Star Power

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
25/7/2015 00:00
Star Power
(Grafis/SENO)
SAAT berbuka puasa bersama pimpinan redaksi, Presiden Joko Widodo mengakui salah satu kelemahan pada pemerintahannya ialah komunikasi publik. Menurut Jokowi, pemerintah tidak mempunyai star power. Tidak adanya pejabat yang ucapannya bisa dipercaya publik membuat persepsi yang muncul cenderung negatif.

Kebutuhan adanya 'menteri bintang' mendesak karena pemerintah harus menjelaskan tantangan yang dihadapi. Perekonomian negeri ini memang sedang menurun, tetapi kita tidak sendirian. Ekonomi global juga sedang melesu, termasuk Tiongkok yang selama ini selalu tumbuh tinggi.Meski sedang menurun, perekonomian Indonesia bukanlah yang terburuk.

Kita masih menjadi negara dengan pertumbuhan kelima tertinggi di dunia. Artinya, kita tidak sedang mengalami kiamat. Hanya, pemerintah juga tidak bisa menganggap kita tidak punya masalah. Penurunan penerimaan dari perusahaan-perusahaan tidak boleh dianggap enteng. Itu bisa berpengaruh terhadap arus kas dan kinerja perusahaan.

Kalau kondisinya dibiarkan menurun terlalu lama, perusahaan bisa melakukan pemutusan hubungan kerja. Persoalan utama yang harus bisa dijawab pemerintah ialah mengembalikan kepercayaan publik. Optimisme yang begitu tinggi di awal pemerintahan Jokowi kini menurun. Apalagi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,7% pada kuartal I hanya mampu mencapai 4,71%.

Pertumbuhan kuartal II yang sebentar lagi akan dikeluarkan datanya mungkin juga akan lebih rendah daripada kuartal I. Meski penurunannya tipis, bagi masyarakat, itu bisa dianggap sebagai resesi. Apalagi daya beli masyarakat mulai menurun akibat lesunya ekonomi. Di sinilah dibutuhkan kepiawaian dari seorang star power.

Ia harus menjelaskan mengapa perlambatan ekonomi ini terus terjadi. Masyarakat perlu diberi tahu pertumbuhan rendah di kuartal II merupakan dasar dan setelah itu pertumbuhan akan meningkat pada kuartal III dan kuartal IV. Penjelasan itu harus disertai bukti bahwa pembalikan ekonomi akan terjadi.

Masyarakat perlu diberi rincian tentang kegiatan pembangunan apa yang dilakukan pemerintah dan itu akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Bahkan star power itu harus bisa mengajak masyarakat melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi perbaikan perekonomian negara ini.

Ketiadaan star power membuat pemerintah tidak mampu menjelaskan fenomena yang terjadi. Ketika masyarakat tidak mendapatkan penjelasan yang memadai, jangan salahkan apabila mereka menganalisis sendiri-sendiri. Tidak usah heran apabila persepsi yang muncul menjadi negatif. Selain membutuhkan star power yang mampu berkomunikasi lebih baik dan dipercaya masyarakat, pemerintah membutuhkan man in action.

Masyarakat membutuhkan sosok yang benar-benar bisa mengerjakan apa yang menjadi program kerja pemerintah. Masyarakat sudah lelah dengan janji-janji. Saat melakukan silaturahim dengan tokoh pers di Auditorium TVRI, Presiden Jokowi mengatakan seluruh proyek infrastruktur akan bisa jalan semuanya pada April.

Kenyataannya, penyerapan anggaran sampai akhir Juni baru mencapai 32% dan proyek-proyek itu tetap belum jalan. Dalam acara Economic Challenges Selasa (21/7), Direktur Eksekutif Prasetya Mulya Djisman Simandjuntak mengatakan pemerintah lebih baik mengawasi betul proyek yang sedang dikerjakan agar benar-benar bisa direalisasikan.

Semua yang masih dalam rencana lebih baik ditunda dulu karena kita membutuhkan bukti nyata untuk membalikkan kepercayaan publik yang sedang menurun. Harapan bagi perbaikan ekonomi pada semester II masih ada. Hanya, kita harus mengelola ekspektasi dengan baik agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Apalagi kita dihadapkan pada kondisi yang tidak menguntungkan, yakni harga komoditas yang menurun, biaya logistik yang mahal karena negara kepulauan, serta sumber daya manusia yang secara rata-rata rendah.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.