Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTANYAAN wartawan BBC dalam jumpa pers dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Christine Lagarde menarik untuk disimak. Ia mempertanyakan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat yang terus menaikkan tingkat suku bunga sehingga menimbulkan persoalan ekonomi dan keuangan bagi banyak negara.
Lagarde menjawab, Federal Reserve merupakan lembaga yang independen. Langkah itu diambil para anggota Federal Reserve pasti didasarkan kondisi perekonomian yang mereka sedang hadapi. Sekarang ini inflasi di AS memang cenderung meningkat, sedangkan angka pengangguran rendah sehingga untuk mengendalikannya perlu tingkat suku bunga dinaikkan.
Pertanyaannya, seberapa tinggi kenaikan tingkat suku bunga itu akan dilakukan? Presiden AS Donald Trump mengkritik kebijakan Bank Sentral AS. Menurut Trump, Federal Reserve sudah ‘gila’ dengan terus menaikkan tingkat suku bunga di tengah pasar yang sedang bergejolak.
Lagarde berpandangan, begitulah bank sentral di setiap negara seharusnya bekerja. Mereka tidak bisa diintervensi siapa pun. Hanya, memang dibutuhkan komunikasi dan kerja sama antarnegara agar kebijakan sebuah negara tidak menyebabkan persoalan bagi negara lain, apalagi sampai mengganggu tujuan bersama untuk menciptakan kesejahteraan. Termasuk juga mencegah terjadinya perang dagang karena akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 1% dalam dua tahun ke depan.
Perasaan banyak orang atas situasi yang mencekam sekarang ini ditangkap Presiden Joko Widodo. Saat menyampaikan pidato kunci pada sesi panel Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, Presiden Joko Widodo menggambarkan situasi sekarang seperti episode terakhir serial Game of Thrones.
Negara-negara maju dulu mengajak negara berkembang untuk membuka diri dan ikut dalam perdagangan bebas serta keuangan terbuka. Setelah negara-negara berkembang ikut di dalamnya dan menikmati hasil kemajuan, sekarang negara-negara maju justru saling ‘berperang’ untuk keluar menjadi pemenang.
Dengan membangun rivalitas dan persaingan sekadar untuk menang dan kalah, menurut presiden, kita sebenarnya sedang memorak-porandakan kita sendiri. Tidak ada artinya kemenangan itu karena dirayakan di tengah kehancuran dunia. Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyerukan semua negara di dunia untuk mengedepankan kerja sama dan kolaborasi guna menghindarkan dunia dari ancaman kehancuran ekonomi.
Dengan dialog yang berkualitas seperti itu, pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di Bali menjadi memiliki makna. Tidak seperti yang dikhawatirkan segelintir orang bahwa pertemuan ini hanya sekadar mewah-mewahan, selama sepekan kita justru melihat bagaimana para ahli dan pengambil kebijakan ekonomi bertukar pikiran dan pengalaman tentang persoalan yang dihadapi serta bagaimana memecahkannya.
Presiden Jokowi meminta para pengambil kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga komitmen kerja sama global. Para pemimpin dunia juga harus mengambil kebijakan yang tepat agar bisa mengurangi dampak dari perang dagang, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian pasar.
Bagi kita di Indonesia, pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia seharusnya membukakan mata bahwa tekanan ekonomi dan moneter tidak hanya sedang dihadapi kita sendiri. Semua negara di dunia merasakan kondisi yang tidak menentu ini. Oleh karena itu, kita tidak perlu berkecil hati. Janganlah kita terus membangun skenario yang kelabu dan seakan-akan kita akan menghadapi kiamat. Selain itu, yang harus dipikirkan ialah bagaimana membuat kebijakan yang tepat agar kita bisa sampai ke kondisi new normal dengan mulus.
Kita bisa memulai dengan mengajak negara-negara ASEAN untuk membangun kebersamaan. Bagaimana perdagangan di kawasan bisa lebih diperlancar dan mata uang yang dipergunakan ialah mata uang kawasan. Singapura sebagai pusat keuangan dunia bisa diminta membangun sistemnya.
Kedua, bagaimana membangun kerja sama global tidak hanya dengan negara, tetapi juga pihak swasta maupun masyarakat sipil. Pada Forum Tri Hita Karana, misalnya, disepakati kerja sama untuk pemberdayaan hutan desa di Nanga Lauk, Kalimantan Barat.
Pemerintah Inggris bekerja sama dengan perusahaan swasta Cargill dan masyarakat adat membentuk Sustainable Conservation Commodities Mechanism yang akan membuat masyarakat lebih sejahtera tanpa harus merusak lingkungan hutan setempat. Ketiga, seperti dilakukan Finlandia ialah terus meningkatkan keterampilan warga melalui pendidikan. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim meminta seluruh dunia untuk melanjutkan keberhasilan pengentasan rakyat dari kemiskinan yang mencapai satu miliar orang melalui program perbaikan pendidikan terutama untuk generasi mendatang.
Memang dibutuhkan kemauan dari kita semua untuk bersamasama memperbaiki kehidupan warga bangsa ini. Mari kita hentikan sikap hanya mengeluh, sikap saling mencari kelemahan orang lain. Presiden Bank Dunia mengajak kita semua untuk tidak hanya menebar ketakutan. Kita harus seperti Presiden Soekarno yang selalu menghidupkan harapan dan mendorong anak-anak agar mampu meraih bintang di langit.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved