Diplomasi Bunga

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
31/7/2015 00:00
Diplomasi Bunga
(Grafis/SENO)
'KATAKAN dengan bunga' dan itu dilakukan Singapura. 'Diplomasi bunga' itu terjadi di akhir kunjungan Presiden Joko Widodo ke 'Negara Kota' itu, Kamis (29/7). National Orchid Garden, bagian Singapore Botanical Garden, memberi nama anggrek 'Dendrobium Iriana Jokowi'. Anggrek itu hasil kawin silang Dendrobium Christabella dan Dendrobium Haldis Morterud. Ia termasuk anggrek yang kuat.

Ketika mekar, dilengkapi warna kemerahan dan ungu muda di pinggir, serta ungu gelap pada bagian tengah. Hati Ibu Negara pun berbunga-bunga. Ia menyebut pengabadian namanya untuk bunga di taman yang didirikan Thomas Stamford Raffles pada 1822 itu sebagai kehormatan. "Luar biasa cara-cara menjalin persahabatan. Ini diplomasi bunga sebagai simbol dan alat persahabatan," puji Jokowi yang dalam kunjungannya bertujuan mempererat kerja sama ekonomi.

Bagi para pecinta anggrek, 'diplomasi bunga' ala Singapura memang mengesankan. Yang tak suka mungkin akan bilang, "Apa pula anggrek itu?" Yang kritis akan nyeletuk, "Oke, diplomasi bunga. Namun, jangan karena sebatang anggrek, rusak perjanjian ekstradisi di sebelahnya." Apa pun, 'bahasa bunga' Singapura memang mengena.

Presiden Soekarno juga kerap melakukan 'diplomasi budaya'. Salah satu yang dikenang Uni Soviet--kini Rusia--ialah lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki. Lagu itu dinilai bisa menanamkan rasa cinta tanah air bangsa Soviet. Kosmonaut legendaris Rusia, Gregory Mikhailovich Grechko, berusia 81 tahun, tiga tahun lalu masih fasih menyanyikan lagu itu.

Anak-anak muda Rusia juga banyak yang hafal lagu-lagu Peterpan, Glenn Fredly. Selain 'diplomasi budaya', si Bung juga melakukan 'diplomasi pusara'. Awal 1960-an, ia diundang pemimpin Soviet, Nikita Sergeyevich Khrushchev, berkunjung ke Moskow. Soviet amat berkepentingan dengan Soekarno untuk pamer pada AS, seteru Soviet.

Si Bung yang cerdas setuju, asal negara komunis itu bisa menemukan makam ulama besar perawi hadis Imam Bukhari. Dengan susah payah pasukan elite Soviet pun menemukan makam yang tak terurus itu di Samarkand, Uzbekistan. Pada 1961 Bung Karno pun berkunjung ke Soviet. Uzbekistan tak bisa melupakan 'dip-lomasi pusara' ala Bung Karno. Pusara itu kini amat megah dan ramai peziarah.

Ketika berkunjung ke Indonesia pada 2010, Presiden AS Barack Obama dengan piawai melakukan 'diplomasi bakso, satai, nasi goreng', yang ia sebut dalam bahasa Indonesia 'semuanya enak'. Ketika Obama menyebut itu, perasaan kita pun seperti diterbangkan ke angkasa. Tersanjung! Juga menarik, 'diplomasi pisang goreng' ala PM Inggris David Cameron.

Dengan santai ia duduk di kursi warung dekat Masjid Sunda Kelapa, menyantap pisang goreng. Saya tak tahu hasil konkret kita atas 'diplomasi bunga' Singapura. Juga apakah bakso, satai, nasi goreng, dan pisang goreng yang mendapat promosi global gratis mampu dimanfaatkan. Ada banyak 'alat' diplomasi yang kita punya.

Sayang belum digali dan dikembangkan. Saya justru khawatir semua diplomat kita semata 'berdagang', seperti dikatakan Jokowi tempo hari, dan lupa membangun persepsi.


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima