Investasi

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
23/7/2015 00:00
Investasi
(Grafis/SENO)
SENANG membaca majalah terkemuka The Economist pekan lalu (11-17 Juli) karena di dalam edisi itu BKPM era pemerintahan Jokowi mengambil langkah proaktif menyosialisasikan sejumlah perubahan penting mengenai investasi. Sosialisasi dilakukan melalui pariwara satu halaman dengan penempatan bagus, yaitu di sebelah kanan dan di tengah-tengah rubrik Leaders.

Leaders terdiri dari beberapa editorial, mahkota The Economist. Headline mahkota itu menjadi cover story, jualan utama di sampul depan majalah. Dalam edisi itu topiknya tentang ekonomi Tiongkok, China Embares the Markets. BKPM membuka esainya dengan mengatakan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara kini menjadi tujuan investasi paling menarik.

Sebagai anggota G-20, dalam lima tahun terakhir total realisasi investasi meningkat rata-rata 22,4%. Tahun lalu mencapai US$43 miliar. Setelah pernyataan indah itu, disusul kejujuran mengakui kenyataan pahit bahwa pemerintah Indonesia sadar hal-hal yang menjadi keprihatinan investor seperti buruknya infrastruktur, perizinan tidak efisien, korupsi, dan masalah perburuhan.

Untuk mengatasinya, sesuai kewenangannya, BKPM melakukan tiga perombakan prioritas. Pertama, perizinan satu pintu di BKPM yang diresmikan Presiden Jokowi awal tahun sehingga investor tidak perlu lagi ke sana kemari dari satu kementerian/lembaga ke kementerian/lembaga lain.

Hemat waktu, tidak berbelit-belit. Perlu ditambahkan, dalam bahasa terus terang, perizinan satu pintu kiranya dapat menghilangkan sogok di bawah meja dan di balik pintu. Kedua, mengikis hambatan realisasi investasi, terutama berkaitan dengan pembebasan tanah, penyalahgunaan izin, penyediaan bahan baku, kontrak kerja sama, serta ketentuan pajak.

Baru-baru ini BKPM telah menyelesaikan hambatan investasi 22 perusahaan bernilai US$99 miliar. Ketiga, pemerintah memperbaiki iklim berinvestasi, baik fiskal antara lain berupa pembebasan pajak dan pengurangan pajak, maupun nonfiskal antara lain izin selesai maksimal 15 hari.

Tak hanya itu. Dalam artikel berfotokan Presiden Jokowi diapit, antara lain, Kepala BKPM Franky Sibarani ketika meresmikan pelayanan perizinan satu pintu, juga dijanjikan pemerintah bakal mempermudah akses bagi investor untuk menanamkan modal di sektor-sektor unggulan Presiden Jokowi, yaitu infrastruktur, manufaktur, maritim, dan pariwisata.

BKPM akan membuka kantor perwakilan yang dinamakan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Abu Dhabi, London, New York, Seoul, Singapura, Sydney, Taipei, Tokyo, dan Tiongkok. Bila di delapan negara telah disebut kotanya, khusus Tiongkok belum ditentukan. Tepikanlah dulu Hong Kong, misalnya, juga Beijing, tetap tidak mudah bagi BKPM memilih Shanghai, Shenzen, atau Guangzhou.

Pusat-pusat bisnis dan industri memang tersebar di banyak kota di Tiongkok. Apa pun alasannya, setelah pariwara itu diterbitkan untuk pembaca internasional, janji menjemput bola dalam investasi itu haruslah segera diwujudkan dan juga disosialisasikan kembali kepada komunitas bisnis internasional bahwa IIPC telah beroperasi.

Tak ada investasi tanpa kepercayaan dan kemudahan, karena itu janji membuka akses terdekat wajib digenapkan. Kabar gembira lain dimuat harian ini dua hari lalu (Media Indonesia, 21/7). Komitmen dan rencana pemerintah membangun proyek infrastruktur, khususnya kelistrikan dan pelabuhan, menyebabkan minat investasi di sektor tersebut meningkat 202% selama periode Oktober 2014 hingga Juni 2015.

Jika listrik dan pelabuhan beres, disertai kemudahan berbisnis dari sisi perizinan dan pelayanan, sebagian besar masalah telah diselesaikan pemerintah. Selebihnya, masalah kepastian hukum dan iklim kondusif-produktif di kalangan perburuhan. Pembersihan hakim-hakim maling dengan menangkap basah mereka ketika menerima suap mudah-mudahan membuat jera hakim dan menumbuhkan kepercayaan investor bahwa negara ini serius menegakkan hukum tanpa tebang pilih.

Yang belum tampak ialah solusi masalah perburuhan agar kaum pekerja tidak gampang-gampang menjadikan aksi mogok kerja sebagai senjata menuntut hak. Bukankah itu juga senjata makan tuan? Bukankah bila pabrik bangkrut kerugian semua pihak? Buruh mogok di mana-mana jelas menakutkan investor.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.