Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POSISI rupiah sekarang ini kiranya ujian sekaligus kesempatan untuk lebih memperkuat karakter bangsa.
Suatu bangsa (seperti juga orang) tidak ingin mengalami cobaan atau guncangan, apalagi krisis. Akan tetapi, bila perkara besar tersebut terjadi, bangsa itu dapat melewatinya, bahkan lulus summa cum laude. Kenapa? Karena punya karakter yang hebat.
Uni Eropa dan mata uang euro merupakan contoh modern yang berhasil mengatasi berbagai guncangan karena punya karakter hebat. Banyak yang menganjurkan agar Yunani yang sakit berat dikeluarkan saja dari Uni Eropa. Habis perkara.
Mereka tidak memilih menyembelih anggota tubuh yang busuk itu, tetapi mempertahankan dan menyembuhkannya. Mereka memilih jalan yang sulit. Yunani berangsur pulih. Mengapa itu bisa terjadi?
Jawaban yang utama ialah kepemimpinan bangsa Jerman yang berkarakter sangat kuat dan dipimpin Kanselir Angela Merkel yang juga berkarakter hebat menolak Uni Eropa mengambil jalan pintas dan gampangan. Jalan yang mudah dan murah ongkos ekonominya itu bukan pilihan, 'karena itu bukan moral kita, bangsa Eropa'.
Brexit ujian kedua yang lebih menyakitkan bagi Uni Eropa. Sekalipun Inggris bergabung dengan tetap mempertahankan mata uangnya (pound sterling), Brexit dapat membuat Uni Eropa pecah dan lagi-lagi euro terguncang. Apakah Brexit itu? Jawaban singkatnya ialah hasil keputusan Perdana Menteri David Cameron, pemimpin Inggris yang tidak berkarakter, yang membawa negaranya berjudi dengan referendum.
Dalam menghadapi Brexit, kali ini Kanselir Angela Merkel tidak lagi sendirian. Sang pemimpin punya partner Presiden Emmanuel Macron, pemimpin Prancis yang baru, muda, dan juga berkarakter. Hasilnya, Uni Eropa kian bertambah solid dan euro kian stabil. Mereka pun kian berkarakter, sebagaimana mereka menunjukkan dengan kian memperkuat NATO yang dihina-hinakan Donald Trump.
Sebaliknya, Brexit ialah pilihan Inggris melompat ke dalam gelap. Bukan hanya menderita perdagangan dan investasi yang merosot, melainkan juga kemerosotan nilai-nilai. Meminjam penilaian The Economist, Inggris telah kehilangan karakter sebagai bangsa yang punya jati diri 'sensibleness'. Ingggris tidak lagi mampu menghasilkan pemimpin berkarakter sekelas Margaret Thatcher, tapi sekelas Theresa May yang hingga saat ini pikirannya buntu, yaitu tidak punya jalan keluar setelah keluar dari Uni Eropa.
Untuk apa semua 'dongeng' modern itu? Seperti Uni Eropa punya pemerintahan yang solid dan pemimpin yang berkarakter yang mempertahankan dan menyelamatkan euro, kita pun dapat mempertahankan dan menyelamatkan rupiah karena kita punya tim pemerintahan dan pengambil kebijakan keuangan (kabinet, Bank Indonesia, dan OJK) yang solid di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang berkarakter. Eropa punya Angela Merkel, kita punya Jokowi yang sederhana, berani menghadapi masalah, dan selalu berorientasi mencapai kinerja yang sehebat-hebatnya. Keberhasilan penyelenggaraan dan prestasi olahraga Asian Games ialah bukti nyata yang hebat, bukan omong kosong. Itu keberhasilan semua anak bangsa, termasuk keberhasilan oposisi, kecuali jika merasa bukan lagi orang Indonesia yang presidennya Jokowi.
Jokowi efektif menyetir pemerintahan dan tahu benar mau dibawa ke mana negara ini. Selama Pemerintahan Jokowi menghilang dari perbendaharaan kepublikan frasa 'pemerintahan autopilot'-pemerintahan yang jalan sendiri-yang lahir di masa pemerintahan sebelumnya.
Di dalam tubuh bangsa dan negara ini perlu oposisi yang bukan hanya suka perbantahan, melainkan juga suka bersama dalam kekitaan membangun karakter bangsa yang besar. Rupiah milik kita bersama, oposisi di DPR pun dibayar upahnya dan fasilitasnya dengan rupiah yang sama yang antara lain dari keringat rakyat yang sama, rakyat Indonesia.
Sangat mengherankan ada tokoh oposisi yang berkicau melalui Twitter dengan ekonom AS, Steve Hanke, yang percaya omongannya, kalau saja AS dan IMF tidak berencana menggulingkan Soeharto 20 tahun yang lalu, Indonesia akan memiliki rupiah yang sehat. Orang itu tidak percaya omongan Jokowi.
Izinkan saya mengutip Mahatma Gandhi yang mengekspresikan karakter yang hebat. "I will not let anyone walk through my mind with their dirty feet."
Dibumikan dengan bebas, bangsa yang berkarakter ini tidak akan membiarkan siapa pun lewat melalui jiwa dan pikiran bangsa ini dengan kakinya yang kotor.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved