Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah berita kecelakaan pesawat Lion Air, dunia penerbangan nasional dihentakkan berita diambilalihnya operasi perusahaan penerbangan Sriwijaya Air oleh Garuda Indonesia. Sementara itu, Merpati Nusantara Airlines memenangi gugatan untuk tidak dipailitkan dan berencana beroperasi kembali dalam penerbangan perintis di Indonesia Timur.
Dua berita itu menunjukkan betapa industri penerbangan masih merupakan bisnis menarik. Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sangat bergantung pada industri penerbangan untuk mempersatukannya. Namun, bisnis ini perlu dikelola dengan hati-hati karena potensi kerugiannya juga sangat tinggi.
Sriwijaya Air yang memiliki 50 pesawat berbadan lebar tidak mampu membangun keuangan sehat karena biaya yang lebih besar daripada pendapatan. Meski load factor-nya tinggi, karena kebanyakan biayanya dalam dolar AS, Sriwijaya Air harus menanggung kerugian. Mereka tidak mampu membayar utang perawatan pesawat kepada Garuda Maintenance Facility sampai triliunan rupiah.
Pilihan untuk pailit sulit diambil karena ada 5.000 karyawan bekerja di sana. Belum lagi banyak jalur penerbangan yang bergantung pada pelayanan perusahaan ini. Tidak terbayangkan dampak terhadap industri penerbangan nasional apabila Sriwijaya Air sampai dinyatakan pailit.
Garuda Indonesia mengambil alih operasi perusahaan penerbangan ini karena ada piutang mereka di sana. Di sisi lain, manajemen Garuda melihat masih ada perbaikan yang dilakukan, di samping bisa memperkuat pangsa pasar mereka di industri penerbangan nasional.
Langkah Garuda menyelamatkan industri penerbangan nasional tentu kita hargai untuk mencegah munculnya dampak buruk terhadap perekonomian nasional. Tentunya kita berharap Garuda bisa mengambil langkah tepat untuk mencegah jangan sampai beban utang Sriwijaya Air menjadi beban baru bagi perusahaan penerbangan nasional itu.
Sejauh ini, pasar melihat langkah Garuda sebagai sesuatu yang positif. Harga saham Garuda langsung terangkat ketika langkah pengambilalihan operasi Sriwijaya Air dilakukan. Namun, langkah konsolidasi harus dijalankan secara saksama karena periode kritis belum terlewati.
Kita pun ingin mengingatkan, bisnis penerbangan memang bisnis yang unik. Kalau pengelolaan baik dan pemanfaatan pesawat dilakukan dengan optimal, bisa memberikan keuntungan yang menarik. Hanya saja, efisiensi harus diperhatikan sebab ada potensi kerugian karena perbedaan nilai tukar. Penerimaan di industri penerbangan itu dalam rupiah, sementara pengeluarannya lebih banyak dalam dolar AS.
Garuda dalam beberapa tahun terakhir harus mengalami kerugian karena faktor itu. Peremajaan pesawat yang mereka lakukan ternyata menjadi beban berat. Apalagi harga tiket relatif sulit dinaikkan karena adanya persaingan di industri ini.
Kenyataan ini pantas menjadi pelajaran bagi Merpati yang hendak memulai kembali operasi mereka. Perusahaan penerbangan nasional itu sempat dipailitkan karena harus menanggung kerugian yang besar. Pilihan untuk meninggalkan penerbangan perintis dan masuk ke jalur penerbangan padat membuat mereka kalah bersaing.
Pilihan untuk kembali fokus melayani penerbangan perintis di Indonesia Timur tidaklah mudah karena jalur itu sudah diisi banyak perusahaan penerbangan baru. Lion Air dan Wing Air mengambil alih jalur yang selama bertahun-tahun tidak dilayani lagi oleh Merpati itu.
Pihak manajemen baru Merpati percaya bahwa mereka memiliki pengalaman melayani perintis. Dengan itu mereka akan lebih mudah masuk kembali ke jalur itu. Namun, mereka harus sadar bahwa Merpati bukan lagi 'raja' karena sudah banyak pemain yang melihat kawasan Indonesia Timur sebagai blue ocean.
Kita tentu tinggal melihat bagaimana ketatnya persaingan di industri penerbangan nasional. Siapa yang paling jeli melihat peluang dan mampu menerapkan strategi tepat, dialah yang kelak bisa memenangi persaingan.
Jumlah pengguna angkutan udara di Indonesia meningkat sangat pesat. Sekarang diperkirakan sudah lebih dari 120 juta orang bepergian dengan menggunakan pesawat. Bahkan bukan mustahil, dalam 10 tahun ke depan jumlahnya meningkat menjadi 200 juta orang.
Satu yang ingin kita ingatkan, bisnis ini jangan hanya dilihat sebagai penghasil keuntungan semata. Industri ini harus dikelola dengan memperhatikan keselamatan. Angkutan udara harus mampu membawa penumpang sampai tujuan dengan selamat. Inilah yang harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan di industri penerbangan.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved