Indonesia telah Kembali

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
04/9/2018 05:10
Indonesia telah Kembali
()

PESTA telah usai dan Indonesia 'telah kembali'. Asian Games pun serupa genta raksasa yang ditabuh sebagai tanda jalan pulang, jalan yang bersimpang-simpang, bahwa Indonesia telah kembali pada jalannya sendiri. Jalan penuh kehormatan diri.

 

Asian Games membuat kita bangkit. Bahwa mengukir prestasi bukanlah selalu jalan lempeng, melainkan jalan panjang dengan banyak simpang. Justru karena tak mudah, fokus dan kesungguhan tak bisa ditawar. Merekalah para tunas muda, pemilik masa depan negeri ini. "Terus fokus satu titik, hanya itu titik itu," kata sebaris lirik lagu Meraih Bintang, lagu resmi Asian Games kali ini.

 

"Baru kali ini kami benar-benar bangga menjadi bangsa Indonesia. Kami bangga menyaksikan sejarah besar Asian Games digelar di Indonesia dengan acara pembukaan yang penuh daya pukau. Kami bangga karena atlet-atlet kita menunjukkan prestasi tinggi. Indonesia tidaklah seperti yang kita sangka," kata seorang jurnalis senior. Secara umum begitulah suara yang menggema.

 

Pesta memang sudah usai dan tetamu mulai kembali ke negeri masing-masing. Akan tetapi, kita tak sedang berbincang tentang orang per orang. Bukan juga tentang medali semata yang berkali lipat jumlahnya.

Namun, tentang kehormatan dan harga diri bangsa. Kita pun mampu menyisihkan segala prasangka yang kerap menggoreskan luka.

 

Pujian pun datang dari banyak pihak. Seperti Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, Presiden Dewan Olimpiade Sheikh Ahmad al-Fahat al-Sabah, dan pemilik Alibaba.com Jack Ma. "Di antara negara-negara di Asia Tenggara, menurut saya, Indonesia menjadi salah satu yang terbaik untuk menyelenggarakan Olimpiade," kata Bach. Presiden Jokowi memang telah mengajukan sebagai tuan rumah Olimpiade pada 2032.

 

Maka, ketika para atlet berlaga dengan semangat baja, ketika mereka larut dalam doa dengan keyakinan yang berbeda-beda, ketika dalam satu tim ada yang berhijab dan yang berkalung salib saling menguatkan demi prestasi, itu bukti sebagai warga tengah merawat negerinya.

 

Ketika antusiasme penonton datang dari segala penjuru angin, ketika mereka rela antre panjang dengan segala penat dan letihnya, ketika mereka jadi hening saat pertandingan tengah genting, ketika air mata bercucuran setiap Indonesia Raya dikumandangkan, ketika batas menjadi nisbi dan semua menjadi pelintas batas, itu tanda bangsa ini siuman dari sakit panjangnya. Itu tanda negeri ini tengah bangkit.

 

Asian Games ialah hikmah tersembunyi dari Vietnam yang berkeberatan di tengah jalan. Maka, waktu jadi tak normal sebab hanya dalam waktu dua setengah tahun Indonesia harus membangun banyak sarana olahraga kelas dunia. Di banyak negeri biasanya minimal butuh waktu lima tahun untuk persiapan. Kita hanya separuhnya, tapi hasilnya penuh daya pukau.

 

Pesta telah usai dan obor telah pula dipadamkan, tetapi api semangat harus terus dinyalakan. Lagu resmi Asian Games 2018, Meraih Bintang, akan terus dinyanyikan. Momentum kebangkitan harus terus digemakan.

 

Dengan raihan 31 medali emas, Indonesia berada di urutan ke-4 setelah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Posisi yang teramat tinggi sepanjang sejarah. Posisi negara-negara ASEAN lainnya bertebaran di urutan belasan. Kebangkitan olahraga kita harus dibuktikan di SEA Games Filipina (2019), Olimpiade Jepang (2020), dan tentu Asian Games di Hangzhou, Tiongkok (2022).

 

Lagu Meraih Bintang ciptaan Pay Siburian dan Rastamanis yang dinyanyikan Via Vallen sewaktu pembukaan Asian Games sebaiknya terus kita dengar. Lagu yang inspiratif untuk terus berprestasi. Ini sepenggal liriknya. Agar tak terlena dengan segala sanjungan.

 

Setiap saat setiap waktu

Keringat basahi tubuh

Ini saat yang kutunggu

Hari ini ku buktikan

Ku yakin aku kan menang

Hari ini kan dikenang

Semua doa kupanjatkan

Sejarah kupersembahkan



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima