Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKUATAN bahasa kerap pula tertumpu pada kebernasan kiasan atau metafora. Para pujangga dan para komunikator kerap mengeksplorasi kekuatan ini. Metafor tak lahir dari ruang hampa. Ia bertaut dengan pengetahuan dan kekuatan pikir penyampai pesan.
Dalam Tesamoko Tesaurus Bahasa Indonesia (2016), ‘metafor’ bersinonim antara lain dengan ‘alegori’, ‘analogi’, ‘ibarat’ ‘perumpamaan’, dan ‘majas’. Analogi yang aktual dan tepat punya pesonanya sendiri. Ia mengajak kita merenung, berpikir, atau minimal menghibur; keluar dari komunikasi biasa yang kerap membosankan.
Kekuatan metafor pidato Presiden Joko Widodo di sidang paripurna Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) 2018 di Bali, Jumat pekan lalu, itulah yang ramai dibincangkan. Secara tepat Jokowi menganalogikan retaknya hubungan negara-negara maju serupa film drama seri Game of Thrones. Majas yang mengena dan ia mendapat standing ovation.
Menurut Jokowi, retaknya hubungan justru terjadi setelah negara-negara ekonomi maju mengajak negara-negara berkembang membuka diri dan akhirnya memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, lemahnya kerja sama menyebabkan banyak masalah, seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan kekacauan pasar mata uang negara-negara berkembang.
Game of Thrones bercerita tentang perseteruan antara kubu Houses versus kubu Families. Mereka bertarung hebat untuk mengambil alih kendali The Iron Throne. Mereka lupa, tatkala para Great Houses sibuk bertarung, tak sadar ancaman besar datang dari utara, yakni Evil Winter, yang ingin menghancurkan dengan es.
Ketika kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi, dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak-poranda. "Tak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam," katanya. Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Serial Game of Thrones merupakan drama fantasi Amerika yang ditulis David Benioff dan DB Weiss. Karya ini adaptasi dari novel A Song of Ice and Fire yang ditulis George RR Martin. Film ini pertama kali ditayangkan HBO AS pada 17 April 2011. Kini Game of Thrones memasuki musim kedelapan yang akan ditayangkan pada 2019.
Pidato yang menampar negara-negara maju, meski tak menyebut nama, pastilah perang dagang AS versus Tiongkok, termasuk yang kena ‘tampar’ itu. Ada keberanian sekaligus kearifan Jokowi di situ.
Wajar pula jika HBO Asia, stasiun televisi Amerika Serikat yang merilis serial Game of Thrones, sampai memajang meme Presiden Jokowi dalam laman resmi Twitter mereka, @HBOAsia, hari itu. Meme yang menunjukkan Jokowi mengenakan baju musim dingin, dengan caption besar, 'Bersiaplah, Musim Dingin akan Datang'.
Bukan kali ini saja Jokowi membuat metafora tentang situasi dunia global yang mengkhawatirkan. Dalam World Ekonomic Forum ASEAN September lalu, ia juga menggambarkan situasi global serupa film Avengers: Invinity War. Perang tiada batas, invinity war.
Analogi dalam pidato Jokowi yang diambil dari dunia kreatif, terutama film, memang ‘out of the box’, menyegarkan. Ini tidak saja mencerminkan ia peduli pada dunia global yang tak pasti, tapi juga memberi tempat pada dunia kreatif. Bidang yang bisa menjadi kekuatan Indonesia jika dikelola dan dikembangkan dengan inovasi yang tak putus.
Pertemuan tahunan IMF-WBG selama sepekan yang dipuji luar negeri dan penuh kritik di dalam negeri, terutama dari oposisi, memang menuai banyak manfaat. Kehedairan 36 ribu delegasi pastilah konkret maknanya bagi pariwisata Bali. Publikasi ke dunia luas dan komitmen investasi Rp200 trilun ialah keuntungan lain lagi.
Namun, setelah bisa menasihati pihak luar, mestinya kita memberesi secara total urusan dalam negeri. Satu hal saja kisruh tentang impor beras, misalnya, perbedaan data antarlembaga, saling memojokkan antarpejabat, jika terjadi lagi, bisa mengurangi makna pesona metafora Jokowi. Lebih dari itu, tentu kita harus membuat ekonomi kita bertumbuh, tetapi juga tahan banting setiap menghadapi ‘badai’ dari luar. Pesona dalam metafora pidato seharusnya sejalan dengan pesona dalam kinerja Kabinet Kerja.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved