Satu Tahun Tersisa

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
24/10/2018 05:30
Satu Tahun Tersisa
()

EMPAT tahun sudah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjalankan tugas melanjutkan pembangunan bagi kemajuan bangsa dan negara. Kita sudah melihat kerja yang dilakukan untuk membuat Indonesia yang lebih baik. Tentu masih banyak juga pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Roma memang tidak dibangun dalam semalam. Pembangunan negara ini juga merupakan never ending business. Kita tidak pernah boleh lelah dan berhenti untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini.

Penuntasan tugas lima tahunan merupakan tugas yang harus dilaksanakan. Duet Jokowi-JK memikul tanggung jawab konstitusional untuk memberikan warisan berharga yang akan diteruskan pemerintahan selanjutnya.

Pekerjaan rumah paling utama harus dilakukan ialah bagaimana membawa Indonesia bisa melewati masa-masa penuh ketidakpastian global. Kita tahu semua negara berupaya untuk mencapai new normal tanpa harus ada gejolak yang berarti.

Upaya Amerika Serikat untuk mengembalikan keadaan seperti sebelum krisis keuangan 2008, telah menimbulkan goncangan ekonomi dan keuangan dunia. Bukan hanya nilai tukar yang bergejolak, bahkan pasar modal mengalami tekanan termasuk di AS sendiri. Apalagi dalam menjalankan konsep American first,  Presiden Donald Trump menerapkan proteksi perdagangan.

Dalam kondisi penuh ketidakpastian, tugas utama pemerintah ialah bagaimana membuat sektor riil bisa terus berjalan. Pemerintah sudah menjalankan tugas untuk membangun infrastruktur dasar, menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, dan mengelola anggaran dengan baik. Namun sisi makro itu tidak akan ada manfaatnya apabila sektor mikronya tidak diperkuat.

Kita lihat jalan-jalan tol yang dibangun di timur Pulau Jawa. Praktis hanya satu-dua kendaraan yang melintasinya setiap hari. Artinya, infrastruktur dasar yang telah dibangun belum menggerakkan kegiatan ekonomi di daerah itu. Akibatnya, keluhan yang muncul lebih berputar pada tarif yang dianggap terlalu mahal.

Kajian yang dilakukan Bank Mandiri menunjukkan, sektor yang harus mendapatkan perhatian ialah kelompok usaha kecil dan menengah. Kelompok ini sangat rentan terhadap guncangan. Bisnis mereka mudah tergulung ketika terjadi perubahan teknologi atau ekonomi.

Lihat saja para pedagang di Pasar Tanah Abang. Sekitar 5,9 juta pedagang di sana hampir 50% terkena disruption oleh hadirnya perdagangan elektronik. Perdagangan melalui online akan juga mengimbas kelompok pengusaha menengah ketika pemerintah membiarkan produk yang diperdagangkan berasal dari produk impor.

Agar persoalan ini tidak mengimbas kepada pendapatan dan daya beli masyarakat, perhatian khusus harus diberikan kepada mereka. Dana desa, dana kelurahan, program keluarga harapan harus dijaga untuk benar-benar bisa menggerakkan ekonomi dan daya beli masyarakat perdesaan.

Yang perlu juga dipikirkan ialah menjaga kelangsungan bisnis pengusaha menengah. Salah satu yang bisa dipertimbangkan ialah cara yang ditempuh Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk mengembangkan perekonomian yang inklusif. Rekayasa fiskal dan pembiayaan kreatif yang diterapkan di Jatim bisa menumbuhkan UMKM yang lebih tahan terhadap guncangan.

Tantangan setahun ke depan ialah bagaimana membuat spiral ekonomi tidak berputar ke bawah. Pemerintah harus berjuang untuk menjaga agar bisnis yang sudah ada bisa terus berjalan. Jangan biarkan ada bisnis yang rontok apalagi yang mempunyai efek berantai.

Termasuk yang harus dijaga ialah kepercayaan dari investor asing yang sudah lama berbisnis di Indonesia. Mereka yang telah melakukan investasi langsung tidak mungkin akan meninggalkan modal yang sudah ditanamkan di sini. Kalau kelompok seperti ini sampai meninggalkan Indonesia berarti ada salah perlakuan yang kita lakukan.

Cara 'pengusiran' seperti yang dilakukan kepada Chevron di Blok Rokan atau Freeport di Timika tidak boleh lagi terjadi. Bagaimana pun perusahaan-perusahaan itu telah berbuat jauh lebih baik daripada investor portofolio yang bisa seenaknya keluar-masuk Indonesia. Sekarang saja sudah sekitar Rp54 triliun dana yang ditarik keluar oleh para investor portofolio dari Bursa Efek Indonesia.

Gubernur Soekarwo menyebutkan tiga faktor yang harus diperhatikan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik yakni pembangunan, situasi aman dan nyaman, serta kesejahteraan. Itulah pesan yang ingin juga kita sampaikan kepada pemerintahan Jokowi-JK dalam melaksanakan satu tahun terakhir pengabdiannya bagi bangsa dan negara ini.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima