Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Inggris Winston Churchill mengatakan orang yang optimistis itu selalu melihat persoalan sebagai sebuah kesempatan. Sebaliknya, orang pesimistis hanya melihat persoalan sebagai beban.
Di mana posisi kita sebagai bangsa? Kita harus berani mengatakan bahwa kita adalah bangsa yang melodramatik. Kita suka berlarut-larut dalam kedukaan. Ketika menghadapi persoalan, kita cenderung memilih lari dan mengeluh. Persis seperti burung onta, kita lebih suka membenamkan kepala di dalam pasir hanya demi menghindar dari persoalan.
Sekarang kita sedang dihadapkan dalam kedukaan menyusul bencana tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Dalam seminggu ini pemerintah berusaha keras untuk menata agar kehidupan masyarakat bisa segera dipulihkan. Semua tenaga dan pikiran dicurahkan untuk menyelamatkan saudara-saudara kita yang masih hidup.
Secara bersamaan kita dihadapkan pada pekerjaan besar yang lain. Mulai Sabtu ini ribuan atlet penyandang disabilitas dari seluruh Asia memulai kompetisi di ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta. Pekan depan di Bali akan digelar Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.
Dua agenda terakhir ini bukanlah agenda yang bersifat dadakan. Seperti Asian Games 2018 yang baru kita selesai selenggarakan bulan lalu, agenda dunia itu sudah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu. Indonesia sudah dipercaya sebagai tuan rumahnya.
Beberapa hari terakhir ini muncul pemikiran dari kelompok oposisi agar pemerintah menunda pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia. Pertemuan itu dianggap sebagai mewah-mewahan, padahal akan membahas masalah ekonomi dan moneter yang menyulitkan semua negara di dunia. Inilah salah satu cara pandang yang disebut Churchill sebagai kelompok pesimistis. Cara pandangnya begitu sempit seakan-akan tidak ada pekerjaan lain yang harus dilakukan.
Padahal kehidupan ini harus terus berjalan. Kita tidak bisa hanya cukup mengeluh untuk keluar dari persoalan. Harus ada upaya dan kemauan untuk menyelesaikan masalah dan kemudian melangkah ke depan. Orang Inggris mengatakan, “The world will go on without you.”
Daripada sekadar mengeluh atau membuat sandiwara operasi plastik yang tidak bermutu, lebih baik kita sama-sama bekerja untuk membangun negeri ini. Jangan hanya karena kepentingan politik kita selalu berupaya untuk menarik orang turun ke bawah. Tidak ada manfaatnya juga kemenangan politik kalau negara ini selalu memulai pekerjaan dari titik nol.
Kalau ingin mendapatkan simpati, lebih baik tunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah. Kita bantu mereka untuk bisa bangkit. Kalau tahun depan terpilih sebagai pemimpin negara, kita sudah punya modal untuk tidak lagi membangun Sulteng dari reruntuhan.
Kita tidak pernah akan menjadi bangsa besar kalau sikapnya lembek seperti itu. Apalagi sekarang zamannya multitasking, kita harus mengerjakan semua secara bersamaan. Kita akan semakin ketinggalan kereta kalau masih bekerja satu-satu, sementara bangsa lain bekerja secara simultan.
Begitu banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Bukan hanya urusan Lombok, Sulteng, atau Bali. Bank Indonesia harus terus mengawal dan memberi respons terhadap pelemahan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, pemerintah harus terus merumuskan kebijakan fiskal yang bisa melengkapi kebijakan moneter guna meredam tekanan ekonomi dari luar.
Tidak bosan kita katakan, gejolak perekonomian global tidak bisa hanya direspons dengan kebijakan moneter. Kita harus menjaga bagaimana kegiatan bisnis bisa terus berjalan, produksi bisa terus dihasilkan, agar kita semua tetap menjadi pribadi yang produktif. Jangan peningkatan penerimaan pajak dijadikan indikator bahwa perekonomian berjalan baik-baik saja. Orang membayar pajak merupakan kewajiban. Apalagi di Indonesia petugas pajak tidak mengenal yang namanya merugi. Perusahaan diharuskan untuk membayar pajak yang lebih besar dari tahun sebelumnya, tidak peduli bagaimana kondisi bisnisnya.
Kenyataannya, kondisi bisnis tidak semua menggembirakan. Para pengusaha kelapa sawit dihadapkan pada kesulitan akibat harga yang rendah dan boikot produk sebagai bagian dari perang dagang. Para pengusaha barang konsumsi, baru Lebaran lalu mendapatkan perbaikan bisnis, sekarang terhadang lagi oleh kebijakan penghematan devisa yang dilakukan pemerintah.
Begitu banyak persoalan yang harus kita selesaikan secara bersama-sama. Oleh karena itu, mari kita hentikan sikap untuk hanya mengeluh dan mencari kesalahan orang lain. Kita harus menjadi orang optimistis karena itulah yang akan menjadi modal dari bangsa ini untuk keluar dari kesulitan.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved