Ekonomi Asian Games

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
25/8/2018 05:30
Ekonomi Asian Games
()

KETUA Inasgoc Erick Thohir sehari sebelum pembukaan Asian Games XVIII mengecek kesiapan barang-barang yang akan dijual di Superstore Asian Games, yang terletak di Plaza Timur Gelora Bung Karno. Ia juga memastikan agar Asian Games Festival yang ada di Plaza Timur dan Plaza Utara menjajakan semua makanan Indonesia dan menjadi ajang pesta budaya bangsa-bangsa Asia yang menghibur.

Berbagai pernah-pernik Asian Games memang kemudian menjadi buruan peserta dan juga penonton. Sehari setelah acara pembukaan yang begitu spektakuler, Superstore dipadati para pembeli.

Asian Games bukan sekadar ajang adu kehebatan di arena olahraga, melainkan juga etalase untuk memperkenal berbagai produk Indonesia. Inilah kesempatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menjajakan produk mereka.

Kita memang hidup di era teknologi informasi yang membuat cara berdagang tidak selalu harus dengan menjajakan secara langsung. Marketplace bisa menggunakan website sehingga pasarnya menjadi tidak terbatas. Namun, manusia tetap harus bersosialisasi dan penjualan dengan cara bertemu langsung tetap diperlukan.

Nanti kita bisa lihat berapa nilai bisnis yang bisa kita dapatkan setelah pesta olahraga berlangsung dua pekan ke depan. Dengan kualitas produk yang baik, bisnis ini bisa terus dikembangkan.

Sudah banyak produk UMKM yang menjadi bisnis yang besar. Kita sebut misalnya Never Too Lavish, Bulls Syndicate, atau Rawtype Riots yang jaket-jaketnya sekarang dicari orang karena produk mereka ikut dipromosikan Presiden Joko Widodo.

Para desainer Indonesia tidak kalah kreatifnya dari desainer negara lain. Termasuk untuk produk high end seperti karya Obin atau Edward Hutabarat. Produk kreatif mereka mendapatkan tempat di hati pecinta fashion di seluruh dunia.

Sekarang kita melihat juga produk makanan jauh lebih menarik. Kemasannya jauh lebih bagus karena ada sentuhan desainer dalam membuat kemasan. Rumah-rumah kreatif yang didirikan badan usaha milik negara memungkinkan terjadinya kolaborasi di antara kelompok masyarakat.

Kalau kita lihat geliat ekonomi yang ada di tengah masyarakat, kita pantas optimistis dengan perekonomian kita. Yang diperlukan sekarang tinggal bagaimana kita mendorong mereka untuk terus berkembang. Pemerintah jangan menghambat dengan peraturan-peraturan yang terlalu mengekang.

Sekarang ini pengusaha mengkhawatirkan kebijakan pembalasan impor. Sepanjang impor itu untuk konsumsi, tentu kita mendukung untuk dikurangi demi menghemat devisa. Namun, untuk impor yang merupakan bahan baku dan bisa memberikan nilai tambah untuk ekspor, kita jangan membatasinya.

Ambil contoh untuk industri ban. Kebanyakan ban yang kita hasilkan diekspor. Ekspor ban ke Jepang untuk satu merek bisa mencapai 400 ribu buah, sementara impornya dari Jepang hanya 10 ribu buah. Hanya saja, bahan baku untuk pembuatan ban kebanyakan harus diimpor dari Jepang karena selain untuk ban radial dan off-road, bahan baku pembuatan ban ialah karet sintetis, bukan karet alam.

Di sinilah pentingnya pemerintah untuk selalu berkomunikasi dengan dunia usaha. Berbagai peraturan yang hendak dikeluarkan harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. Jangan sampai kita membuat aturan yang justru menembak kaki kita sendiri.

Perekonomian negara akan berkembang pesat apabila ada aktivitas tinggi di tengah masyarakat. Kita tidak lagi hidup di era etatisme dengan semua harus dilakukan negara. Tugas pemerintah harus mengayomi agar semua roda ekonomi ini berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

Termasuk peran dari BUMN. Badan usaha itu dibentuk sebagai motor pembangunan. Tentu benar BUMN itu harus menjadi sehat. Namun, keberadaannya jangan sampai menjadi kanibal bagi kegiatan ekonomi yang ada di masyarakat.

Kata kuncinya kita harus membangun kolaborasi. Kita membutuhkan kebersamaan dalam membangun perekonomian ini. Kalau kita bisa bersama-sama, kita akan bisa memenangi persaingan. Sama seperti diperlihatkan dalam Asian Games sekarang ini. Kalau kita bersatu mendukung atlet-atlet kita meraih prestasi tertinggi, pasti kita akan bisa menjadi pemenangnya.

 



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima