita bangun. Pembangunan tol yang dilakukan BUMN akan lebih menggerakkan ekonomi lebih cepat ketika kontraktor swasta di daerah dibagi juga pekerjaannya. Produsen besar mengajak perusahaan kecil untuk menjadi distributor produk mereka.
Industri besar meminta perusahaan kecil untuk menjadi pemasok komponen bagi perusahaannya. Ketika semua orang merasa mendapat peran dalam pembangunan ini, kita bukan hanya akan bisa tumbuh lebih cepat, melainkan juga meraih hidup sejahtera bersama-sama. Itulah yang harus kita lakukan bersama di tahun depan.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved