Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
"JIKA aku gagal, aku mencoba lagi, lagi, dan lagi... Kekuatan manusia dapat menangani kegagalan lebih dari yang kita sadari. Berulang kali dalam kehidupan dan perjalananku, aku melihat langsung kekuatan luar biasa dari jiwa manusia.” (Nick Vujicic)
Vujicic sosok yang lahir tak bertangan dan berkaki lengkap kini menjadi motivator kelas dunia. Ia menulis banyak buku. Kelahiran Australia 1982 ini telah memotivasi jutaan manusia di berbagai belahan dunia. Pembaca buku-bukunya dan pendengar kata-katanya lebih banyak yang terlahir normal. Ia hanya salah satu orang hebat dari banyak penyandang disabilitas.
Kini, di Jakarta, kita juga tengah mendapat inspirasi dari kaum disabilitas itu. Mereka tengah berkompetisi di ajang Asian Para Games (APG) 2018. Lebih sebulan lalu kita pesta olahraga bangsa-bangsa Asia yang membuat kita bangga, kini hal serupa terjadi di Asian Para Games (6-13 Oktober). Para Games ke-3 setelah di Tiongkok (2010) dan Korea Selatan (2014).
Asia Para Games 2018 diikuti 43 negara dengan 2.760 atlet, 1.900 ofisial, 8.000 sukarelawan, 5.000 pekerja lapangan, dan ratusan tenaga medis. Jumlah yang lebih besar jika dibandingkan dengan dua perhelatan serupa sebelumnya. Mereka berlomba di 18 cabang olahraga. Sekitar 1.000 jurnalis dari dalam dan luar negeri mewartakan semangat kebersamaan ke banyak negara, kepada dunia.
Mereka memang secara fisik dan mental berkekurangan.Meski demikian, spirit mereka menyala-nyala. Mereka menjadi inspirasi sejati: manusia yang telah selesai mengatasi kekurangan dirinya. Mereka telah melampaui keterbatasannya. Mereka memacu diri mengukir prestasi. Pastilah capaian itu diraih dengan kerja amat keras dan disiplin amat tinggi.
Justru di tengah hari-hari duka karena bencana di Lombok, NTB, serta di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, aksi dan prestasi atlet para games bisa jadi inspirasi. Jadi penyemangat. Bahwa dalam tubuh yang berkekurangan, ada semangat yang berlipat-lipat. Ketabahan mereka menerima kekurangan untuk berprestasi itulah keunggulannya. Di mata mereka, kekurangan justru jadi tantangan dan peluang.
Sudah tepat perhelatan itu mengusung tema The inspiring spirit and energy of Asia (Inspirasi semangat dan energi Asia). Tema itu dipilih berdasarkan empat nilai dari paralimpik, yakni kebulatan tekad (determination), keberanian (courage), kesetaraan (equality), dan inspirasi (inspiration).
Semangat itu tecermin pada upacara pembukaan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu lalu. Ada berbagai pertunjukan yang terbagi dalam sembilan segmen yang menampilkan unsur-unsur alam, antara lain matahari, pesona alam bawah laut, dan hujan. Dari pertunjukan kaum disabilitas yang memukau itu tecermin spirit mereka meneguhkan kebersamaan dalam keberagaman.
Masih dalam upacara pembukaan, Presiden Jokowi bersama atlet panahan Abdul Hamid dan seorang pelajar, Bulan Karunia Rudianti yang duduk di atas kursi roda, memanah bersama ke arah tulisan besar 'DISABILTY’ (ketidakmampuan). Rontoklah huruf ‘D’, ‘I’, dan ‘S’ terkena bidikan anak panah, tinggalah 'ABILITY' (kemampuan). Sebelum memanah, Bulan bertanya, "Saya di sini. Pak Jokowi ada di mana?" Jokowi pun turun dari tribune kehormatan menemui Bulan, berjongkok dan berdialog. Bulan memberikan kotak yang di dalamnya bertuliskan 'ABILITY' kepada Presiden.
“Ajang ini bukan sekadar tentang menang atau kalah. Melalui Asian Para Games kita tinggikan nilai-nilai sportivitas, solidaritas, kemanusiaan, dan hubungan harmonis antarbangsa-bangsa di Asia," kata Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) Raja Sapta Oktohari.
Bersamaan dengan itu pula, di Bali juga digelar pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia (8-14 Oktober), yang dihadiri sekitar 34 ribu peserta dari 189 negara. Mereka berhimpun untuk mencari solusi atas ketidakpastian ekonomi global sekarang ini. Mestinya kian menunjukkan negeri ini memang punya posisi penting. Negeri besar dengan persoalan besar, juga punya peluang besar, memang mesti dikelola dengan energi besar dan terbosan-terobosan besar.
Asian Para Games, selain prestasi yang diukur dengan kenyamanan dan keamanan penyelenggaraan dan perolehan medali, harusnya negeri ini kian peduli terhadap kaum disabilitas. Peradaban bangsa ini salah satunya juga diukur dari perlakuannya terhadap kaum ini yang berjumlah sekitar 9 juta orang di Indonesia. Harusnya isu disabilitas mendapat prioritas dalam pembangunan kita. Terlebih kita telah mempunyai UU No 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Hingga hari ketiga Asian Para Games, Indonesia mendulang tiga medali emas, yakni dari cabang bulu tangkis beregu putra, lompat jauh (Rica Oktavia), dan tolak peluru (Suparniyati). Ini berita baik. Banyaknya perolehan medali pastilah penting. Namun, inspirasi kegigihan, keberanian, kesetaraan, dan persaudaraan itulah yang utama. Lebih khusus, perjuangan para atlet di Asian Para Games mestinya juga bisa menjadi oasis di tengah kontestasi politik kita yang kian banal dan melelahkan.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved