Puisi Time di Tangan Benioff

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
20/9/2018 05:30
Puisi Time di Tangan Benioff
()

DI tengah serbuan hoaks, fake news, orang seyogianya bersandar kepada integritas yang dijunjung tinggi jurnalisme. Dalilnya yang pokok ialah fakta itu suci.

Pun demikian di tengah superioritas media digital, yang antara lain menyebabkan media cetak seperti mengalami usia senja, terdapat orang-orang berpikiran besar yang terus memelihara kepercayaannya kepada superioritas jurnalisme cetak.

Salah satu yang menonjol dalam sejarah jurnalisme modern ialah majalah berita Time yang beredar melintasi dunia. Liputan-liputannya yang ditulis dalam gaya jurnalisme yang prosais nan 'puitis' merupakan standar tertinggi di bidangnya.

Majah berita tersohor itu berubah kepemilikan yang diumumkan Minggu (16/9). Suami istri Marc dan Lynne Benioff membelinya US$190 juta (sekitar Rp2,75 triliun). Mereka membelinya karena Time punya pembaca luas dan liputan-liputannya, menurut Lynne, "menyatukan kita dan memengaruhi kita." Inilah 'kita' yang maknanya global.

Time berdiri pada 1923. Kini majalah itu punya 100 juta pembaca cetak dan online, termasuk lebih 50 juta pengunjung digital dan 40 juta pengikut di media sosial tiap bulan.

Saban kali terjadi jual beli media, saban kali terjadi perubahan kepemilikan media, dan saban kali itu pula publik mempertanyakan tidakkah bakal terjadi perubahan kebijakan editorial? Tidakkah news room juga mengalami perubahan 'kepemilikan'?

Pembelian Time atas nama pribadi pasangan Marc dan Lynne. Tidak tersangkut paut dengan kerajaan bisnisnya Salesforce.com. Pasangan kaya raya itu bilang mereka terlalu banyak pekerjaan untuk urus news room.  Sebaliknya, pihak redaksi Time mengatakan sangat bergairah untuk memulai bab baru dalam sejarah Time. Kata Pemimpin Redaksi Time Edward Felsenthal, "Marx dan Lynne Benioff punya komitmen akan mutu jurnalisme yang tinggi."

Mutu jurnalisme yang tinggi memang harta Time yang luar biasa. Sebagai gambaran, untuk merayakan ulang tahunnya ke-85, misalnya, Time menerbitkan buku 85 Years of Great Writing in Time (tebal 560 halaman), dengan sampul logo Time berwarna merah serta menonjolkan sebuah mesin ketik berwarna hitam dan tua.

Sebuah mesin ketik hitam dan tampak tua-bukan sebuah komputer-kiranya mengekspresikan nilai-nilai klasik jurnalisme yang diemban Time. Buku itu memuat 84 tulisan, di antaranya tulisan Man of the Year: Franklin D Roosevelt oleh Manfred Gottfried. Man of the Year salah satu karya jurnalisme Time yang menonjol.

Dalam pengantar di buku itu, Richard Stengel yang memulai kariernya di majalah itu sebagai reporter menceritakan bagaimana yang muda terpesona kepada yang tua, dan bagaimana yang tua 'membongkar' tulisan yang muda demi hadirnya karya jurnalistik yang cemerlang bagi publik pembaca dunia. Menulis sebuah penderitaan dan yang muda tertantang serta terpacu agar tulisannya lolos dengan mulus.

Menurut Richard Stengel, di majalah Time, editor jarang mengatakan kepada jurnalisnya apakah yang engkau lakukan benar atau salah, tetapi engkau belajar dengan melihat apa yang editor lakukan. Katanya, story di Time ialah sebuah puisi melalui perbandingan. Majalah Time tidak dapat membuat jurnalis menjadi penyair, tetapi dapat membuat penyair menjadi jurnalis.

Apakah 'puisi' itu bakal menjadi prosa yang kering di tangan suami istri Marc dan Lynne Benioff? Jawaban pertanyaan itu diperoleh melalui pertanyaan lain, apakah Time akan dipindahkan ke San Fansisco, ke markas besar bisnis Marc dan Lynne Benioff? Jawabnya tidak. Time tetap akan berkantor di New York, pusat kekuasaan selain Washington. Terus terang, hemat saya tidak dipindahkannya Time ke San Francisco, pusat kekuasaan baru dunia teknologi, Silicon Valley, kiranya petunjuk kuat bahwa news room Time bakal tetap merdeka dan otonom.

Publik Indonesia mungkin masih ingat ketika Time digugat Soeharto dengan tuduhan penghinaan. Kisah kasus itu disusun dan dibukukan dengan sangat bagus oleh Todung Mulya Lubis, advokat Time. Pengadilan yang berlangsung 9 Agustus 1999 hingga 6 Juni 2000 itu akhirnya dimenangi Time yang tulisannya, 'puisinya' mengenai Pak Harto berbasiskan kaidah-kaidah jurnalistik, didasarkan pada fakta-fakta hasil investigative reporting wartawan Time.

Demikianlah kiranya, 'puisi' masih akan dilahirkan dari rahim jurnalisme Time, sekalipun kepemilikan berpindah tangan kepada suami istri Benioff.

 



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima