Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS ekonomi pernah menghantam Rusia pada 2014. Menurunnya harga minyak dunia sampai di bawah US$40 per barel membuat perekonomian mereka mengalami kontraksi dalam. Apalagi sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat dan Uni Eropa menyusul pendudukan Rusia atas Crimea serta konflik dengan Ukraina membuat nilai tukar rubel terjungkal dari 33 rubel menjadi 79 rubel per dolar AS.
Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi kagum dengan soliditas bangsa Rusia. Pengalaman panjang dari perang dunia yang selalu meminta banyak korban dari bangsa Rusia membuat bangsa itu selalu bersatu padu ketika menghadapi ancaman dari luar. Mereka justru kukuh sebagai bangsa, bukan malah saling menyalahkan.
Masyarakat Rusia tidak larut dalam kekhawatiran meski nilai tukar rubelnya terpuruk 139%. Sekarang ketika keseimbangan baru berada pada posisi 68 rubel per dolar AS, mereka pun tidak melihatnya sebagai sebuah kiamat besar.
Rusia menjawab tantangan itu dengan segera menata kembali perekonomian mereka. Memang butuh tiga tahun bagi Rusia untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Pada 2017, Rusia sudah menyatakan keluar dari krisis. Sekarang perekonomian mereka kembali normal, apalagi setelah sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2018.
Apa yang kita bisa petik dari pelajaran Rusia? Hidup ini tidak bisa hanya diratapi dengan cara mengeluh apalagi mengumpat. Kesulitan itu jangan ditangisi, tetapi dijawab dengan berkarya. Semua warga bangsa harus berupaya memberikan yang terbaik untuk negeri ini.
Jangan kita terus larut dalam urusan perpolitikan. Bahkan semua masalah sekadar dilihat dari kacamata politik. Akibatnya, selama reformasi yang terjadi hanya talking democracy, tidak pernah berubah menjadi working democracy, demokrasi yang memberikan perbaikan pada kehidupan masyarakat.
Dalam kunjungan bersama direksi PT Perusahaan Listrik Negara dan tujuh rektor perguruan tinggi (PTN) negeri ke Rusia, kita merasakan bagaimana bangsa itu memikirkan karya di samping urusan perebutan kekuasaan politik. Semua tidak melupakan profesi yang diemban dan tanggung jawab yang mereka harus jalankan.
Salah satunya dirasakan ketika berkunjung ke National Research Nuclear University di Moskow. Perguruan tinggi itu sangat bangga telah melahirkan enam peraih Nobel sejak pertama kali berdiri pada 1942. Sekarang ini mereka mendorong para ilmuwan muda untuk menemukan sesuatu yang baru dan berguna bagi kehidupan umat manusia.
Bangsa Rusia tidak menjadikan nuklir sebagai sesuatu yang harus menakutkan. Bencana reaktor nuklir di Chernobyl tidak menyurutkan langkah mereka. Sekarang mereka sudah mengembangkan generasi kelima yang jauh lebih aman.
Dengan eksplorasi yang terus dilakukan, nuklir tidak hanya dijadikan alat persenjataan atau pembangkit listrik, tetapi juga diterapkan pada bidang kehidupan yang lain. Mereka sedang mengembangkan nuklir untuk biomedical, khususnya untuk membunuh sel kanker. Mereka menerapkan juga nuklir dalam bidang pertanian dan bahkan untuk teknologi informasi, termasuk sistem keamanan moneter dan keuangan.
Kalau kita berkaca pada diri kita, memang kita belum berhasil membangun kultur petualang. Kita cenderung melihat segala sesuatu dari kacamata negatif. Kita lebih banyak dihinggapi ketakutan-ketakutan. Tidak usah heran apabila kita fobia terhadap nuklir karena yang lebih didengungkan ialah dampak negatifnya.
Dengan sikap seperti itu, sulit bagi kita untuk mau melakukan eksplorasi. Kita tidak pernah berani mencoba apalagi mengembangkannya. Baru saja niatan itu muncul, pasti langsung diserang dengan stigma-stigma yang menakutkan.
Apalagi kalau isu itu digiring kepada kepentingan perpolitikan. Tidak akan pernah ada pemimpin nasional yang berani melakukan terobosan besar. Padahal tanpa ada terobosan besar tidak mungkin muncul generasi-generasi muda yang berani untuk melakukan petualangan, menaklukkan semua tantangan yang harus dihadapi.
Padahal persaingan ke depan ialah persaingan pada pembentukan manusia yang berkualitas. Bangsa pemenang ialah bangsa yang mampu menguasai teknologi untuk menjawab semua tantangan yang dihadapi.
Kita harus mau berubah kalau ingin menjadi bangsa yang besar. Jangan kita hanya pandai berargumen dengan bahasa-bahasa yang vulgar dan tidak mendidik. Lebih baik kita berlomba untuk berkarya agar bisa memberikan kebanggaan kepada bangsa dan negara. Tujuh rektor PTN siap membangun anak-anak muda yang menguasai teknologi tinggi.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved