Kejujuran dan Kejernihan

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
15/11/2018 05:30
Kejujuran dan Kejernihan
()

AIR yang bersih tidak selalu jernih. Air yang jernih kiranya berkat bersih. Pikiran yang terakhir itu membawa saya lebih menyukai penggunaan kata 'kejernihan' sebagai kata kunci daripada kata 'kebersihan' dalam memandang perkara-perkara kepublikan.

Di kaca yang kotor bagaimana orang bisa becermin dengan jernih? Pertanyaan itu membawa orang kepada jawaban bahwa yang pertama perlu dibikin bersih ialah sang kaca, sang alat, bukan sang diri.

Demikianlah diperlukan alat untuk menangkap kejujuran manusia. Akan tetapi, kejujuran nilainya teramat tinggi sehingga sepertinya tiada alat yang paling jernih sekalipun yang mampu secara langsung menangkap kejujuran.

Untuk dapat menangkap kejujuran, orang menempuh jalan terbalik, yaitu melalui ketidakjujuran. Faktanya ialah manusia menciptakan lie detector, bukan honesty detector. Kenapa?

Jawabnya tidak enak, karena kejujuran tidak disukai. Buktinya ilmuwan yang meneliti seberapa dapat dipercaya lie detector malah diancam diperkarakan dibawa ke muka hukum.

Dua ilmuwan di bidang forensik, Anders Eriksson dan Francisco Lacerda, mengkaji hasil studi selama 50 tahun menyimpulkan bahwa tidak ada bukti secara ilmiah yang mendukung klaim pabrik lie detector. Dua ilmuwan itu bahkan gamblang menyebut dengan alasan etika serius agar institusi dan otoritas yang otoritatif tidak terlibat dalam penggunaan mesin lie detector.

Kajian dua ilmuwan forensik itu berjudul Charlantry in Forensic Speech Science: A Problem to be Taken Seriously, panjangnya 25 halaman, dipublikasikan di The International Jurnal of Speech, Language and the Law (Desember 2007). Kedua ilmuwan itu berasal dari Swedia. Anders Eriksson dari Universitas Gothenburg dan Francisco Lacerda dari Universitas Stockholm.

Nemesysco Limited, pabrik pembuat mesin lie detector dan lawyer-nya sangat keberatan atas kajian dua ilmuwan itu. Menurut mereka artikel itu berisi tuduhan serius. Pada 4 Desember 2008, managing director penerbit jurnal menyampaikan keberatan itu di situs jurnal dan mengumumkan bahwa artikel itu tidak tersedia lagi dalam bentuk elektronik di situs Equinox.

Terlepas dari persoalan hukum, saya berpandangan keberatan pabrik pembuat mesin pendeteksi kebohongan beserta lawyer-nya itu menunjukkan mereka tidak suka dengan kejujuran ilmiah. Namun, saya bersyukur artikel ilmiah itu kemarin masih bisa saya baca di internet.

Kata charlantry dalam judul artikel ilmiah itu mengandung makna 'penipuan'. Kesimpulan yang menyakitkan bagi pabrik. Bayangkan, pendeteksi kebohongan disimpulkan berbuat penipuan.

Cerita di atas hanya mau bilang jalan 'terbalik' melalui ketidakjujuran untuk menangkap kejujuran, menggunakan alat pendeteksi kebohongan, kiranya malah membawa orang semakin jauh dari kejujuran.

Penyebabnya ialah tidak menyertakan kejernihan diri. Tanpa kejernihan, bagaimanakah orang dapat berkaca dengan jujur?

Air yang bersih tidak selalu jernih. Air yang jernih berkat bersih. Kiranya di situ orang dapat berkaca dengan jernih perihal kejujuran.

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.